Varian Delta Gagalkan Upaya Indonesia Capai Herd Immunity

Varian Delta Gagalkan Upaya Indonesia Capai Herd Immunity
Munculnya varian Delta baru menciptakan peningkatan tajam pada angka terinfeksi dan kematian akibat Covid-19 di Indonesia. (Foto: Reuters)
Bagikan ke Teman:

Indonesia semakin jauh dari target untuk mencapai herd immunity alias kekebalan kawanan. Hal ini diakibatkan oleh varian Delta yang lebih mudah menular, menciptakan lonjakan tajam pada angka pasien terinfeksi Covid-19.

Vaksin yang disediakan oleh pemerintah saat ini masih belum cukup efektif untuk menghentikan penyebaran varian Delta, memungkinkan virus untuk terus bersirkulasi bahkan walaupun semua orang telah diimunisasi. Hal ini menurut data yang sedang ditinjau oleh pemerintah.

Indonesia kini tengah berupaya untuk melipatgandakan upayanya untuk mengontrol penyebaran Covid-19 di lapangan, alih-alih hanya mengandalkan vaksinasi saja, menurut Jodi Mahardi, juru bicara kementerian yang memantau respons pandemik.

Tantangan Global

Laporan dari Infectious Disease Society of America memperkirakan Amerika Serikat perlu memvaksinasi 90 persen penduduknya sebelum bisa mencapai herd immunity. Dengan mencapai angka tersebut, akan tercipta perlindungan menyeluruh yang muncul ketika sangat banyak orang yang memiliki imunitas sehingga virus tidak bisa lagi bertahan dan menyebar.

Namun, bahkan ketika target itu sudah tercapai, belum ada bukti bahwa pendekatan ini akan berhasil. Ini karena ada risiko munculnya varian baru atau faktor lain terkait virus corona yang baru saja muncul dalam dua tahun terakhir.

Tantangan ini lebih berat lagi bagi Indonesia sebagai negara dengan populasi terbesar ke-empat di dunia. Indonesia saat ini mengandalkan vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Sinovac Biotech dari China dan masih dianggap kurang efektif jika dibandingkan dengan vaksin mRNA dari Pfizer, BioNTech, dan Moderna yang mendominasi Amerika Serikat.

Saat ini di Indonesia reproduksi varian Delta adalah 6.5. Artinya, dari setiap 10 orang yang terinfeksi, mereka akan menyebarkannya ke 65 orang lain. Untuk bisa mencapai kekebalan kawanan, Indonesia perlu memvaksin 154 persen populasinya jika menggunakan Sinovac, atau 128 persen jika menggunakan Pfizer. Dua angka ini adalah mustahil.

Penyebaran Varian Delta

Akibat varian Delta, Indonesia kini menduduki posisi puncak dalam perhitungan kasus kematian harian di dunia. Varian baru ini membuat rumah sakit penuh dan kewalahan.

Pemerintah mengatakan sejak bulan Juli mereka telah berusaha untuk mencapai kekebalan kawanan dengan menginokulasi 70 persen populasi sampai November. Indonesia kini berusaha mengontrol pandemi dengan menggabungkan vaksin, kewajiban memakai masker, dan pembatasan pergerakan.

Targetnya adalah untuk menurunkan angka reproduksi virus sampai 0.9 pada bulan Oktober. Indonesia juga memiliki target untuk menyuntikkan 2,5 juta dosis vaksin setiap harinya. Sampai saat ini, baru 8 persen populasi Indonesia yang sudah terinokulasi.

Kasus di Indonesia ini tidak eksklusif. Negara-negara lain juga membutuhkan waktu yang lebih lama sebelum bisa mencapai kekebalan kawanan dibanding yang sebelumnya diperkirakan. Pejabat di Singapura mengatakan, target mereka adalah infeksi kadar rendah, situasi endemik yang mirip dengan kasus influenza tahunan, dan bukannya imunitas kawanan. Melansir Bloomberg.

Program Vaksin Triasse

Seiring meningkatnya angka kematian akibat Covid di Indonesia, Triasse mencoba membantu menekan dan menurunkan jumlah orang yang terinfeksi melalui program vaksinasi. Menggunakan vaksin Sinopharm yang memiliki efikasi sampai 79 persen, perusahaan kini bisa mengikuti Program Vaksin Gotong Royong yang diadakan oleh Triasse bersama Kimia Farma.

Program vaksin khusus karyawan perusahaan ini diharapkan bisa membantu menstabilkan dan menekan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sambil menjaga produktivitas dan kinerja karyawan dan perusahaan.

Selain itu, ada baiknya untuk lakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Medical check-up bisa mengurangi efek samping vaksin dan juga memastikan kondisi tubuh siap untuk menerima vaksinasi yang akan diberikan. Perlu diketahui, beberapa kondisi kesehatan seperti epilepsi, darah tinggi, orang dengan HIV, dan beberapa lainnya membutuhkan perhatian khusus sebelum menerima vaksin Covid-19.

Lakukan medical check-up pra-vaksin ini sekitar 7 hari sebelum Anda berencana akan melakukan vaksinasi. Hasil bisa didapatkan tiga hari setelah pengecekan.

Untuk lebih jelasnya, cek di sini. Pastikan juga untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin secara berkala dua kali dalam setahun. Cek berbagai paket pemeriksaan lainnya di Triasse sesuai dengan kebutuhan.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.