Teh Manis untuk Berbuka Puasa, Sehat atau Tidak?

Teh Manis untuk Berbuka Puasa, Sehat atau Tidak?
Teh manis untuk berbuka puasa sering jadi pilihan utama orang Indonesia, tapi apakah minuman ini sehat bagi tubuh. Penting untuk diketahui. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Teh manis sering jadi pilihan utama saat berbuka puasa bagi kebanyakan orang Indonesia saat Ramadan. Apalagi jika mengusung kepercayaan “berbukalah dengan yang manis” pilihan ini dirasa yang paling masuk akal dibanding minuman jenis lain. Sekarang yang jdi pertanyaan, teh manis untuk berbuka puasa, sehat atau tidak ya bagi tubuh?

Saat puasa, tubuh manusia akan kekurangan cairan. Inilah kenapa, saat berbuka penting untuk meminum cairah yang sehat, agar bisa mencegah dehidrasi dengan cara yang efektif. Lebih dari setengah tubuh manusia (60-70 persen) terbuat dari air. Pengurangan asupan air tentunya bisa mempengaruhi sel dan saraf tubuh untuk bisa berfungsi optimal.

Dehidrasi juga bisa mengakibatkan efek samping yang mengganggu, seperti konstipasi, sakit kepala, pusing, kelelahan, dan kulit kering.

Untuk efektif mengembalikan cairan tubuh saat berbuka puasa, perhatikan minuman yang sebaiknya dihindari di bawah ini. Triasse melansir Emirates247, ketahui apakah teh manis untuk berbuka puasa baik untuk tubuh atau tidak, serta ketentuan minuman sehat lainnya di bawah ini:

1. Teh Manis untuk Berbuka Sebaiknya Jangan Diminum Langsung

Teh Manis untuk Berbuka Sebaiknya Jangan Diminum Langsung
Kafein di dalam teh manis atau kopi berujung pada hilangnya cairan yang malah akan membuat Anda semakin haus.(Foto: Freepik)

Hindari minum teh dan kopi langsung setelah berbuka. Kafein di dalamnya berujung pada hilangnya cairan yang malah akan membuat Anda semakin haus. Terutama jika minuman tersebut sudah diberi gula.

Terlebih lagi, teh manis atau makanan bergula lainnya bisa tercerna dengan sangat cepat. Hal ini malah akan membuat Anda langsung merasa kelaparan lagi.

Perlu diingat juga, minum terlalu banyak air putih juga tidak disarankan. Terlalu banyak cairan yang masuk saat perut kosong bisa melarutkan asam lambung dan berujung pada kembung dan gangguan pencernaan.

2. Soda Tidak Baik untuk Batalkan Puasa

Soda Tidak Baik Diminum untuk Batalkan Puasa
Soda tidak baik untuk berbuka karena bisa membuat perut tidak nyaman. (Foto: Freepik)

Di malam hari, walaupun tidak tepat setelah berbuka, usahakan untuk tidak minum minuman bersoda. Sebaiknya hindari minuman berkarbonasi sepanjang bulan Ramadan.

Minum soda di bulan puasa dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan rasa penuh (begah). Hal ini juga kan mengurangi kualitas pencernaan.

3. Air Putih Tetap Paling Penting

air putih tetap yang paling penting
Air putih sangatlah penting di bulan Ramadan untuk atasi dehidrasi. (Foto: Freepik)

Air putih adalah cairan palling penting untuk mengobati rasa haus dan mencegah dehidrasi sepanjang Ramadan. Sayangnya, masih banyak orang yang tidak minum cukup air saat berbuka.

Belum lagi, minuman lain yang mengandung gula bisa membuat Anda mengonsumsi kalori ekstra.

Selain air putih, pilihan lain yang bisa Anda minum adalah buah segar, jus buah, dan sayuran dengan kandungan air tinggi.

Air kelapa muda juga adalah sumber elektrolit yang baik, mengandung gula sederhana dan mineral yang bisa mengembalikan kekurangan cairan tubuh. Buah dan sayur seperti nanas, tomat, timun, jeruk, melon, dan bawang juga efektif membantu mengurangi panas tubuh akibat kekurangan cairan.

Itu penjelasan tentang apakah teh manis untuk berbuka puasa baik atau tidak untuk tubuh. Baca juga artikel Triasse lainnya seputar Ramadan, seperti tips cegah kenaikan berat badan saat puasa. Jangan lupa juga untuk selalu lakukan medical check-up secara rutin, dua kali dalam satu tahun. Lakukan pemeriksaan kesehatan melalui Triasse. Dapatkan berbagai promo dan paket pemeriksaan sesuai kebutuhan.

Ditinjau oleh: dr. Afifah Mayang Sari

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.