Selandia Baru Laporkan Kematian Pertama Terkait Vaksin Covid-19 Pfizer

Selandia Baru Laporkan Kematian Pertama Terkait Vaksin Covid-19 Pfizer
Kematian pertama terkait vaksin Covid-19 Pfizer dilaporkan di Selandia Baru, ketika seorang wanita meninggal akibat myocarditis. (Foto: Istimewa)
Bagikan ke Teman:

Pada hari Senin, Selandia Baru melaporkan kematian pertama di negara itu terkait vaksin Covid-19 dari Pfizer. Informasi ini dirilis oleh kementerian kesehatan setelah tinjauan independent oleh badan keamanan vaksin Covid-19. Pasien adalah seorang wanita yang tidak disebutkan usianya, melansir Reuters.

Badan Pengawas Keamanan Vaksin Covid-19 Independen (CV-ISMB) menyelidiki kematian wanita tersebut dan menemukan penyebabnya adalah myocarditis, yang adalah efek samping langka dari vaksin Covid-19 Pfizer, menurut pernyataan Kementerian Kesehatan Selandia Baru Selasa lalu.

Mycorditis adalah inflamasi pada dinding otot jantung. Ada banyak penyebab kondisi ini dan yang paling umum adalah akibat infeksi viral. Ada sekitar 100 orang yang masuk rumah sakit akibat penyakit ini di Selandia Baru setiap tahunnya.

Lebih dari 3,3 juta dosis vaksin Covid-19 Pfizer telah didistribusikan di Selandia Baru. Ini adalah kasus pertama dimana kematian yang terjadi dalam jangka waktu beberapa hari setelah vaksinasi dihubungkan dengan vaksin di Selandia Baru. Ada 3.400 kasus Covid-19 di Selandia Baru dan 26 kematian berhubungan dengan virus ini.

Walaupun ada banyak laporan lain yang diterima oleh Centre for Adverse Reaction di Selandia Baru terkait kematian seseorang yang baru saja divaksin, tidak ada dari laporan itu yang berhubungan dengan vaksinasi.

Namun, Dr John Tait ketua badan tadi mengatakan, manfaat dari vaksin masih jauh melebihi risiko dan efek sampingnya, termasuk myocarditis.

“Vaksin Pfizer sangatlah efektif untuk melindungi dari penyakit berat dan kematian akibat Covid-19, dan kami tetap percaya diri untuk menggunakannya di Selandia Baru.”

CV-ISMB juga memastikan bahwa hasil dari penyelidikan mereka akan bisa diakses secara luas dan akan diterbitkan untuk meningkatkan pengetahuan ilmiah tentang myocarditis yang dipicu oleh vaksin, tambahnya.

Dr Bryan Betty, direktur medis dari Royal New Zealand College of General Practitioners, mengatakan pada semua pengobatan, beberapa orang akan mengalami efek samping.

Bulan lalu, Medsafe mengeluarkan peringatan terkait myocarditis untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap efek samping vaksin Covid-19 Pfizer yang baru-baru ini diidentifikasi.

Gejala myocarditis bisa termasuk nyeri dada, sesak napas, dan detak jantung abnormal.

Sangatlah penting bagi siapa saja yang mengalami gejala ini dalam beberapa hari setelah vaksinasi untuk segera mencari pertolongan medis.

Program Vaksin Triasse

Seiring meningkatnya angka kematian akibat Covid di Indonesia, Triasse mencoba membantu menekan dan menurunkan jumlah orang yang terinfeksi melalui program vaksinasi. Menggunakan vaksin Sinopharm yang memiliki efikasi sampai 79 persen, perusahaan kini bisa mengikuti Program Vaksin Gotong Royong yang diadakan oleh Triasse bersama Kimia Farma.

Program vaksin khusus karyawan perusahaan ini diharapkan bisa membantu menstabilkan dan menekan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sambil menjaga produktivitas dan kinerja karyawan dan perusahaan.

Selain itu, ada baiknya untuk lakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Medical check-up bisa mengurangi efek samping vaksin dan juga memastikan kondisi tubuh siap untuk menerima vaksinasi yang akan diberikan. Perlu diketahui, beberapa kondisi kesehatan seperti epilepsi, darah tinggi, orang dengan HIV, dan beberapa lainnya membutuhkan perhatian khusus sebelum menerima vaksin Covid-19.

Lakukan medical check-up pra-vaksin ini sekitar 7 hari sebelum Anda berencana akan melakukan vaksinasi. Hasil bisa didapatkan tiga hari setelah pengecekan.

Untuk lebih jelasnya, cek di sini. Pastikan juga untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin secara berkala dua kali dalam setahun. Cek berbagai paket pemeriksaan lainnya di Triasse sesuai dengan kebutuhan.

 

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.