Rapid Test Antigen, PCR, atau Serologi, Cari Tahu Bedanya

Rapid Test Antigen, PCR, atau Serologi, Cari Tahu Bedanya
Rapid test antigen kini jadi syarat wajib yang ditentukan pemerintah, pastikan Anda tahu perbedaannya dengan jenis tes lain. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Triasse memahami kebutuhan untuk terus beraktivitas di masa Covid-19 masih menyebar. Sekedar mengetahui gejala yang ada, seperti demam, batuk, dan sesak napas saja tidak cukup. Anda perlu memeriksakan diri segera.  Sejauh ini, tersedia berbagai jenis pemeriksaan Covid-19. Triasse menyediakan rapid test antibodi, tes PCR (polymerase chain reaction), serologi, dan rapid test antigen. 

Tes-tes ini digunakan untuk mengecek apakah ada virus corona di dalam tubuh. Untuk pemahaman lebih lanjut, berikut penjelasan masing-masing tes:

Rapid Test Antigen

rapid test antigen
Pemerintah kini mengharuskan rapid test antigen sebagai syarat. (Foto: Freepik)

Rapid test antigen juga menggunakan metode swab. Tes diagnostik cepat ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antigen virus Covid-19 yang berasal dari saluran pernapasan. Antigen ini akan terdeteksi ketika virus aktif bereplikasi. 

Test ini paling baik digunakan ketika Anda baru saja terdeteksi, karena ketika virus masuk ke dalam tubuh, antigen lah yang bertugas mempelajarinya sebelum antibodi muncul. Artinya, tes ini bisa mendeteksi keberadaan virus corona dalam tubuh lebih cepat dibanding rapid test antibodi biasa. 

Perlu diingat, antigen ini juga mendeteksi keberadaan virus lain, seperti misalnya influenza, yang bisa mempengaruhi keakuratan hasil. 

Tes PCR

tes pcr
Tes swab ini adalah pemeriksaan paling ideal untuk syarat penerbangan. (Foto: Freepik)

Tes PCR adalah pemeriksaan menggunakan metode molecular, yaitu dengan mendeteksi material genetik dari sel, bakteri, dan virus, termasuk virus SARS 2 yang menyebabkan Covid-19. 

Sampel yang digunakan untuk tes ini bisa dari DNA (deoxyribonucleic acid) atau RNA (ribonucleic acid) dari lendir yang diambil di nasofaring (bagian antara hidung dan tenggorokan) dan orofaring (bagian antara mulut dan tenggorokan). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode swab. 

Dibanding jenis tes lain, sensitivitas dan spesifisitas tes ini lebih tinggi, dan bisa mendeteksi sejak hari pertama terinfeksi. Namun, pengecekannya butuh waktu lebih lama, harus dilakukan oleh tenaga medis, dan perlu lab dan APD khusus. 

Untuk Anda yang ingin melakukan pengecekan, bisa pesan di sini.

Tes Serologi

tes serologi
Serologi adalah tes darah yang mengambil sampel dari pembuluh vena. (Foto: Freepik)

Serupa dengan rapid test antibodi, tes serologi juga mendeteksi respons tubuh terhadap infeksi virus corona melalui keberadaan antibodi. Antibodi yang diperiksa adalah IgM dan IgG melalui sampel darah/serum. 

Tes serologi sebaiknya dilakukan pada hari ke-7 setelah munculnya gejala, seperti batuk, demam, dan sesak napas. 

Pemeriksaan antibodi melalui serologi bukan mengecek keberadaan virus dalam darah, tapi mendeteksi respons tubuh terhadap paparan infeksi virus corona.

Metode tes serologi adalah menggunakan ECLIA (Electrochemiluminescence Immunoassay) yang memakai alat otomatis imunoserologi. Sampel pemeriksaan adalah serum/plasma. 

Rapid Test Antibodi

rapid test antibodi
Rapid test ini prosesnya sangat cepat, bisa dilakukan di mana saja dalam waktu singkat. (Foto: Freepik)

Rapid test antibodi adalah rapid test paling umum yang kita kenal saat ini. Prosesnya sangat cepat, bisa dilakukan di mana saja dalam waktu singkat. Perlu diingat, rapid test ini berbeda dengan rapid test antigen, termasuk metode pengetesannya. Kata rapid test disini mengacu pada proses hasil kedua tes ini yang bisa didapatkan dalam waktu singkat (rapid).

Rapid test ini adalah diagnostik menggunakan sampel darah yang diambil dari ujung jari untuk mendeteksi apakah ada antibodi virus corona dalam tubuh. Kenapa butuh mendeteksi antibodi? Karena jika terinfeksi Covid-19, tubuh akan secara otomatis membentuk antibodi. 

Antibodi ini, menurut penelitian, muncul pada pekan kedua setelah terinfeksi. Namun cepat atau lambatnya respons tubuh tergantung kondisi masing-masing orang, yang ditentukan oleh faktor-faktor seperti umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan penyakit penyerta. 

Rapid test ini sayangnya memiliki potensi reaksi silang akibat adanya virus lain selain SARS-Cov-2. Akibatnya, hasil tes bisa jadi positif atau reaktif, tapi bukan karena virus corona

Demikian pembahasan artikel mengenai berbagai jenis pemeriksaan untuk mendeteksi Covid-19, termasuk rapid test antigen. Baca informasi lainnya di Artikel Triasse, seperti diabetes, dan bercinta tahan lama. Periksakan juga kesehatan diri melalui tes darah di Triasse, dan lihat penawaran Program Affiliate dari Kami.

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.