COVID-19: Langkah Cegah Virus Corona di Universitas

virus corona di universitas
Bagikan ke Teman:

Indonesia merupakan salah satu negara yang terjangkit virus Corona. Berdasarkan data dari juru bicara nasional penanganan virus corona Achmad Yurianto, jumlah pasien yang mengidap penyakit ini sudah 134 orang saat artikel ditulis, Senin, 14 Januari 2020. Mayoritas pasien virus Corona berasal dari Provinsi DKI Jakarta. Sisanya berada di Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah. Dengan banyaknya kasus, langkah mencegah Corona menjadi hal penting, terutama bagi Anda yang sering mengunjungi tempat umum, seperti terminal, stasiun, tempat kerja, sekolah, dan khususnya mencegah virus corona di universitas.

Dalam artikel Triasse ini, Anda akan mendapat informasi mengenai langkah mencegah virus Corona di universitas. Artikel ini sangat penting karena orang dewasa seperti mahasiswa punya risiko besar menjadi pasien COVID-19. Bahkan, jika Anda punya riwayat penyakit yang kronis bisa membuat risiko terkena virus Corona semakin besar.

Artikel ini dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, bahkan Institusi pendidikan tinggi (IHE) memainkan peran penting dalam kasus virus Corona. Namun, artikel ini sudah diperbarui dengan beberapa kasus di Indonesia.

IHE ingin membantu mencegah penularan virus Corona di kalangan mahasiswa, dosen, dan staff. Tentunya hal ini sangat penting dalam langkah mencegah virus Corona untuk menciptakan suasana pengajaran dan pembelajaran yang nyaman. Lalu, apa yang harus dilakukan dalam langkah mencegah virus Corona di universitas atau kampus-kampus? Di bawah ini adalah tips harian mengenai pencegahan virus corona di universitas.

Buat Plan Darurat Cegah COVID-19 di Universitas

buat rencana darurat
Setiap universitas punya rencana darurat bila ada mahasiswa, dosen, atau staff bila ada yang terkena gejala COVID-19. (Foto: Freepik)

Langkah mencegah Corona yang pertama adalah, setiap universitas punya rencana darurat bila ada mahasiswa, dosen, atau staff bila ada yang terkena gejala COVID-19. Pastikan rencana tersebut lebih menekankan tindakan yang harus dilakukan sebagai langkah mencegah Corona.

Tekankan tindakan yang bisa dilakukan perorangan, termasuk perawatan di rumah sakit degan tepat. Kemudian, Anda harus segera membersihkan tempat yan disentuh orang yang terkena COVID-19 di universitas.

Selain itu, buat juga rencana untuk memberikan pengarahan mengenai cara mencuci tangan yang benar untuk mahasiswa, dosen dan staf di universitas. Langkah mencegah Corona adalah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik.

Jalin Kerja Sama dengan Petugas Kesehatan

jalin kerja sama untuk mengatasi masalah virus corona di universitas
Dengan menjalin kerjasama, pihak universitas dapat terbantu untuk menangani segala masalah yang akan dating (Foto: Freepik)

Setiap universitas diwajibkan bekerja sama dengan petugas kesehatan untuk langkah mencegah Corona. Petugas kesehatan sangat penting untuk berbagi informasi mengenai semua hal tentang COVID-19.

Jika ada banyak mahasiswa yang terkena COVID-19, setiap universitas wajib melaporkan ketidakhadiran mahasiwa kepada petugas kesehatan. Kampus harus merinci penyebab mahasiswa absen, misalnya masalah pernapasan, flu, hingga gejala yang menyerupai virus Corona, seperti demam.

Buat Prosedur Kasus Virus Corona di Universitas

prosedur virus corona di universitas
Jika membutuhkan waktu yang lama untuk mengirim orang terkena gejala COVID-19 ke rumah sakit, Anda harus memisahkannya dengan yang belum terinfeksi. (Foto: Freepik)

Langkah mencegah Corona selanjutnya adalah membuat prosedur untuk mahasiswa, dosen, dan staf yang sedang sakit atau tiba-tiba sakit di kampus. Jika ada yang sakit di kappus, segera kirim ke rumah sakit atau tempat tinggalnya.

Jika membutuhkan waktu yang lama untuk mengirim orang terkena gejala COVID-19 ke rumah sakit, Anda harus memisahkannya dengan yang belum terinfeksi. Jauhkan yang tidak terinfeksi hingga orangnya terkena gejala virus Corona dibawa pulang oleh keluarganya atau mendapat penanganan medis.

Hindarkan orang yang terkena gejala COVID-19 melakukan kontak jarak dekat dengan mahasiswa, dosen, atau staf lainnya.

Rajin Bersih-Bersih

rajin bersih-bersih
Langkah mencegah Corona di kampus adalah menjaga kebersihan. (Foto: Freepik)

Langkah mencegah Corona di kampus adalah menjaga kebersihan. Anda harus membersihkan beberapa benda yang sering disentuh secara rutin, sepeti gagang pintu, sakelar lampu, kursi, papan tulis, atau yang lainnya.

Gunakan tisu untuk membersihkan permukaan yang kotor untuk memberishkan meja atau yang lainnya. Lakukan hal ini secara akurat untuk mencegah COVID-19.

Jangan Membuat Kepanikan

Jangan membuat kepanikan
Sebarkan informasi bukan kepanikan (Foto: Freepik)

Ketika ada orang yang terkena COVID-19 di kampus, Anda tidak boleh membuat kepanikan. Berikan pemahan yang benar mengenai COVID-19, mulai dari langah pencegahan Corona hingga perawatan pasien.

Tidak membuat kepanikan di universitas andai ada korban virus Corona merupakan langah penting dalam pencegahan wabah yang kali pertama muncul di Wuhan, China, Desembe 2019.

Menjaga Kualitas Makanan di Kantin

Jaga kualitas makanan kantin
rancang strategi untuk menghindari makanan yang dipastikan tidak aman untuk dimakan. (Foto: Freepik)

Jika ada penghuni kampus yang terindikasi virus Corona, pihak universitas harus menjaga kualitas makanan di kantin. Sebab, bisa saja virus Corona sudah berada di sana.

Bila kondisinya demikian, rancang strategi untuk menghindari makanan yang dipastikan tidak aman untuk dimakan. Pertimbangkan juga opsi untuk membawa bekal dari rumah ketimbang membeli makanan dari kantin.

Pihak universitas juga harus mengambil opsi untuk menutup kantin sementara waktu. Langkah mencegah Corona ini sangat penting supaya korban di kampus tidak bertambah banyak. Jika perlu, staf yang tersisa di kampus selalu memperhatikan makanan yang dimakan mahasiswa, dosen, dan staf kampus.

Berikan Layanan Medis

Berikan Layanan Medis
Kampus juga harus menyiapkan layanan medis untuk menjaga penghuninya (Foto: Freepik)

Pihak kampus juga harus menyiapkan layanan medis untuk menjaga penghuninya dari COVID-19. Langkah mencegah corona ini dianggap perlu untuk meminimalisir penularan virus yang sudah banyak menelan korban jiwa.

Manajemen universitas juga harus membantu melawan stigma dan meningkatkan ketahanan di kampus. Pihak universitas juga harus memberikan fakta yang benar tentang penyebaran informasi benar, bukan hoaks untuk mengurangi rasa takut.

Tutup Tempat Ramai

tutup tempat ramai
Di tengah ramainya wabah Corona, pihak kampus harus menutup tempat yang sering dikunjungi mahasiswa, (Foto: Freepik)

Di tengah ramainya wabah Corona, pihak kampus harus menutup tempat yang sering dikunjungi mahasiswa, seperti perpustakaan. Langkah mencegah Corona ini penting agar virus tidak menjangkiti orang yang berada dikerumunan.

Faktanya tentang penyebaran virus corona di kerumunan sudah terjadi. Buktinya, beberapa waktu lalu, dua Warga Negara Indonesia (WNI) sudah positif terkena COVID-19 akibat mengikuti tabligh akbar di Malaysia.

Fakta tersebut sudah cukup membuktikan kalau pihak kampus harus sangat mewaspadai COVID-19. Selain menutup perpustakaan, pihak kampus juga harus membubarkan mahasiswa yang sering nongkrong di sudut-sudut universitas.

Lakukan Disinfeksi

Lakukan Disinfeksi
Lakukan disinfeksi mandiri dan larutan disinfeksi yang dijadikan pembersih di seluruh bangunan kampus (Foto: Freepik)

Langkah mencegah Corona di kampus yang berikutnya adalah mendisinfeksi. Untuk melakukan desinfeksi di kampus, Anda harus menggunakan larutan pemutih rumah tangga yang sudah diencerkan. Kemudian gunakan juga larutan alkohol 70 persen dan disinfektan rumah tangga yang paling efektif.

Pemutih rumah tangga encer bisa digunakan untuk mengilangkan kotoran yang ada di permukaan meja, bangku, hingga lantai. Untuk menggunakannya, Anda harus melihat tanggal kadaluarsa, tidak boleh lewat. Sebab, pemutih rumah tangga yang tidak kadaluarsa sangat efektif melawan virus Corona bila sudah diencerkan dengan benar.

Anda tidak boleh mencampur pemutih rumah tangga dengan amonia atau pembersih lainnya.

Larutan pemutih nantinya Anda campurkan dengan lima sendok makan pemutih per galon air atau bisa dengan empat sendok teh pemutih per liter.

Tingkatkan Sirkulasi Udara

Tingkatkan Sirkulasi Udara
Buka pintu dan jendela untuk meningkatkan sirkulasi Udara. (Foto: Freepik)

Cara mencegah virus Corona di kampus adalah, membuka pintu dan jendela kelas untuk meningkatkan sirkulasi udara. Jika memungkinkan, tunggu hingga 24 jam sebelum Anda membersihkan kelas dan mendisinfeksi semua area yang ada di sekolah.

Bersihkan Barang-Barang dengan Cara Dicuci

Bersihkan Barang-Barang dengan Cara Dicuci
Cara mencegah virus Corona di sekolah ini sangat efektif jika Anda mencuci barang sesuai dengan instruksi dari pabrik deterjen. (Foto: Freepik)

Langah mencegah Corona di universitas selanjutkan adalah mencuri barang-barang kotor, seperti tirai yang berada di kelas. Namun, Anda tidak boleh mengocok cuciannya karena virus bisa menyebar melalui udara.

Cara mencegah virus Corona di sekolah ini sangat efektif jika Anda mencuci barang sesuai dengan instruksi dari pabrik deterjen. Jika memungkinkan, cucilah pakaian kotor di sekolah menggunakan air hangat, yang sangat efektif membunuh kuman, virus dan bakteri.

Pakaian orang yang sakit bisa dicuci dengan barang orang tidak sakit. Namun, perlu Anda ingat, mencucinya tidak dianjurkan dengan tangan. Bila terpaksa dengan tangan, segeralah mencuci tangan dengan sabun dan pembersih yang punya alkohol berkadar 60 persen.

Panduan Mahasiswa Internasional Cegah COVID-19

Panduan untuk Mahasiswa Internasional Mencegah Virus Corona
Kebijakan sejumlah kampus menanggapi pandemi corona di Indonesia dan global juga berpengaruh pada kegiatan perkuliahan mahasiswa lainnya.(Foto: Freepik)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat setidaknya ada 832 perguruan tinggi di 166 daerah yang sudah melakukan pembelajaran secara daring untuk menekan penyebaran covid-19 atau penyakit virus corona. Tentunya, pandemi virus corona ini membuat mahasiswa internasional menjadi kurang nyaman dalam bekerja.

Selain mengubah perkuliahan tatap muka menjadi jarak jauh. Kebijakan sejumlah kampus menanggapi pandemi corona di Indonesia dan global juga berpengaruh pada kegiatan perkuliahan mahasiswa lainnya.

Seperti yang dialami sejumlah mahasiswa Kelas Khusus Internasional (KKI) di Universitas Indonesia, sebagai contoh misalnya. Kegiatan studi mereka turut terdampak karena kebijakan kampus dan himbauan pemerintah.

Sebagai catatan, mahasiswa KKI UI diwajibkan kuliah di luar negeri selama enam bulan hingga dua tahun. Ini merupakan syarat mutlak lulus yang ditetapkan kampus. UI bukan satu-satunya kampus yang menerapkan program seperti ini. Hal serupa juga bisa didapati di Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada sampai Universitas Brawijaya.

Biasanya, kampus mengeluarkan surat edaran mengenai pandemi virus corona. Dalam surat edaran tersebut, pihak kampus menyatakan mahasiswa KKI tidak boleh berangkat ke luar negeri untuk meneruskan studi. Namun tidak dijelaskan kelanjutan nasib studi mereka.

Para mahasiswa akhirnya menghadap ke pihak kampus, untuk mencari kejelasan terkait studinya. Seharusnya mulai April nanti Rayhan dan teman seangkatannya mulai berkuliah di Tokyo, Jepang. Dari pertemuan tersebut, nantinya mahasiswa akan mendapat tiga opsi dari kampus. Pertama melakukan kelas online dari universitas yang dituju. Kedua, melanjutkan studi di semester berikutnya. Ketiga, berangkat semester ini namun mendapat sanksi dan pihak kampus tidak bertanggung jawab akan studi mahasiswa di sana.

Opsi pertama jadi pilihan paling menguntungkan. Namun sayangnya universitas yang dituju Rayhan dan teman-temannya tidak membuka kelas online.

Opsi ketiga sudah dipastikan tak jadi pilihan untuk sebagian besar mahasiswa. Sedangkan opsi kedua artinya seorang mahasiswa harus telat lulus setengah tahun karena syarat lulus di kampusnya mewajibkan kuliah di luar negeri.

Hal ini sulit untuk diterima setiap mahasiswa. Pasalnya, tak ada seorangpun mahasiswa yang mau terus membebani orang tua. Biaya kuliahnya selama ini sudah sangat mahal, yakni bisa mencapai Rp 20 juta per semester. Sejak semester awal, seorang mahasiswa sudah mengejar proses belajar supaya bisa lulus tepat waktu.

Sebagai contoh, Triasse memberikan contoh dari Universitas Indonesia yang mengeluarkan 10 langkah-langkah kewaspadaan dan pencegahan penyebaran infeksi virus corona covid-19. Berikut 10 langkah-langkah tersebut, yang dikutip dari berbagai sumber:

  1. Pimpinan UI mengingatkan dan mendorong seluruh dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan UI untuk mempraktikkan dan membudayakan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna meningkatkan kesehatan dan daya tahan terhadap penyakit, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat terdekat.
  2. Pimpinan UI meminta seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UI untuk secara konsisten menerapkan berbagai tindakan pencegahan penularan penyakit. khususnya infeksi Covid-19, baik oleh diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat terdekat. Semua dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UI harus mematuhi dan menerapkan Protokol Kewaspadaan Pencegahan Corona Virus (Covid-19) Bagi Sivitas Akademika UI dengan baik.
  3. Selama masa pandemi infeksi Covid-19, Pimpinan UI sangat menganjurkan dosen, mahasiswa dan tenaga kependidikan UI untuk tidak datang ke Kampus UI apabila mengalami sakit atau kondisi badan sedang tidak bugar. Sejalan dengan larangan ini, Pimpinan UI akan melakukan diskresi terhadap Peraturan Kepegawaian mengenai kehadiran kerja dan Peraturan Akademik mengenai kehadiran kuliah.
  4. Dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UI yang mengalami gejala infeksi Covid-19, atau memiliki anggota keluarga serumah yang mengalami gejala tersebut, diminta untuk melaporkan diri pada Sistem Surveilens Covid-19 Universitas Indonesia melalui tautan http://bit.ly/surveilanscoronaFKMUI.
  5. UI tetap melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menerapkan kebijakan sebagai berikut:
    – Terhitung sejak hari Rabu, 18 Maret 2020, hingga berakhirnya semester genap Tahun Ajaran 2019/2020, mengubah KBM dalam bentuk kuliah tatap rnuka menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pedoman Penyelenggaraan Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi Infeksi Covid-19 menjelaskan secara rinci berbagai bentuk/format PJJ yang dapat diterapkan. Pimpinan Fakultas dan Program Studi diminta untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan para dosen untuk dapat menyelenggarakan PJJ.
    – Tetap menyelenggarakan KBM dalam bentuk praktik seperti praktik laboratorium, praktik klinik, praktik di industri, dan praktik di berbagai institusi, dengan terlebih dahulu memastikan bahwa tempat-tempat praktik tersebut menerapkan upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19. Pimpinan Fakultas dan Program Studi dapat melakukan penjadwalan ulang penyelenggaraan praktik-praktik tersebut disesuaikan dengan perkembangan keadaan.
    – Menunda atau menjadwal ulang penyelenggaraan KBM dalam bentuk praktik lapangan di masyarakat seperti Kuliah Kerja Nyata dan Praktik Belajar Lapangan; atau menggantinya dengan metode pembelajaran lain. Dalam hal praktik lapangan di masyarakat tidak dapat dijadwal ulang dan tidak dapat diganti dengan metode lain, maka penyelenggaraan praktik lapangan di masyarakat harus disertai dengan tindakan kewaspadaan dan pencegahan penularan infeksi Covid-19 yang sebaik mungkin.
  6. Seiring dengan diimplementasikannya PJJ, Pimpinan UI meminta para mahasiswa yang menghuni Asrama UI dan rumah-rumah kost di sekitar Kampus UI untuk sesegera mungkin kembali/pulang ke rumah orang tua/keluarga masing-masing. Mahasiswa yang oleh karena suatu alasan tidak dapat meninggalkan Asrama UI dan rumah kost di sekitar Kampus UI diminta untuk melaporkan diri kepada Kepala Asrama UI dan/atau Manajer Kemahasiswaan Fakultas; dan selanjutnya akan dipantau.
  7. Pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengadian pada masyarakat yang melibatkan pengumpulan data dan aktivitas bersama masyarakat harus disertai tindakan kewaspadaan dan pencegahan penularan infeksi Covid-19 yang setinggi mungkin.
  8. Pimpinan U1 meminta seluruh dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UI untuk menunda atau membatalkan penyelenggaraan berbagai kegiatan yang menimbulkan terjadinya kerumunan banyak orang sedemikian rupa sehingga tidak memungkinkan dilakukannya tindakan kewaspadaan dan pencegahan penularan infeksi Covid-19. Kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan banyak orang yang tidak dapat ditunda atau dibatalkan (misalnya Ujian Seleksi Masuk UI, Uji Kompetensi Nasional, Angkat Sumpah) harus diselenggarakan dengan menerapkan tindakan kewaspadaan dan pencegahan penularan infeksi Covid-19 sebaik mungkin. Setiap penyelenggara dan peserta kegiatan-kegiatan tersebut wajib mematuhi standard yang telah ditetapkan UI.
  9. Pimpinan UI melarang semua dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UI untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk perjalanan ke luar negeri bagi mahasiswa Kelas Khusus Internasional. Pimpinan Fakultas dan Program Studi diminta berkoordinasi dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri untuk mencari penyelesaian yang sebaik-baiknya atas konsekuensi administratif dan akademik dari larangan ini.
  10. Pimpinan UI sangat menganjurkan semua dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan UI untuk tidak melakukan perjalanan di dalam negeri yang tidak penting.

Pencegahan Virus Corona dari Mahasiswa di China

Cara Mencegah Virus Corona dari Mahasiswa yang Kuliah di China
Jaga kesehatan dan kebersihan juga aplikasikan #stayathome (Foto: Freepik)

Triasse mengutip artikel dari NU Online, seorang kandidat peraih doktor (S3) bidang Epidemiology dari Central South University, China, Surotul Ilmiyah memaparkan bahwa menyampaikan social distancing dan berdiam di rumah merupakan langkah nyata dan mudah dalam memutus rantai penyebaran wabah Corona.

Hal itu disampaikannya pada Kuliah Whatsapp atau Kulwap, 20 Maret lalu. Kulwap tersebut diadakan oleh Fatayat NU Kota Tangerang Selatan, Banten. Kulwap diadakan dalam meningkatkan pemahaman para kader terkait virus Corona.

“Mari kita terapkan social distancing dan stay at home, untuk bantu tenaga medis mengurangi wabah kasus Covid-19 ini,” kata alumni Penerima Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama ini.

Lebih lanjut, Sekretaris Satgas Covid-19 PBNU ini berharap masyarakat bisa melakukan langkah nyata dimulai dari diri sendiri untuk berdiam di rumah dan menjaga kebersihan lingkungan. “Semoga kita dapat melakukan langsung aksi nyata dimulai dari diri sendiri dengan tetap social distancing, #stayathome, jaga stamina, jaga kebersihan, makan makanan yang sehat dan baik, tidak mudah menyebarkan berita hoaks atau yang belum tentu kebenarannya. Mari kita bisa bersama-sama dapat memutus mata rantai Covid-19,” ajak Ilmiyah.

Dia juga menegaskan bahwa semua bagian dari masyarakat adalah pejuang pemutus mata rantai Covid-19. Kulwap dengan tema Fatayat NU Peduli Sehat; Waspada Covid-19, Kenali Gejala dan Pencegahannya berlangsung pukul 20.00 hingga 21.30 WIB. Tak hanya dari sekitar Tangsel, peserta kulwap Fatayat Peduli Sehat ini juga dari berbagai daerah, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur. Total peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 234 peserta.

Sebagaimana diketahui, mewabahmya Corona Virus Disease 2019 atau lebih dikenal dengan Corona ini telah menjadi sesuatu yang membuat was-was bagi masyarakat saat ini. Kasus Covid-19 ini termasuk kategori penyakit baru yang menyerang saluran pernapasan. Virus yang pertama kali ditemukan di Kota Wuhan ini menyebar secara massif dengan intensitas penularan yang sangat cepat. Penularannya dapat terjadi melalui percikan kecil (droplet) saat pasien yang terinfeksi tersebut batuk atau bersin, lalu masuk ke hidung, mulut, dan paru-paru.

Triasse juga menyarankan kepada Anda untuk menjaga makanan, meski Anda menjalani kuliah dari rumah. Sebabnya, virus corona covid-19 merupakan virus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut

Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk. Semoga Anda tidak tertular virus corona.

Bagikan ke Teman:
Alexander Sitepu
Alexander Sitepu
Extremely motivated to constantly develop my skills and grow professionally. I am confident in my ability to come up with interesting ideas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *