Kurang Minum Saat Puasa, Ini Cara Cegah Kehausan

Kurang Minum Saat Puasa, Ini Cara Cegah Kehausan
Kurang minum saat puasa bisa sebabkan dehidrasi yang akan ganggu kesehatan tubuh, jadi penting untuk tahu cara mengatasinya. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Saat jalankan ibadah puasa Ramadan, Anda tentunya tidak bisa makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Rasa lapar mungkin masih bisa dikontrol, tapi bagaimana dengan kehausan akibat kurang minum saat puasa. Apalagi mengingat matahari Indonesia yang terik bisa membuat tubuh mudah mengalami dehidrasi.

Untuk menghindari kerongkongan kering seperti padang pasir di siang hari bulan Ramadan, penting untuk memastikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur. Melansir Emirates247, makanan atau minuman saat sahur memegang peranan penting mengontrol rasa haus, jadi Anda perlu perhatikan agar tidak kurang minum saat puasa.

Cara Atasi Kurang Minum Saat Puasa

Cara atasi kurang minum saat puasa
Untuk cegah dehidrasi, pastikan Anda tahu cara atasi kurangnya masuk cairan tubuh saat puasa. (Foto: DepositPhoto)

Berikut beberapa trik yang bisa Anda ikuti agar tak kehausan akibat kurang minum saat puasa:

1. Minum setidaknya delapan gelas air setiap hari. Anda bisa mengejar ketinggalan pada malam hari, untuk memastikan jumlah air yang Anda minum mencukupi.

2. Hindari makanan panas dan pedas yang dapat meningkatkan rasa haus saat sahur. Pilih menu makanan sehat.

3. Jangan memasukkan terlalu banyak garam dalam makanan. Hindari juga makanan seperti ikan asin atau acar yang dapat meningkatkan kebutuhan tubuh akan cairan.

4. Makan buah-buahan segar dan sayuran yang kaya akan air dan serat. Mereka bertahan lama dalam usus dan bisa mengurangi rasa haus.

5. Minum jus buah segar, dan hindari jus dengan pemanis buatan.

6. Usahakan untuk tidak langsung minum banyak air sekaligus saat makan. Cobalah untuk minum air di antara waktu makan dalam jumlah sedang namun sering.

Penting untuk diperhatikan: Minum air es saat buka puasa tidak akan mengobati rasa haus tapi malah akan menyebabkan pembuluh darah berkontraksi dan menyebabkan gangguan pencernaan. Cobalah minum air dengan suhu ruang atau sedikit dingin.

Lebih Baik Mana, Air Dingin atau Hangat?

Lebih Baik Mana, Air Dingin atau Air Hangat
Air dingin atau air hangat sering menimbulkan pro dan kontra tentang efeknya bagi kesehatan tubuh.

Lalu, untuk atasi kurang minum saat puasa, mana yang lebih sehat, air dingin atau hangat? Air dingin atau air hangat sering menimbulkan pro dan kontra. Banyak orang yakin yang satunya lebih baik dibanding yang lain.

Untuk menjawab kebingungan Anda, Dr Neha Sanwalka, seorang nutrisionis dan ahli diet menjelaskan masing-masing manfaat dari air hangat dan air dingin. Kedua minuman ini ternyata memiliki manfaat bagi tubuh, jika Anda tahu kapan waktu yang tepat untuk meminumnya.

Dilansir dari The Health Site, ini manfaat dari air putih hangat dan dingin untuk bantu Anda jaga kesehatan tubuh agar tidak kurang minum saat puasa.

Manfaaat air hangat:

1.Meningkatkan pencernaan. Menurut Ayuverda dan orang Cina kuno, Anda sebaiknya meminum segelas air hangat di pagi hari. Hal ini karena air hangat akan mengaktifkan sistem pencernaan dan mencegah masalah pada perut. Air hangat juga dapat menstimulasi aliran darah ke usus dan menegah konstipasi.

2. Mengusir racun tubuh. Tahukah Anda bahwa air hangat membantu mengeluarkan racun-racun tubuh? Tidak hanya air hangat membersihkan tubuh, air hangat juga dapat mencegah jerawat dan masalah kulit lainnya. Untuk meningkatkan manfaatnya, tambahkan perasan air jeruk lemon dalam gelas air hangat Anda, dan minumlah setiap pagi.

3. Melancarkan pernapasan. Banyak orang yang tidak sadar bahwa air hangat baik bagi orang-orang yang memiliki masalah pada saluran pernapasan. Air hangat berfungsi sebagai ekspektoran alami dalam pengeluaran lendir di saluran pernapasan Anda.

4. Melawan rasa nyeri. Saat air hangat mengalir dalam aliran darah Anda, hal ini dapat berfungsi sebagai penghilang nyeri alami. Jadi, saat Anda mengalami nyeri misalnya pada sendi, atau perut karena menstruasi, segelas air hangat dapat membantu melepaskannya.

Manfaat air dingin

1.Minuman tepat setelah berolahraga. Saat berolahraga temperatur tubuh Anda naik, dan meminum air dingin dapat menurunkannya kembali.

2. Melawan serangan panas. Dr Neha mengatakan, meminum air dingin saat musim panas baik bagi kesehatan Anda. Air dingin dapat diserap dengan cepat oleh tubuh dibanding air hangat atau air panas. Ketika Anda kembali ke rumah setelah berada di bawah teriknya sinar matahari, minumlah segelas air dingin untuk menetralkan tubuh.

3. Membantu menurunkan berat badan. Kunci penurunan berat badan adalah memompa metabolime tubuh agar dapat membakar kalori lebih banyak lagi. Menurut Dr Neha, meminum air dingin atau bahkan mandi air dingin bisa mendongkrak metabolisme Anda.

Kapan waktu untuk menghindari air dingin atau air hangat?

Air dingin

Dr Neha mengatakan, “Jangan pernah minum air dingin ketika sedang makan. Ketika Anda meminum air dingin langsung setelah makan atau saat makan, tubuh Anda akan membuang banyak energi untuk meningkatkan temparaturnya. Hal ini dapat memperlambat pencernaan Anda, yang dapat menyebabkan makanan tak tercerna.”

Air hangat

“Hindari minum air hangat setelah berolahraga. Karena suhu tubuh Anda sudah lebih tinggi dari biasanya, sehingga dibutuhkan air dingin untuk mengembalikannya ke temparatur normal,” jelas Dr Neha.

Demikian penjelasan seputar cara cegah kurang minum saat puasa, dan pilihan air putih terbaik untuk kesehatan. Baca berbagai artikel kesehatan lainnya seputar bulan Ramadan dan tips harian, seperti pilihan teh manis untuk berbuka sehat atau tidak untuk bantu jaga kondisi tubuh. Jangan lupa juga untuk lakukan pemeriksaan kesehatan rutin. Cek darah di Triasse dan juga dapatkan berbagai promo dan paket pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan.

Ditinjau oleh: dr. Afifah Mayang Sari

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.