COVID-19, Efek Buruk Cuci Tangan, dan Cara Mencuci

COVID-19, Efek Buruk Cuci Tangan, dan Cara Mencuci
Tampak samping mencuci tangan dengan air (freepik/freepik)
Bagikan ke Teman:

Virus Corona dikenal dengan nama SARS-CoV-2 dimulai di Wuhan, China, December 2019. Wabah ini sudah menyebar ke seluruh benua di Bumi, kecuali Antartika. Virus ini juga tergolong jenis baru di dunia sains, para peneliti pun masih mencari cara untuk mengobati penderita dari penyakit ini.

Lembaga, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), telah menetapkan rekomendasi pencegahan yang harus dilakukan setiap manusia. Salah satunya adalah mencuci tangan secara menyeluruh dengan sabun dan air atau alkohol 65 hingga 90 persen.

Mencuci tangan menjadi hal penting dalam beberapa bulan terakhir untuk membendung COVID-19. Pemerintah Indonesia yang berpedoman pada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang menganjurkan masyarakatnya untuk lebih sering mencuci tangan agar bisa meminimalisir penyebaran virus corona. Namun, apakah Anda tahu terdapat efek buruk cuci tangan bila dilakukan terlalu sering? 

Efek Buruk Cuci Tangan pada Kulit

Efek Buruk Cuci Tangan
Wanita Asia yang cantik menggaruk tangannya yang gatal (freepik/sorapop)

Mencuci tangan adalah salah satu cara paling ampuh untuk memperlambat penyebaran sebuah penyakit menular, seperti COVID-19. Namun, Zainab Laftah seorang konsultan dermatologist dan juru bicara British Skin Foundation, menyatakan bahwa individu dengan kulit sehat, bila menggunakan sabun dan pembersih tangan yang berlebihan dapat menghilangkan protein dalam epidermis.

Efek buruk cuci tangan lainnya adalah mengakibatkan kulit bersisik, merah kering, gatal, terutama di ruang dan buku-buku jari. Jadi, perlu dipahami bahwa mencuci tangan lah secukupnya.

Pencegahan Kulit Rusak

Pencegahan Efek Buruk Cuci Tangan - Memakai Pelembap
Wanita memakai krim pelembap di tangan (freepik/jcomp)

Ada beberapa cara pencegahan agar kulit tidak rusak yang disebabkan cuci tangan terlalu sering. Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan agar kulit tak rusak.

Menerapkan Pelembap

Untuk menghindari kulit rusak, Laftah merekomendasikan penggunaan pelembab biasa atau orang dengan karakteristik kulit tertentu dapat mengambil manfaat dari mencuci tangan dengan pelembab yang mengandung bahan antibakteri, misalnya, chlorhexidine atau benzalkonium chloride.

Dia mencatat bahwa sebuah penelitian baru-baru ini melaporkan bahwa pembersih tangan yang mengandung bahan-bahan biocidal ini kurang efektif dibandingkan dengan gel tangan berbasis alkohol dalam memberantas virus corona.

Mengeringkan Tangan Menyeluruh

Selain melembabkan, penting juga untuk mengeringkan tangan secara menyeluruh. Ini penting karena dua alasan: pertama, kuman dipindahkan dengan lebih mudah di antara tangan yang basah. Kedua, seperti yang dijelaskan oleh Dr. Laftah, air itu sendiri memiliki efek pengeringan pada kulit dengan mengurangi minyak alami kulit ketika menguap, sehingga merusak penghalang kulit.

Secara keseluruhan, Dr. Laftah merekomendasikan dua opsi berikut, yakni cuci dengan sabun atau dengan pelembab dan air. Gunakan gel tangan berbasis alkohol dan kemudian pelembab. 

Memakai Emolien (Penenang Kulit)

Asosiasi Dermatologi Inggris menawarkan saran untuk membantu meminimalkan efek buruk cuci tangan yang mungkin terjadi pada kulit yang sudah rusak. Misalnya saja emolien, sangat penting untuk mengobati dermatitis tangan. Mereka membantu memperbaiki kulit luar yang rusak dan mengunci kelembaban di dalamnya. Orang harus menggunakannya berulang kali sepanjang hari, dan kapanpun kulit terasa kering.

Rapid Test COVID-19
Rentang Mulai Dari Rp.150.000

Memakai emolien setelah mencuci tangan dapat membantu mengurangi perusakan kulit. Mereka menyarankan untuk beberapa orang mungkin baru mendapat manfaat dari pemakaian emolien bila menerapkannya dalam waktu semalaman sambil mengenakan sarung tangan katun. 

Menggunakan Sarung Tangan

Kemudian, saat mencuci piring, menggunakan produk pembersih, atau mengeramas rambut anak, seseorang dapat melindungi tangan mereka dengan mengenakan lateks atau sarung tangan karet. 

Aturan Mencuci Tangan dari WHO

Mencuci Tangan dengan Air Mengalir
Pencegahan COVID-19 dengan mencuci tangan berdasarkan rekomendasi WHO (freepik/user17432319)

WHO menyarankan langkah perlindungan dasar terhadap virus corona. Langkah pertama yang disarankan bukan menggunakan masker, tetapi mencuci tangan sesering mungkin. Langkah ini disarankan karena mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh akan membunuh virus yang mungkin ada di tangan. Cuci tangan merupakan langkah mudah dan aman untuk melindungi diri dari COVID-19, tetapi tidak banyak yang tahu bagaimana cara mencuci tangan yang benar. 

Paket Tes Kesehatan Medical Check Up Basic
Rentang Harga Mulai dari Rp. 364.001

Berikut tata cara mencuci tangan yang direkomendasikan WHO. 

  • Basahi tangan dengan air. 
  • Tuang sabun pada tangan secukupnya untuk menutupi semua permukaan tangan. 
  • Gosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya. 
  • Gosok punggung tangan dan sela jari. 
  • Gosok punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan. 
  • Genggam dan basuh ibu jari dengan posisi memutar. 
  • Gosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun. 
  • Gosok tangan yang bersabun dengan air mengalir. 
  • Keringkan tangan dengan lap sekali pakai. 

Cara Mencuci Tangan oleh Ahli Kesehatan

Busa Sabun saat Mencuci Tangan
Tahapan mencuci tangan berdasarkan standar internasional (freepik/user6833411)

Ahli kesehatan menganjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 15 hingga 30 detik. Sabun memiliki kandungan senyawa yang dapat mengikat molekul air dan minyak secara bersamaan, termasuk kuman yang berada di tangan. Selain itu, lebih baik lagi bila suhu air dapat Anda atur menjadi hangat agar lebih efektif mengusir bakteri dan virus di tangan. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganjurkan perbanyak busa saat mencuci tangan dengan sabun karena gesekannya dapat membantu mengangkat kotoran dan minyak dari kulit.

Untuk pemilihan sabun, kebanyakan masyarakat memilih sabun antibakteri karena menganggap sabun ini lebih efektif membunuh kuman daripada sabun biasa. Namun, para peneliti mengatakan tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan anggapan tersebut.

Alternatif Mencuci Tangan

Mencuci Tangan dengan Hand Sanitizer
Wanita Asia memakai hand sanitizer untuk mencuci tangan (freepik/tirachardz)

Jika dalam kondisi tertentu, tidak ada air dan sabun atau tidak dapat menggunakan air dan sabun untuk membersihkan tangan, solusi lainnya adalah gunakan hand sanitizer. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk menggunakan hand sanitizer yang berbasis setidaknya 60 persen alkohol. Walau dapat membantu mengurangi jumlah kuman di tangan dengan cepat, hand sanitizer tidak dapat menghilangkan semua jenis kuman, tidak seefektif saat mencuci tangan. 

Hand sanitizer juga tidak dapat menghilangkan kotoran dan minyak di tangan. Cara menggunakan hand sanitizer cukup mudah. Setelah mengoleskan gel pada tangan, gosok permukaan tangan, jari, dan sela-sela jari hingga tangan mengering. Gosokkan pada tangan Anda seolah sedang mencuci tangan selama 20 detik.

Paket Tes Kesehatan Medical Check Up Gold
Rentang Harga Mulai dari Rp. 949.500

Demikianlah pembahasan tips harian dari Triasse mengenai COVID-19, cara mencuci tangan yang benar, dan efek buruk cuci tangan bila terlalu sering diterapkan. Simpulan perlihatkan bahwa kebiasaan mencuci tangan adalah baik untuk diterapkan oleh Anda maupun keluarga agar dapat meminimalisir risiko terkena COVID-19. Namun, penerapannya agar tidak dilakukan terlalu sering karena ada efek buruk cuci tangan yang dapat Anda derita.

Bagikan ke Teman:
Rinaldi Syahran
Comeback is Real!