COVID-19: Cara Mencegah Virus Corona di Perusahaan

cara mencegah virus corona
Bagikan ke Teman:

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada Minggu (15/3/2020) meminta seluruh perusahaan yang ada di Tanah Air menginstruksikan seluruh karyawannya untuk berkeja dari rumah. Ini merupakan cara mencegah virus Corona yang sudah masuk ke Indonesia dan korbannya terus bertambah.

Tercatat, hingga artikel ini dibuat, sudah ada 172 orang di Indonesia yang suspect virus Corona, tujuh di antaranya meninggal dunia. Bekerja dari rumah menjadi salah satu langkah tepat untuk mencegah virus Corona di tempat yang ramai orang berkumpul.

Bagi Anda yang perusahaannya memberikan arahan sesuai instruksi dari Presiden Joko Widodo, sangat beruntung. Namun, ada beberapa perusahaan di Indonesia yang tetap meminta bekerja dari kantor.

Sebenarnya hal tersebut bukan masalah yang besar. Asalkan perusahaan tempat Anda bekerja tahu cara mencegah virus Corona yang baik dan benar di kantor. Lalu, apa saja cara mencegah virus Corona di sebuah perusahaan?

Sebagai catatan, Artikel tips harian dari Triasse ini dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, tapi diperbarui dengan beberapa kasus di Indonesia.

1. Tak Libatkan Karyawan yang Sakit

tak libatkan karyawan yang sakit
Perusahaan diimbau tidak memaksa karyawan yang sedang sakit, baik itu sedang pilek, batuk, hingga memiliki gangguan pernapasan. (Foto: Freepik)

Perusahaan diimbau tidak memaksa karyawan yang sedang sakit, baik itu sedang pilek, batuk, hingga memiliki gangguan pernapasan. Kalau ada karyawan yang sedang demam hingga 38 derajat celcius ke atas, sebaiknya diminta tetap di rumah hingga pulih.

Karyawan juga harus memberi tahu perusahaan kalau dirinya sedang demam dan tidak bisa bekerja.

Perusahaan juga tidak harus memaksakan karyawan untuk memberikan keterangan dari rumah sakit kalau sedang demam. Sebab, bisa saja rumah sakit sedang sibuk atau tidak bisa memberikan dokumentasi tepat waktu karena banyak pasien.

2. Buat Kebijakan Fleksibel

Buat kebijakan fleksibel
Pengusaha harus menyadari lebih karyawan harus menjaga keluarga yang sakit di rumah atau pusat pelayanan kesehatan. (Foto: Freepik)

Perusahaan juga harus membuat kebijakan yang fleksibel untuk karyawan atau keluarganya yang sedang sakit. Pengusaha harus menyadari lebih karyawan harus menjaga keluarga yang sakit di rumah atau pusat pelayanan kesehatan.

Seorang pengusaha juga harus memberikan izin cuti dadakan kepada karyawan yang sedang sakit atau ada keluarganya yang mengidap demam di atas 38 derajat celcius. Tentunya, dengan alasan tersebut, sebagai pengusaha, Anda tidak boleh memberikan hukuman kepada karyawan karena kesehatan merupakan hal yang tak ternilai.

3. Pisahkan Karyawan yang Sakit

Pisahkan Karyawan yang Sakit
Anda harus menghubungi pusat pelayanan kesehatan agar karyawan yang sakit bisa mendapat pertolongan dengan cepat. (Foto: Freepik)

Jika ada karyawan yang tiba-tiba sakit di kantor, Anda harus memisahkannya dengan pegawai lainnya. Hal ini merupakan cara mencegah virus Corona agar tidak menular ke karyawan lainnya.

Anda juga tidak dianjutkan melakukan kontak jarak dekat dengan karyawan yang tiba-tiba sakit di kantor. Selanjutnya, Anda harus menghubungi pusat pelayanan kesehatan agar karyawan yang sakit bisa mendapat pertolongan dengan cepat.

Selama petugas kesehatan belum datang, karyawan yang sakit harus menggunakan masker. Ini dilakukan sebagai cara mencegah virus Corona agar tidak terluar saat karyawan yang sakit sedang batuk atau bersin. Jika tidak ada masker, karyawan yang sakit harus menggunakan siku atau bahunya sendiri ketika sedang batuk atau bersin.

4. Tempel Poster Mengenai Kesehatan

Tempel Poster Mengenai Kesehatan
Tempelkan poster kesehatan di sekitar kantor. (Foto: Freepik)

Perusahaan juga harus punya inisiatif membuat dan menempel poster tentang pentingnya kesehatan selama pandemi virus Corona masih berlangsung. Posternya bisa berupa tata cara bersin atau batuk yang baik dan benar.

Selain itu, sebagai seorang pengusaha, Anda juga harus menyediakan tisu dan tempat pembuangan yang bisa dijangkau dengan mudah oleh karyawan. Instruksikan juga karyawan untuk rajin cuci tengan dengan pembersih berbahan dasar alkohol 60 hingga 95 persen. Atau bisa menggunakan air bersih dan sabun selama 20 detik.

Membilas tangan harus dilakukan dengan air dan sabun jika tangan Anda dalam keadaan kotor. Perusahaan juga wajib memantau karyawannya ketika ada yang sedang bersin atau batuk.

5. Pembersihan Rutin

pembersihan rutin
Bersihan tempat yang paling sering disentuh dan dikerumuni orang banyak di kantor. (Foto: Freepik)

Bersihan tempat yang paling sering disentuh dan dikerumuni orang banyak di kantor, seperti ruang rapat, komputer, gagang pintu, hingga meja. Gunakan pembersih yang sesuai dengan kebutuhan dan ikuti petunjuk pada label.

Sediakan juga tisu sekali pakai sebagai alat pembersih. Misalkan untuk membersihkan keybord, remote control, gagang pintu, dan meja. Tempat-tempat itu bisa dibersihkan sendiri oleh karyawan tanpa perlu bantuan office boy.

6. Pemeriksaan Kesehatan Karyawan secara Mandiri

Memberikan Saran pada Karyawan Sebelum ke Kantor
Karyawan yang sakit juga harus mengikuti kebijakan dari perusahaan agar mendapatkan perawatan medis. (Foto: Freepik)

Sebelum karyawan pergi ke kantor, penanggung jawab sebuah perusahaan harus menganjurkan pegawainya memeriksa sendiri gejala penyakit pernapasan akut. Jika memiliki gejala seperti COVID-19, karyawan tersebut harus tetap di rumah. Cara mencegah virus Corona ini penting agar karyawan lain di kantor tidak tertular.

Jika karyawan yang sedang dalam perjalanan ke kantor tiba-tiba mengalami demam, sebaiknya segera hubungi pelayanan kesehatan. Karyawan juga wajib melaporkan kondisi terakhirnya kepada perusahaan.

Karyawan yang sakit juga harus mengikuti kebijakan dari perusahaan agar mendapatkan perawatan medis.

7. Langkah Tambahan Merespons COVID-19

langkah tambahan merespons covid-19
Perusahaan harus terbuka kepada karyawan lainnya jika ada yang terkena COVID-19. (Foto: Freepik)

Cara mencegah virus Corona selanjutnya adalah, perusahaan harus terbuka kepada karyawan lainnya jika ada yang terkena COVID-19. Tidak peduli itu staf, direksi, atau owner perusahaan yang terkena.

Tentunya, hal tersebut bisa meningkatkan kesadaran penghuni perusahaan akan pentingnya cara mencegah virus Corona di kantor. Ini juga dilakukan untuk memperkecil tertularnya wabah yang pertama kali muncul di Wuhan, China, Desember 2019.

8. Menyiapkan Kemungkinan Adanya Virus Corona

Menyiapkan Kemungkinan Adanya Virus Corona
Buat rancana kemungkinan adanya virus corona (Foto: Freepik)

Membuat sebuah rencana tanggap COVID-19 merupakan hal penting dari cara  mencegah virus Corona di perusahaan. Seorang pengusaha harus membuat rencana untuk merespons kemungkinan adanya virus Corona yang kasat mata di kantornya.

Bila perlu, seorang pengusaha harus membuat rencana terburuk bila virus Corona menganggu aktivitas di kantornya. Seroang pengusaha juga harus bersiap untuk merugi bila COVID-19 menganggu bisnisnya.

9. Bersihkan Barang-Barang Berjenis Kain

Bersihkan Seprai, Kasur Lipat, Tirai, dan Barang-Barang Berjenis Kain
Ikuti instruksi deterjen agar lebih efektif. (Foto: Freepik)

Ketika Anda membersihkan seprai, karus lipat, tirai dan barang lainnya yang terbuat dari kain, gunakanlah deterjen. Namun, Anda tidak boleh mengocok cucian yang sudah masuk air.

Hal tersebut dilarang karena virus Corona bisa menyebar dari udara. Cara mencegah virus Corona ini sangat penting agar tidak ada karyawan yang terindikasi COVID-19 karena faktor tersebut.

Bila perlu, perusahan melakukan disinfeksi untuk tempat kerja para karyawan. Ketika melakukan pembersihan, ada baiknya Anda menggunakan masker dan sarung tangan agar tidak terjangkit COVID-19.

10. Penanggulan Wabah Bila Ada yang Tertular

rencanakan penanggulan wabah
Pekerjaan yang penting dan bisa dikerjakan di rumah lebih baik tidak memaksakan karyawan untuk bekerja di kantor. (Foto: Freepik)

Jika ada karyawan yang sudah tertular dan membahayakan penghuni kantor lainnya, ada baiknya seorang pengusaha mengambil keputusan untuk meliburkan kantor. Namun sebelum itu, pengusaha wajib memberikan fasilitas pengecekan kesehatan kepada karyawannya.

Setelah itu, seorang pengusaha juga harus mengindentifikasi pekerjaan setiap karyawan. Pekerjaan yang penting dan bisa dikerjakan di rumah lebih baik tidak memaksakan karyawan untuk bekerja di kantor.

Namun yang terpenting dalam cara mencegah virus Corona, Anda harus tetap optimistis kalau wabah ini akan hilang. Bekerja samalah dengan petugas kesehatan agar penularan virus Corona tidak semakin meluas.

Bagikan ke Teman:
Alexander Sitepu
Alexander Sitepu
Extremely motivated to constantly develop my skills and grow professionally. I am confident in my ability to come up with interesting ideas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *