COVID-19: Cara Mencegah Virus Corona di Sekolah

COVID-19: Cara Mencegah Virus Corona di Sekolah
Jika Anda merupakan orang yang berada di kawasan sekolah, baik itu kepala sekolah, guru, atau siswa, Anda harus tahu cara mencegah virus Corona di sekolah. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Virus Corona menjadi wabah dunia. Virus jenis baru ini juga menjadi masalah di Indonesia yang punya banyak penduduk, hingga lebih dari 200 juta jiwa. Cara mencegah virus corona di sekolah jadi prioritas penting, karena sekolah merupakan salah satu tempat yang paling rawan ‘dikunjungi’ oleh virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China, Desember 2019.

Jika Anda merupakan orang yang berada di kawasan sekolah, baik itu kepala sekolah, guru, siswa, hingga satpam, Anda harus mengetahui cara mencegah virus Corona di sekolah. Hal ini penting karena sekolah merupakan tempat berkumpulnya banyak orang.

Namun di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Gubernur Anies Baswedan hingga Jawa Barat yang dipimpin oleh Ridwan Kamil sudah meliburkan sekolah selama dua pekan. Kendati demikian, masih ada beberapa sekolah di Indonesia yang masih aktif melakukan kegiatan.

Sekolah merupakan salah satu tempat yang masuk kategori non-kesehatan dan sering dikunjungi orang banyak. Cara mencegah virus Corona di sekolah sangat penting dalam hal menghilangkan kotoran-kotoran membandel, yang biasanya ada di taman, bangku, meja, hingga papan tulis. Di sana ada banyak kuman hingga virus yang kasat mata, bisa saja COVID-19 ada di sana.

Dalam artikel tips harian dari Triasse ini, Anda akan mendapat pemahaman tentang cara mencegah virus Corona di sekolah. Artikel ini dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, tapi diperbarui dengan beberapa kasus di Indonesia. Berikut beberapa cara mencegah virus Corona di sekolah.

Tingkatkan Sirkulasi Udara

tingkatkan sirkulasi udara
Cara mencegah virus Corona di sekolah yang pertama adalah, membuka pintu dan jendela kelas untuk meningkatkan sirkulasi udara. (Foto: Freepik)

Cara mencegah virus Corona di sekolah yang pertama adalah, membuka pintu dan jendela kelas untuk meningkatkan sirkulasi udara. Jika memungkinkan, tunggu hingga 24 jam sebelum Anda membersihkan kelas dan mendisinfeksi semua area yang ada di sekolah.

Cara Membersihkan dan Mendisinfeksi

rajin bersih-bersih
Rajin bersih-bersih bisa membantu mencegah penyebaran virus corona. (Foto: Freepik)

Untuk melakukan desinfeksi di sekolah, Anda harus menggunakan larutan pemutih rumah tangga yang sudah diencerkan. Kemudian gunakan juga larutan alkohol 70 persen dan disinfektan rumah tangga yang paling efektif.

Pemutih rumah tangga encer bisa digunakan untuk mengilangkan kotoran yang ada di permukaan meja, bangku, hingga lantai. Untuk menggunakannya, Anda harus melihat tanggal kadaluarsa, tidak boleh lewat. Sebab, pemutih rumah tangga yang tidak kadaluarsa sangat efektif melawan virus Corona bila sudah diencerkan dengan benar.

Anda tidak boleh mencampur pemutih rumah tangga dengan amonia atau pembersih lainnya.

Larutan pemutih nantinya Anda campurkan dengan lima sendok makan pemutih per galon air atau bisa dengan empat sendok teh pemutih per liter.

Hindari Bersalaman

hindari bersalaman
Di tengah mewabahnya virus corona, hindari bersalaman, bahkan dengan guru sekali pun. (Foto: Freepik)

Selama wabah virus Corona belum mereda, Anda sangat dianjurkan tidak melakukan salaman, meski dengan seorang guru sekalipun. Sebab, virus Corona bisa saja menular melalui jabatan tangan yang Anda lakukan.

Laundry Barang-Barang di Sekolah

laundry barang-barang di sekolah seperti tirai, pakaian, hingga seprai
Jika memungkinkan, cucilah pakaian kotor di sekolah menggunakan air hangat, yang sangat efektif membunuh kuman, virus dan bakteri. (Foto: Freepik)

Barang-barang dalam bentuk kain yang ada di sekolah harus dicuci. Namun, Anda tidak disarankan untuk mengocok cucian kotor. Hal ini perlu dilakukan agar mencegah penularan virus melalui udara.

Cara ini sangat efektif jika Anda mencuci barang sesuai dengan instruksi dari pabrik deterjen. Jika memungkinkan, cucilah pakaian kotor di sekolah menggunakan air hangat, yang sangat efektif membunuh kuman, virus dan bakteri

Pakaian orang yang sakit bisa dicuci dengan barang orang tidak sakit. Namun, perlu Anda ingat, mencucinya tidak dianjurkan dengan tangan. Bila terpaksa dengan tangan, segeralah mencuci tangan dengan sabun dan pembersih yang punya alkohol berkadar 60 persen.

Lengkapi dengan Pelindung Diri

lengkapi dengan pelindung diri
Sarung tangan dan masker harus dilepas dengan hati-hati supaya mengindari kontaminasi dari sang pemakai dengan daerah sekitar. (Foto: Freepik)

Untuk staf kebersihan di sekolah, sangat penting menggunakan alat pelindung diri. Pakailah sarung tangan ketika menyapu, membuang sampah, hingga melakukan tugas kebersihan lainnya.

Jika memungkinkan, pakailah alat pelindung diri tambahan seperti masker atau yang lainnya demi memperkecil risiko tertular virus COVID-19. Sarung tangan dan masker harus dilepas dengan hati-hati supaya mengindari kontaminasi dari sang pemakai dengan daerah sekitar.

Pastikan tangan sudah bersih ketika melepas sarung tangan. Jika terdapat kotorang di tangan, segeralah cuci dengan sabun selama 20 detik atau menggunakan pembersih tangan dengan kadar alkohol sebesar 60 persen.

Guru Tanggap, Bila Siswa tunjukkan Gejala Corona

guru harus tanggap jika ada murid yang menunjukkan gejala covid-19
Imbaulah murid yang punya gejala virus Corona untuk berdiam diri di rumah atau dirawat di rumah sakit.

Cara mencegah virus corona di sekolah melibatkan seorang guru. Setiap guru di Indonesia dituntut lebih tanggap bila ada siswanya yang menunjukkan gejala COVID-19.

Imbaulah murid yang punya gejala virus Corona untuk berdiam diri di rumah atau dirawat di rumah sakit.

Jika siswa Anda yang terkena gejala COVID-19 masih berada di sekolah, segera jauhkan dari murid lainnya. Hubungi orang tuanya supaya segera dijemput dan tidak menimbulkan kasus lebih banyak di sekolah.

Bersihkan dan disinfeksi semua permukaan dari benda yang disentuh siswa dengan gejala virus Corona di sekolah.

Langkah berikutnya bagi seorang guru adalah, meliburkan sekolah setelah ada murid yang terkena gejala COVID-19. Namun membuat keputusan meliburkan sekolah harus melihat kasus per kasus atau sesuai dengan arahan pemerintah setempat.

Jika memungkinkan, berilah bimbingan murid dengan cara on line. Cara mencegah virus Corona di sekolah ini membantu murid untuk terhindar dari COVID-19 yang sering muncul di tempat ramai, seperti di kelas.

Peran Ortu Jika Sekolah Diliburkan karena COVID-19

berikan pendidikan untuk anak
Berikan anak pemahaman seputar wabah Covid-19. (Foto: Freepik)

Dalam cara mencegah virus Corona di sekolah, orang tua murid juga memainkan peran penting. Hal yang harus dilakukan setiap orang tua adalah mencari tahu tentang batas waktu sekolah diliburkan.

Jika anak Anda terkena COVID-19, jangan izinkan sang anak pergi ke sekolah. Bawalah sang anak ke pusat layanan kesehatan untuk mendapat perawatan medis.

Sebagai orang tua, Anda harus berkomunikasi dengan guru untuk pembelajaran digital jarak jauh. Selanjutnya, Anda juga melarang anak untuk pergi ke tempat umum lainnya selama sekolah diliburkan, seperti yang terjadi di Jakarta dan Jawa Barat.

Bila perlu, selama sekolah diliburkan, Anda harus mencari bimbingan belajar ke rumah. Anak harus diberi kegiatan agar merasa tidak bosan selama berada di rumah.

Guru dan Ortu Harus Tenang dan Yakinkan Murid

guru dan orangtua harus tenang dan meyakinkan murid
Berikan siswa-siswa di sekolah informasi yang benar mengenai COVID-19, mulai itu dari gejala, pengobatan medis, hingga cara mencegah virus Corona di sekolah. (Foto: Freepik)

Seorang guru dan orangtua harus tetap tenang dan meyakinkan agar murid di sekolah tidak panik dengan COVID-19. Cara mencegah virus corona di sekolah ini perlu dilakukan supaya tidak menimbulkan kecemasan berlebih.

Perlu Anda ingat, jika ada murid yang terkena gejala COVID-19, jagalah jarak ketika harus melakukan kontak jarak dekat. Ingat, virus bisa membuat semua orang sakit, virus tidak peduli Anda dari etnis atau suku apapun.

Berikan siswa-siswa di sekolah informasi yang benar mengenai COVID-19, mulai itu dari gejala, pengobatan medis, hingga cara mencegah virus Corona di sekolah. Berbicara sesuai fakta mengenai COVID-19, bukan dari media sosial yang terkadang belum tentu kebenarannya.

Sebagai guru dan orangtua, Anda juga harus mengingatkan murid atau anak di sekolah untuk menjauh dari orang yang sedang batuk atau bersin-bersin. Ingatkan mereka juga untuk menggunakan masker atau tisu ketika sedang batuk dan bersin.

Kemudian, Anda juga harus memberikan contoh cara mencuci tangan yang benar. Hal ini harus menjadi kebiasaan sebagai cara mencegah virus Corona di sekolah.

Berikan Pemahaman tentang COVID-19 di Sekolah

berikan pemahaman tentang COVID-19 di sekolah
Untuk mencegah virus Corona di sekolah, Anda sebagai guru bisa memperaktikan beberapa kebiasaan baik. (Foto: Freepik)

Sebagai guru, Anda harus memberikan pemahaman tentang COVID-19. Ini juga bagian dari cara mencegah virus Corona di sekolah. Anda harus menjelaskan kepanjangan COVID-19 yakni penyakit Coronavirus 2019 yang merupakan jenis virus baru.

Virus ini juga membuat banyak orang di dunia jatuh sakit hingga meninggal dunia. Bukannya untuk menakut-nakuti, tapi hal ini perlu supaya murid bisa paham cara mencegah virus Corona di sekolah.

Untuk mencegah virus Corona di sekolah, Anda sebagai guru bisa memperaktikan beberapa kebiasaan baik, mulai dari cuci tangan dengan air bersih selama 20 detik, hingga tidak bersalaman.

Cara Menginformasikan Virus Corona ke Anak

cara menginformasikan virus corona ke anak
Orangtua harus meyakinkan anak-anak bahwa petugas kesehatan dan sekolah sedang bekerja keras untuk memastikan bahwa masyarakat akan tetap baik-baik saja. (Foto: Freepik)

Penting untuk diingat bahwa anak akan mencari bimbingan dari orang dewasa, khususnya orang tua, terkait bagaimana untuk bersikap menghadapi hal ini. Jika orang tua tampak terlalu khawatir, kecemasan anak-anak dapat meningkat. Orangtua harus meyakinkan anak-anak bahwa petugas kesehatan dan sekolah sedang bekerja keras untuk memastikan bahwa masyarakat akan tetap baik-baik saja. Ajarkan anak cara-cara yang efektif untuk mencegah penularan virus Corona.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat para orang tua lakukan dan ajarkan kepada untuk menjaga kesehatan keluarga dari virus corona covid-19, Triasse melansir dari Healthy Children:

  • Ajarkan anak untuk lebih rajin mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan. Cari yang berbasis alkohol 60 persen atau lebih tinggi. Namun, awasi penggunaan cairan pembersih tangan tersebut oleh anak anda sebab terdapat resiko keracunan apabila tidak mengenakannya dengan benar.
  • Jauhkan anak-anak Anda dari orang lain yang sakit. Untuk sementara waktu, jaga anak Anda untuk tetap di rumah jika mereka sakit.
  • Ajari anak-anak untuk menutup mulut ketika batuk atau bersin menggunakan tisu. Namun, dapat pula mereka mengenakan lengan atau siku mereka untuk menutup mulut ketika batuk dan bersin. Pastikan tisu yang mereka gunakan untuk menutup mulut hanya sekali pakai dan segera dibuang.
  • Bersihkan dan desinfeksi benda dan permukaan rumah tangga di rumah Anda.
  • Hindari menyentuh wajah Anda dan ajari anak-anak Anda untuk melakukan hal yang sama.
  • Hindari bepergian ke daerah yang sangat terinfeksi COVID-19.

Sementara, Child Mind Institute menegaskan para orang tua untuk tetap memperbaharui informasi sehingga tidak tertinggal informasi apapun mengenai wabah ini. Pastikan untuk terus mengomunikasikan apa yang Anda tahu sebagai orang dewasa kepada anak-anak sehingga mereka tidak akan mengalami kecemasan berlebih.

Cara Guru Menginformasikan Virus Corona ke Anak

cara guru menginformasikan virus corona ke anak
Ada sejumlah langkah berliterasi yang bisa dilakukan guru dalam melakukan percakapan di kelas terkait suatu masalah atau isu, termasuk tentang wabah virus Corona. (Foto: Freepik)

Child Mind Institute juga memaparkan tentang pentingnya mengembalikan literasi menjadi sesuatu yang bermakna bagi anak dan kehidupannya. Beri kesempatan berimajinasi dan melakukan pengamatan, misalnya. Minta mereka mewujudkan hasil imajinasi dan hasil pengamatan dalam bentuk nyata, menggunakan gambar, suara, gerak, maupun huruf dan angka.

Ada sejumlah langkah berliterasi yang bisa dilakukan guru dalam melakukan percakapan di kelas terkait suatu masalah atau isu, termasuk tentang wabah virus Corona. Merangkum dari Child Mind Institute, berikut cara membangun percakapan di kelas terkait wabah virus Corona, yakni:

1. Masalah di Sekitar

Guru menyiapkan masalah atau kenyataan yang terdekat dengan murid. Misalnya tentang virus Corona.

2. Guru Bertanya

Guru bertanya pada murid “Adakah masalah di sekitar kita?” dan “Adakah hal unik di sekitar di sekitar kita?”

3. Gali Pertanyaan

Guru menggali pertanyaan dari permasalahan yang ditemukan murid. Bila tidak, maka guru bisa melemparkan pertanyaan stimulus.

4. Diskusi

Langkah selanjutnya setelah menemukan permasalahan seperti virus Corona, guru dan murid melakukan diskusi, mengupas masalah, mencari solusi atau jawaban.

5. Sumber Resmi

Guru dan murid bersama-sama menggunakan sumber resmi dan terpercaya. Cara ini juga akan membuat murid terbiasa untuk mengenal sumber-sumber resmi dan terpercaya yang bisa ia andalkan untuk mencari jawaban.

6. Simpulan dan Refleksi

Kemudian, guru dan murid bersama-sama menyimpulkan dan berefleksi. Dengan begitu, Bukik melanjutkan, maka program literasi bisa menjadi jauh lebih kreatif. Program literasi tidak lagi semata menjadi urusan kekurangan fasilitas atau buku penunjang. Program literasi menjadi sesuatu yang berakar pada kebiasaan sehari-hari dan melekat pada lingkungan sekitar. Pada titik tersebut, program literasi adalah pintu masuk menuju terbentuknya budaya literasi. Literasi yang dipraktikkan sehari-hari.

7. Ajari Murid Etika saat Sakit

Selain melakukan pencegahan, baiknya orangtua dan guru juga memberi pemahaman pada anak tentang etika saat sedang sakit agar tidak menularkan virus pada teman-temannya. Caranya, ajak anak yang sedang sakit batuk dan pilek untuk mengenakan masker.

Minta anak untuk menggunakan tisu saat bersin dan batuk, lalu membuangnya di tempat sampah. Tak lupa, minta mereka untuk sering-sering mencuci tangan, hidung maupun mulut. Bila memungkinkan, ganti kontak fisik seperti salaman dengan ucapan salam untuk mengurangi risiko penyebaran.

8. Ajari Murid Bawa Bekal dari Rumah

Virus bisa menyebar melalui makanan yang terkontaminasi, misalnya terkena bersin atau tersentuh tangan orang yang sedang sakit. Untuk itu, sebagai cara mencegah virus corona di sekolah, ada baiknya bila orangtua membekali anak makanan rumahan yang lebih terjamin kebersihannya. Seorang guru harus menyarankan muridnya untuk olah makanan dengan higienis dan masak hingga matang. Hindari dahulu makanan mentah atau setengah matang demi mengurangi paparan bakteri maupun virus.

9. Bekal Sehat Imun yang Kuat

Menurut para ahli, ada sejumlah hal yang bisa memengaruhi kecepatan kesembuhan seseorang terhadap virus, yakni kecepatan penanganan pasien, daya tahan tubuh pasien waktu terjangkit virus dan apakah ada penyakit berat yang sedang dialami. Sehingga, selain melakukan langkah pencegahan “eksternal”, orangtua juga perlu memastikan anak memiliki daya tahan tubuh yang baik sebagai pencegahan “internal”.

Mengonsumsi vitamin dan imun booster bagus, sesuai dengan pola hidup yaitu yaitu vitamin adalah bagian dari pola makan dengan gizi berimbang. Tetapi jangan dilupakan bahwa makanan harus lengkap komponen gizinya yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. Untuk itu, pastikan anak-anak tak hanya dibekali makanan yang bersih dan matang, namun juga bergizi seimbang untuk meningkatkan daya tahan tubuh dari dalam.

Manual Kontrol Sekolah Sebelum & Selama Wabah

Panduan Pengaturan Sekolah Sebelum dan Selama Wabah
Ada sejumlah langkah berliterasi yang bisa dilakukan guru dalam melakukan percakapan di kelas terkait suatu masalah atau isu, termasuk tentang wabah virus Corona. (Foto: Freepik)

Sejumlah daerah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, Jambi, dan beberapa daerah lainnya memutuskan untuk meliburkan kegiatan di sekolah dan menggantinya dengan belajar jarak jauh di rumah sebacai cara mencegah penularan virus corona (penyebab COVID-19). Terdapat sejumlah cara agar anak disiplin belajar di rumah saat pandemi corona.

Belajar jarak jauh di rumah berarti orang tua atau pengasuh memiliki peran penting untuk memantau kegiatan anak di rumah selama sekolah diliburkan.

Jika tidak bisa menerapkan sistem belajar jarak jauh, anak bisa tertinggal dibandingkan siswa lainnya saat sekolah mulai kembali dilakukan dengan normal. Belum lagi, beberapa siswa seperti siswa kelas 12, kelas 9, dan kelas 6 juga akan menghadapi ujian nasional dan ujian sekolah.

Berikut beberapa cara agar anak disiplin belajar di rumah ataupun sekolah bila sudah diizinkan lagi kembali ke tempat pembelajaran.

1. Menjelaskan Situasi

Jelaskan situasi yang terjadi saat ini pada anak mengenai social distancing dan aktivitas di rumah atau sekolah. Berikan pemahaman bahwa anak tetap harus belajar di rumah dna patuh terhadap perintah guru di sekolah.

Jelaskan bahwa belajar di rumah merupakan salah satu cara mencegah penularan virus corona di sekolah. Tempat ramai seperti sekolah dan juga ruang publik lainnya dapat meningkatkan potensi penularan virus.

2. Konsultasi dengan Guru

Psikolog Personal Growth Gracia Ivonika menyarankan agar orang tua selalu aktif berkonsultasi dengan guru di sekolah. Tanyakan pada guru mengenai materi yang harus dipelajari anak, metode pembelajaran, serta tugas yang harus dikerjakan. “Orang tua juga perlu berkoordinasi aktif dengan pihak sekolah,” kata Ivonika.

Beri tahu pula perkembangan anak selama belajar di rumah agar guru dapat mengantisipasi langkah pembelajaran selanjutnya.

3. Buat Jadwal Teratur

Libur sekolah bukan berarti bisa berleha-leha. Jelaskan pada anak situasi yang terjadi bahwa sekolah tetap berlangsung dan hanya dipindahkan ke rumah. Oleh karena itu, buatlah jadwal yang teratur seperti kegiatan di sekolah.

Jadwal ini bisa mengikuti jadwal belajar anak di sekolah atau membuat jadwal belajar baru yang lebih fleksibel. Misalnya, seperti bangun pagi yang teratur, mandi, sarapan, belajar, istirahat dan bermain, dan belajar hingga waktu yang ditentukan, aktivitas bebas, mandi, dan tidur.

Beri tahu anak untuk disiplin mengikuti jadwal tersebut. Jelaskan pula orang tua akan terus memantau kegiatan belajar anak.

4. Belajar dan Bekerja Bersama

Aktivitas orang tua yang harus bekerja dari rumah bisa digabungkan dengan belajar bersama anak. Anak akan merasa lebih adil dan terpacu untuk belajar ketika orang tua juga ikut bekerja bersama. Jangan sampai anak diminta untuk belajar tapi orang tua justru bergosip atau menonton drama.

5. Bantu Anak Belajar

Bantu pula anak untuk memahami materi yang dipelajari. Jelaskan dengan baik kepada anak tentang apa yang orang tua pahami. Jika tidak mengerti materi pembelajaran, jangan sungkan untuk bertanya pada guru atau mencari sumber yang tepat untuk menjelaskan materi pada anak.

6. Manfaatkan Media Pembelajaran Daring (Online)

Orang tua juga bisa menerapkan media pembelajaran secara daring yang sudah disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta sejumlah lembaga yang memberikan akses secara gratis seperti Zenius dan Ruang Guru. Manfaatkan metode pembelajaran ini sebaik mungkin untuk mendapatkan video dan gambar sesuai dengan materi yang dibutuhkan anak.

7. Suasana yang Nyaman

Sebagai cara mencegah virus corona, buat suasana yang nyaman untuk bekerja dan belajar di rumah agar anak tidak rindukan suasana di sekolah. Beraktivitas di rumah berarti memiliki kebebasan dan keleluasaan untuk bereksplorasi. Orang tua bisa mengajak anak belajar di ruang keluarga atau pekarangan rumah untuk mendapatkan udara yang terbuka. Menggunakan benda tambahan seperti bantal dan menyiapkan makanan ringan juga bisa dilakukan agar anak betah belajar.

Bagikan ke Teman:
Alexander Sitepu
Extremely motivated to constantly develop my skills and grow professionally. I am confident in my ability to come up with interesting ideas.