COVID-19: Cara Mencegah Corona Virus di Fasilitas Kesehatan

COVID-19: Cara Mencegah Corona Virus di Fasilitas Kesehatan
Fasilitas kesehatan harus memiliki strategi dan panduan cara mencegah corona virus, termasuk untuk pasien suspect dan rawat jalan. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Fasilitas kesehatan merupakan tempat yang paling rawan penyebaran COVID-19 dan juga sarana efektif sebagai cara melawan corona virus. Mengapa? Karena di fasilitas kesehatan seperti klinik, puskesmas hingga rumah sakit banyak pasien yang sudah suspect COVID-19.

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya.

Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID- 19. Atau bisa juga seseorang terinfeksi virus corona ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita.

Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya. Terus pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

Dalam artikel tips harian oleh Triasse ini, Anda bisa memdapat pemahaman soal cara mencegah corona virus di fasilitas kesehatan. Artikel ini seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, tapi diperbarui dengan beberapa kasus di Indonesia.

1. Langkah yang Harus Diambil dari Faskes

langkah yang harus diambil di fasilitas kesehatan
Staf fasilitas kesehatan harus memahami cara mencegah corona virus dan mengetahui apa yang harus mereka lakukan untuk mempersiapkan diri. (Foto: Freepik)

Pertama, Anda harus menentukan waktu dengan staf untuk membahas dan memberikan pendidikan soal COVID-19. Staf fasilitas kesehatan harus memahami cara mencegah corona virus dan mengetahui apa yang harus mereka lakukan untuk mempersiapkan diri.

Para petugas medis harus tahu tentang bagaimana cara COVID-19 menyebar, pencegahan serta pengendalian infeksi corona virus. Setiap petugas medis harus paham cara mencegah corona virus dengan cara mengurangi kunjungan keluarga pasien.

Selanjutnya, petugas medis harus menginstruksikan pasien untuk menggunakan jalur yang sesuai untuk penderita corona virus. Pasien corona virus biasanya memiliki gejala seperti demam, batu, atau sesak napas.

Direktur Utama sebuah fasilitas kesehatan harus meningkatkan protokol sehingga para perawat bisa melakukan triase dan penanganan pasien dengan cepat.

Selanjutnya, petugas medis harus mengidentifikasi pasien mana saja yang harus berada di rumah dan perlu mendapat perawatan darurat. Ini merupakan cara mencegah corona virus untuk meminimalisir penularan.

2. Panduan Fasilitas Kesehatan

panduan fasilitas kesehatan
Setiap fasilitas kesehatan juga wajib memiliki pembersih tangan dengan alkohol berkadar 65 hingga 90 persen. (Foto: Freepik)

Pihak penyedia fasilitas kesehatan juga diwajibkan untuk menempel tanda visual (poster) di pintu masuk dan tempat-tempat strategis untuk memberikan instruksi tentang kebersihan tangan, pernapasan, dan etika batuk yang benar.

Setiap fasilitas kesehatan juga wajib memiliki pembersih tangan dengan alkohol berkadar 65 hingga 90 persen. Ini merupakan cara mencegah corona virus yang bisa menular dengan cara bersalaman.

3. Strategi Pencegahan Corona Jangka Panjang di Faskes

strategi pencegahan jangka panjang virus corona di faskes
Tenaga medis harus mempersenjatai diri dengan informasi yang akurat dan bermanfaat sebagai cara mencegah corona virus. (Foto: Freepik)

Tenaga medis harus memberikan perawatan terbaik dan sumber informasi terpercaya untuk menangani pasien dengan gejala corona virus. Tenaga medis harus mempersenjatai diri dengan informasi yang akurat dan bermanfaat sebagai cara mencegah corona virus.

Setiap perawat yang bertugas harus menjaga pasien COVID-19 dan staf lainnya agar tetap aman. Sangat penting menjaga pasien untuk melindungi kesehatan tubuh pribadi supaya tidak tertular wabah yang pertama kali muncul di Wuhan, China, Desember 2019.

Perawat juga harus memanfaatkan telemedis bila memungkinkan. Ini adalah cara mencegah corona virus yang terbaik untuk melindungi pasien dan staf dari COVID-19. Namun, ketika telemedicine tidak memungkinkan, tindakan sederhana saja dapat membantu mengurangi risiko penyebaran dan menjaga orang di sekitar tetap aman.

Untuk Anda diketahi juga, CDC’s Ready to Care for COVID-19 adalah sumber daya dengan alat praktis yang dapat digunakan oleh dokter untuk merawat pasien dengan gejala COVID-19. Ini akan diperbarui secara teratur untuk membantu dokter beradaptasi ketika wabah menyebar.

Jika ada pasien yang harus dirawat jangka panjang, setiap kamar harus disediakan pembersih tangan beralkohol dengan kadar 60 hingga 95 persen. Cara mencegah corona virus ini sangat ideal di berbagai fasilitas kesehatan. Sediakan juga pembersih tangan ini di ruang maka, tempat terapi, hingga tempat-tempat strategis lainnya.

Selain itu, fasilias kesehatan juga harus memastikan di setiap wastafel dipenuhi dengan sabun dan tisu sekali pakai untuk cuci tangan pengunjung yang berniat membesuk pasien dengan gejala COVID-19.

4. Panduan Fasilitas Rawat Jalan Pasien

panduan fasilitas rawat jalan pasien
Jika seorang yang punya gejala COVID-19 dan harus dirawat di rumah, dia harus sering melaporkan perkembangan yang dideritanya melalui sambungan telepon. (Foto: Freepik)

Tim medis harus mengatur ulang kunjungan rawat jalan yang tidak mendesak, jika diperlukan. Ini perlu dipertimbangkan sebagai cara mencegah corona virus yang menjangkau orang dengan risiko lebih tinggi terjangkit COVID-19, misalnya orang lanjut usia, hingga orang dengan penyakit pernapasan yang kronis.

Jika seorang yang punya gejala COVID-19 dan harus dirawat di rumah, dia harus sering melaporkan perkembangan yang dideritanya melalui sambungan telepon kepada petugas kesehatan. Bila perlu, sang pasien melaporkan kesehatannya tiga kali sehari.

Pihak fasilitas kesehatan juga harus menyarankan keluarga pasien untuk berjaga jarak dengan pasein. Jarak antara pasien sejauh enam kaki. Ini merupakan jarak aman sebagai cara mencegah virus Corona menyebar ke orang terdekat.

Selain itu, pasien juga harus menggunakan masker. Cara mencegah virus corona ini dilakukan untuk menularkan penyakit ini ketika pasien batuk dan bersin. Sediakan pula tempat yang bisa dipakai untuk merawat pasien dengan gejala COVID-19.

Pemakaian masker hanya bagi orang yang memiliki gejala infeksi pernapasan (batuk atau bersin), mencurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, mereka yang merawat orang yang bergejala seperti demam dan batuk, dan para petugas kesehatan.

Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19 adalah mencuci tangan secara teratur, tutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk.

Pasien simtomatik yang perlu mendapat perawatan secepat mungkin harus menelepon pihak fasilitas kesehatan sebelum meninggalkan rumah. Cara mencegah corona virus perlu dilakukan agar petugas medis siap menerima dan memberikan perawatan yang benar.

Selanjutnya, pihak fasilitas keamanan perlu menghilangkan aturan tentang pembatalan janji untuk pasien yang menderita penyakit pernapasan.

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."