Cara Menangani Virus Corona di Penampungan Tunawisma

cara menangani virus corona
Bagikan ke Teman:

Tunawisma punya risiko yang lebih tinggi terinfeksi virus corona. Artikel ini punya panduan untuk cara menangani virus corona bagi penyedia layanan tunawisma.

Seperti diketahui, COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus baru. Ada banyak yang harus dipelajari tentang penularan, keparahan, ciri-ciri yang terkena penyakit, hingga cara menangani virus corona.

Artikel Triasse ini seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, tapi diperbarui dengan beberapa kasus di Indonesia. Virus corona di Indonesia sendiri sudah membuat tujuh orang meninggal dunia.

Tunawisma pun dikhawatirkan terkena wabah yang pertama muncul di Wuhan, China, Desember 2019. Untuk menangani tunawisma dari COVID-19 perlu dilakukan rencana, persiapan hingga antisipasi ancaman kesehatan yang muncul pada saat ini. Di bawah ini adalah tips harian mengenai cara menangani virus corona di penampungan tunawisma.

Panduan Penampungan Tunawisma

panduan penampungan tunawisma
Cara terbaik untuk memlindungi tunawisma dari virus corona adalah membuat penampungan darurat.

Cara terbaik untuk melindungi tunawisma dari virus corona adalah membuat penampungan darurat. Cara menangani virus corona bagi orang yang tidak punya rumah dilakukan oleh penyedia layanan tunawisma.

Ketika Anda membuat penampungan tunawisa sebagai cara menangani virus corona, selain obat-obatan, Anda harus mempersiapkan keperluan lainnya, seperti makanan, perlengkapan mandi, air bersih, hingga pakaian bersih.

Namun cara menangani virus corona ini perlu komunikasi berkelanjutan dengan Kementerian Kesehatan untuk diberikan akses ke informasi yang relevan sebelum dan selama virus corona masih ada di Indonesia.

Ini merupakan rencana darurat sebagai cara menangani virus corona. Selama proses perencanaan penampungan tunawisma, penyedia layanan tunawisma harus berkolaborasi, berbagi informasi, dan melakukan peninjauan untuk membantu dan melindungi tunawisma dari COVID-19.

Tetapkan waktu dan tempat untuk membahas apa yang harus dilakukan pelayanan tunawisma jika kasus virus corona sudah ada di sana. Anda juga harus identifikasi tempat perawatan atletnatif untuk tunawisma yang terinfeksi COVID-19.

Ketika Anda membuat penampungan tunawisma, Anda harus membuat daftar kontak utama di Kementerian Kesehatan. Ini perlu dilakukan agar Kementerian Kesehatan mengetahui jumlah tunawisma yang berada di penampungan selama wabah COVID-19.

Selain itu, Anda juga harus memiliki fasilitas perawatan kesehatan. Pasalnya, tunawisma biasanya punya penyakit pernapasan akibat sering tidur di jalanan. Mereka pun sangat mudah terkena COVID-19.

Tentunya, Anda harus mengindentifikasi tunawisma yang memiliki potensi lebih tinggi terkena virus corona. Biasanya, orang yang lebih mudah terjangkit COVID-19 adalah orang yang sudah lanjut usia.

Ketika semua sudah teridentifikasi, Anda harus mempunyai beberapa tim medis yang mendapat rekomendasi dari fasilitas kesehatan di dalam penampungan darurat untuk tunawisma.

Sebagai penyedia layanan, Anda harus memberi tahu cara menangani virus corona kepada tunawisma. Informasi bisa dibuat dengan cara poster. Bila memungkinkan, Anda harus memberikan pengarahan melalui audio mengenai cara menangani virus corona. Sebab, banyak tunawisma yang tidak bisa membaca.

Dalam penampungan darurat, Anda harus menyediakan air bersih dan sabun untuk mencuci tangan atau pembersih dengan kadar alkohol 65 persen untuk para tunawisma. Anda juga wajib menyediakan masker dan tisu sekali pakai untuk tunawisma yang mengalami gejala COVID-19.

Jika ada kasus dalam penampungan darutat, Anda harus melaporkannya ke tim medis, rumah sakit, hingga ke Kementerian Kesehatan. Selain itu, Anda harus memisahkan orang yang sakit dengan tunawisma lainnya agar COVID-19 tidak menyebar.

Ketika ada tunawisma yang memiliki gejala virus corona di penampungan, Anda harus memiliki ruang untuk merawatnya. Cara menangani virus corona ini penting agar tunawisma lainnya tidak tertular.

Membersihkan dan Membasmi Virus Corona

membersihkan dan membasmi virus corona
Cara penanganan virus corona di penampungan tunawisma adalah dibersihkan dan virusnya dibasmi. (Foto: Freepik)

Penampungan tunawisma sama seperti sekolah, pusat penitipan anak, hingga kantor. Maksudnya tempat yang dikerumuni orang banyak dan punya potensi ‘dikunjungi’ virus corona.

Dengan demikian, cara menangani virus corona, yakni sama seperti tempat non kesehatan lainnya, dibersihkan dan virusnya dibasmi. Bagaimana caranya? Hal pertama yang harus dilakukan dari cara menangani virus corona adalah membersihkan tempatnya terlebih dahulu sebelum para tunawisma berada di penampungan.

Bersihkan dengan desinfeksi, bila perlu bersihkan semua ruangan dengan detergen yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan. Setelah itu, Anda harus membuka pintu dan jendela luar untuk mendapatkan sirkulasi udara. Bila perlu, Anda harus menunggunya selama 24 jam untuk mengurangi kuman dan virus yang berada dalam ruangan.

Ketika Anda membersihkan penampungan tunawisma, ada baiknya menggunakan larutan pemutih rumah tangga yang sudah diencerkan ditambah dengan alkohol 70 persen. Dua alat itu dinilai para peneliti Amerika Serikat efektif untuk membasmi kuman dan virus.

Cara menangani virus corona selanjutnya adalah mencuci barang-barang dalam bentuk kain, seperti tirai, seprai, hingga pakaian, Anda harus mencucinya dengan detergen sesuai anjuran yang ada di label. Namun, ketika dicuci, Anda tidak boleh mengocoknya karena kuman dan virus bisa menyebar melalui udara.

Jika memungkinkan, cucilah semua itu dengan air hangat, kemudian keringkan di bawah sinar matahari. Pakaian orang sakit bisa dicampur dengan yang tidak sakit, tapi harus sesuai dengan pedoman di atas.

Anda juga harus menggunakan sarung tangan dan gaun sekali pakai selama membersihkan penampungan tunawisma. Sarung tangan dan gaun haris kompatibel dengan produk desinfektan yang digunakan. Perlu diingat, sarung tangan harus segera dilepas dan dibuang setelah membersihkan tempat penampungan dengan hati-hati agar tidak ada virus yang tersisa.

Perlu Anda ingat, seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80 persen kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap.

Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3 persen), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50 persen kasus konfirmasi telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.

Perlu Anda ingat juga, pemakaian masker hanya bagi orang yang memiliki gejala infeksi pernapasan (batuk atau bersin), mencurigai infeksi COVID-19 dengan gejala ringan, mereka yang merawat orang yang bergejala seperti demam dan batuk, dan para petugas kesehatan.

Cara yang paling efektif untuk melindungi diri dan orang lain dari penularan COVID-19 adalah mencuci tangan secara teratur, tutup mulut saat batuk dengan lipatan siku atau tisu, dan jaga jarak minimal satu meter dari orang yang bersin atau batuk.

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *