Cara Kurangi Risiko Efek Samping Vaksin Covid-19

Cara Kurangi Risiko Efek Samping Vaksin Covid-19
Efek samping vaksin mungkin muncul setelah Anda menerima suntikan vaksinasi Covid-19. Namun hal ini bisa diminimalisir risikonya. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Vaksin Covid-19 akhirnya sudah dibuat. Sejak pertengahan Januari 2021 silam, pelaksanaan vaksin Covid-19 di Indonesia sudah digelar. Pemberian vaksinasi covid-19 ini dilakukan untuk mengurangi risiko terinfeksinya virus corona yang dapat menimbulkan gejala penyakit. Namun, efek samping vaksin sempat menimbulkan kekhawatiran dan membuat orang ragu untuk melakukannya.

Perlu diketahui, vaksin Covid-19 bekerja untuk mengembangkan respon kekebalan untuk melindungi tubuh dari infeksi virus. Untuk mendapatkan kekebalan tubuh yang dibutuhkan, vaksinasi ini harus dilakukan selama dua tahap. Biasanya jeda antara vaksin pertama dan kedua, yaitu 14 hari.

Seperti imunisasi lainnya, bisa jadi ada efek samping yang muncul. Efek samping vaksin ini juga tidak bisa disamaratakan, karena bisa jadi berbeda pada masing-masing individu. Selain itu, efek samping ini biasanya juga akan muncul dalam waktu singkat, dan kemudian hilang dengan sendirinya.

Efek Samping Vaksin Covid-19

Efek samping vaksin covid-19
WHO menjelaskan ada beberapa efek samping vaksin Covid-19 yang mungkin muncul. (Foto: Freepik)

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menjelaskan bahwa ada beberapa efek samping atau reaksi setelah vaksinasi Covid-19 yang mungkin muncul. Hal ini sangat normal dan sudah diperkirakan. Adanya reaksi ini menandakan bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus. Berikut beberapa reaksi yang paling umum:

  • Terdapat nyeri atau kemerahan di area suntikan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Kelelahan
  • Demam ringan

Efek samping ini bersifat sementara dan berlangsung kurang dari satu minggu. Namun, jika lebih dari satu minggu efek samping tersebut tidak kunjung hilang, segera periksakan ke dokter atau beri tahu kepada petugas kesehatan yang memberikan vaksin.

Menurut WHO yang diwakili oleh Ayako Fukushima, tidak semua orang akan mendapatkan reaksi ringan setelah vaksinasi. Pasti ada beberapa orang yang mengalami reaksi berat dan harus segera melaporkan kepada petugas pelayanan kesehatan.

Sebab, dengan adanya pelaporan tersebut, petugas kesehatan akan mengobati gejala yang dialami oleh penerima vaksin, kemudian otoritas kesehatan pun akan melakukan penyelidikan yang lebih terperinci mengenai penyebab timbulnya masalah ini. Ada banyak dugaan yang bisa diselidiki dari reaksi berat yang timbul setelah vaksinasi dan WHO selalu mendukung penyelidikan ini untuk seluruh negara di dunia.

Fukushima menjelaskan bahwa setiap vaksin Covid-19 telah melalui proses pengujian berbagai tahap yang sangat ketat untuk memastikan keamanannya sebelum didistribusikan ke masyarakat dunia. Hingga saat ini, WHO jarang sekali mendapatkan informasi mengenai masalah kesehatan tubuh yang sangat berat karena vaksinasi. Oleh karena itu, jangan takut untuk melakukan vaksin karena dengan cara ini Anda akan melindungi diri sendiri dan juga orang di sekitar dari Covid-19.

Cara Kurangi Efek Samping Vaksin Covid-19

cara kurangi risiko efek samping vaksin
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek samping setelah vaksinasi. (Foto: Freepik)

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek samping setelah vaksinasi:

Pastikan Sudah Makan

Pastikan Anda sudah mengonsumsi nutrisi yang bergizi sebelum melakukan vaksinasi. Sebab, makanan bergizi dapat membantu sistem kekebalan tubuh bekerja secara maksimal. Pastikan Anda dalam kondisi yang tidak lapar atau haus ketika menerima vaksin

Tidur yang Cukup

Mungkin satu hari sebelum menerima vaksin Anda merasa takut atau cemas yang berlebihan. Padahal kondisi ini yang membuat imunitas tubuh menurun. Ada baiknya Anda lakukan istirahat yang cukup agar ketika menerima vaksin kondisi tubuh dalam keadaan fit. Selain asupan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup juga bisa meningkatkan imunitas dalam tubuh.

Hindari Kopi dan Alkohol

Sebelum proses vaksinasi selesai, dihimbau untuk tidak mengonsumsi kopi dan minuman yang mengandung alkohol. Hal ini dilakukan agar tidak ada yang mempengaruhi tekanan darah. Sebab, seperti yang kita tahu, kafein memiliki dampak terhadap tekanan darah dan vaksinasi bisa dilakukan jika penerima memiliki tekanan darah di bawah 180/110 mmHg. Jangan karena Anda mengonsumsi kopi atau alkohol, kesempatan untuk mendapatkan vaksin harus dibatalkan.

Atur Waktu untuk Vaksin Tahap Kedua

Untuk penerimaan vaksin Covid-19 ini dilakukan secara dua tahap. Biasanya vaksin tahap kedua akan dilakukan 14 hari setelah penerimaan vaksin tahap pertama. Untuk tahap kedua ini Anda diwajibkan hadir supaya mendapatkan hasil yang maksimal dari vaksinasi tersebut.

Selain itu, ada baiknya untuk lakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Medical check-up bisa mengurangi efek samping vaksin dan juga memastikan kondisi tubuh siap untuk menerima vaksinasi yang akan diberikan. Perlu diketahui, beberapa kondisi kesehatan seperti epilepsi, darah tinggi, orang dengan HIV, dan beberapa lainnya membutuhkan perhatian khusus sebelum menerima vaksin Covid-19.

Lakukan medical check-up pra-vaksin ini sekitar 7 hari sebelum Anda berencana akan melakukan vaksinasi. Hasil bisa didapatkan tiga hari setelah pengecekan.

Untuk lebih jelasnya, cek di sini. Pastikan juga untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin secara berkala dua kali dalam setahun. Cek berbagai paket pemeriksaan lainnya di Triasse sesuai dengan kebutuhan.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.