Apakah Vaksin Booster Cara Terbaik Lawan Omicron?

Apakah Vaksin Booster Cara Terbaik Lawan Omicron?
Dua dosis vaksin saja rupanya tidak cukup untuk lindungi Anda dari varian Omicron, karena itu segera lakukan vaksin booster. (Foto: Istimewa)
Bagikan ke Teman:

Imunitas yang diberikan oleh vaksin Covid-19 akan memudar seiring waktu, tapi data menunjukkan, vaksin booster memberikan perlindungan yang lebih baik melawan semua varian–termasuk varian Omicron yang lebih menular.

Melansir National Geographic, seiring menyebarnya varian Omicron, para ahli mengatakan perlindungan terbaik melawan semua varian viral yang meyebabkan Covid-19 adalah vaksin yang diikuti oleh satu suntikan booster beberapa bulan setelahnya.

Sejak vaksin mRNA pertama melawan Covid-19 diotorisasi pada 11 Desember 2020, studi menunjukkan orang-orang yang tidak divaksin berisiko lima kali lipat terinfeksi dan 10 kali lipat berisiko dirumahsakitkan dan bahkan meninggal akibat Covid-19 dibanding mereka yang divaksin penuh.

Namun riset dari Israel dan Amerika Serikat juga mengungkapkan bahwa imunitas yang dipicu oleh vaksin melawan virus corona SARS-CoV-2 akan memudar dalam enam sampai delapan bulan. Hal ini sangatlah mengkhawatirkan terutama semakin banyak populasi yang terpapar varian Omicron, yang pertama kali dideteksi pada bulan November di Afrika Selatan.

Sampai saat ini, Omicron telah dilaporkan di 77 negara. Di Amerika Serikat, varian ini ditemukan pada lebih dari 37 negara bagian dan mencapai sampai 3 persen dari kasus keseluruhan; sisanya masih disebabkan oleh varian Delta. Namun di London mayoritas kasus yang dilaporkan positif SARS-CoV-2 adalah akibat Omicron, dan juga penyebab dominan di Afrika Selatan.

Namun, vaksin booster bisa mengembalikan tingkat antibodi sampai ke nilai puncaknya–memberikan perlindungan yang lebih perkasa melawan Omicron.

“Vaksin membantu melindungi Anda, atau setidaknya mencegah Anda berisiko kehilangan nyawa akibat penyakit ini,” ujar Leo Poon, seorang ahli virologi dri University of Hong Kong yang mendeteksi beberapa kasus Omicron pertama di luar Afrika Selatan. “Dan tak peduli apapun itu, baik Omicron atau Delta, melakukan booster akan menguntungkan.”

Apa Itu Vaksin Booster?

apakah mixing vaksin efektif
Studi menemukan, mixing vaksin Covid-19 Pfizer dan AstraZeneca memicu respons imun yang lebih kuat. (Foto: Shutterstock)

Vaksin Covid-19 melatih sistem imun tubuh untuk membuat antibodi menggunakan versi sintetis dari protein lonjakan virus–bagian virus yang membantu mengikat sel manusia. Jika seseorang yang sudah divaksinasi kemudian terpapar virus, antibodi akan mengenalinya dan mengikat protein lonjakan untuk mencegah infeksi.

Dosis pertama dari vaksin mRNA akan mempersiapkan sel-sel untuk membuat antibodi dan dosis kedua mematangkan dan meningkatkan antibodi untuk mengikat protein lonjakan lebih kuat, jadi mereka tidak bisa berlabuh pada reseptor sel. Pada kasus vaksin Johnson & Johnson, satu dosis sudah cukup untuk membuat antibodi yang bisa melawan virus corona original.

Namun untuk semua vaksin Covid-19 yang sudah diotorisasi sampai saat ini, tingkat antibodi akan pelan-pelan menurun, ujar Maria Elena Bottazzi, seorang ahli vaksi di Texas Children’s Center for Vaccine Development di Baylor College of Medicine, Amerika Serikat. Disinilah kemudian vaksin booster berperan.

Dosis booster yang saat ini direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat adalah untuk semua orang yang berusia 18 tahun ke atas. CDC mengatakan orang-orang sebaiknya menerima booster enam bulan setelah dosis kedua vaksin mRNA, atau dua bulan setelah vaksin J&J. CDC juga merekomendasikan booster untuk mereka yang berusia 16 dan 17 tahun dan sudah divaksin penuh dengan dua dosis.

Ilmuwan masih mengumpulkan bukti tentang seberapa lama kekebalan dari vaksin booters bertahan dan apakah akan dibutuhkan tambahan lagi nantinya.

Bagaimana Omicron Mempengaruhi Efek Vaksin?

bagaimana omicron pengaruhi efek vaksin
Varian Omicron memiliki kemampuan menghindari kekebalan yang dipicu oleh vaksin. (Foto: Freepik)

Karena Omicron telah mengakumulasi lebih dari 30 mutasi protein lonjakan dibandingkan dengan virus corona original, varian ini sepertinya bisa menghindari antibodi yang diberikan oleh dua dosis vaksin, terutama seiring menurunnya antibodi dalam darah.

Dalam studi yang dilakukan di Inggris dan belum lagi dilakukan uji sejawat, efektivitas dari dua dosis vaksin Pfizer atau AstraZeneca dalam mencegah simtom Covid-19 dari Omicron turun sampai kurang dari 40 persen dalam 15 minggu setelah dosis kedua. Terdapat juga penurunan yang lebih kecil pada efektivitas dari vaksin Pfizer melawan Delta, tapi efektivitas vaksin masih turun sampai 60 persen setelah 25 minggu.

Studi pendahuluan lainnya dari Afrika Selatan, Israel, dan Prancis juga menunjukkan penurunan tajam pada kemampuan antibodi menetralisir Omicron pada orang-orang yang telah divaksinasi dengan dua dosis Pfizer dan Moderna.

Vaksin Booster Masih Berfungsi Lawan Omicron

vaksin booster masih berfungsi lawan Omicron
Vaksin booster beri perlindungan yang cukup lawan Omicron. (Foto: Istimewa)

Kabar baiknya adalah, satu dosis booster dari vaksin Pfizer meningkatkan antibodi sampai 25 kali lipat, yang seharusnya cukup untuk menetralisir Omicron. Satu dosis booster Moderna juga memperbaiki penetralisiran Omicron dibandingkan hanya dua dosis sebelumnya.

“Dua dosis dengan penurunan kekebalan artinya tidak ada perlindungan dalam beberapa bulan setelah dua dosis,” ujar Peter Hotez, seorang dokter spesialis anak dan ilmuwan vaksin di Baylor College of Medicine, AS. “Booster setidaknya memberikan Anda perlindungan sampai 70 persen.”

Studi lain menunjukkan ketika orang-orang menerima dosis vaksin booster mRNA apapun, tingkat antibodi mereka melawan Omicron meningkat sampai ke level proteksi yang dianggap cukup untuk mencegah infeksi Covid-19.

“Vaksin booster kami bekerja melawan Omicron,” ujar Anthony Fauci, Kepala Penasihat Medis untuk Presiden AS, saat memberikan kabar terbaru terkait Covid-19 di Gedung Putih pada tanggal 15 Desember lalu. “Pada titik ini, tidak ada keperluan untuk booster yang menyasar varian tertentu secara khusus,” tambahnya.

Namun, sejauh ini data-data yang ada berasal dari studi laboratorium, dan kekebalan yang melibatkan lebih dari sekedar antibodi. Data sebenarnya lebih penting untuk meneliti seefektif apa vaksin booster saat ini melawan Omicron dalam jangka panjang.

Program Vaksin Triasse

pilihan untuk mencegah dan mengobati Covid-19
Triasse menyediakan program vaksinasi khusus karyawan sebagai pilihan pencegahan Covid-19. (Foto: Freepik)

Meningat laporan sudah ditemukannya kasus terinfeksi varian Omicron di Indonesia, Triasse mencoba membantu menekan dan menurunkan jumlah orang yang terinfeksi melalui program vaksinasi. Menggunakan vaksin Sinopharm yang memiliki efikasi sampai 79 persen, perusahaan kini bisa mengikuti Program Vaksin Gotong Royong yang diadakan oleh Triasse bersama Kimia Farma.

Program vaksin khusus karyawan perusahaan ini diharapkan bisa membantu menstabilkan dan menekan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sambil menjaga produktivitas dan kinerja karyawan dan perusahaan.

Selain itu, ada baiknya untuk lakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Medical check-up bisa mengurangi efek samping vaksin dan juga memastikan kondisi tubuh siap untuk menerima vaksinasi yang akan diberikan. Perlu diketahui, beberapa kondisi kesehatan seperti epilepsi, darah tinggi, orang dengan HIV, dan beberapa lainnya membutuhkan perhatian khusus sebelum menerima vaksin Covid-19.

Lakukan medical check-up pra-vaksin ini sekitar 7 hari sebelum Anda berencana akan melakukan vaksinasi. Hasil bisa didapatkan tiga hari setelah pengecekan.

Untuk lebih jelasnya, cek di sini. Pastikan juga untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin secara berkala dua kali dalam setahun. Cek berbagai paket pemeriksaan lainnya di Triasse sesuai dengan kebutuhan.

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.