Angka Kematian Indonesia Akibat Covid-19 Tembus 100 Ribu

Angka Kematian Indonesia Akibat Covid-19 Tembus 100 Ribu
Angka kematian akibat Covid-19 mencapai angka lebih dari 100.000 di Indonesia. (Foto: Bay Ismoyo/AFP/Getty Images)
Bagikan ke Teman:

Indonesia mencapai titik muram sehubungan pandemi Covid-19. Lebih dari 100.000 orang meninggal akibat virus corona, menjadikan negara kita negara kedua di Indonesia yang mencapai ambang batas ini.
Setelah berminggu-minggu menduduki posisi puncak angka perhitungan harian dunia akibat Covid, Indonesia mencapai 1.747 kematian hari Rabu (3/7/2021) lalu, menurut Kementerian Kesehatan, menjadikan jumlah totalnya mencapai 100.636.

Angka Kematian Akibat Covid

Indonesia adalah salah satu dari 11 negara di dunia–termasuk Brasil dan India–yang angka kematiannya mencapai lebih dari 100.000 akibat pandemi yang mulai tahun lalu ini. Hal ini menunjukkan bahwa episentrum virus ini telah berpindah dari Eropa dan Amerika ke Asia Tenggara. Walaupun jumlah angka kematian di Indonesia lebih sedikit dibanding Amerika Serikat, cakupan vaksinasi dan sistem kesehatan yang tidak lengkap membuat angka kematiannya jadi lebih tinggi.

Baru 8 persen dari total 270 juta penduduk yang sudah divaksinasi penuh. Angka ini jauh lebih kecil jika dibandingkan populasi AS yang setengahnya sudah divaksinasi, menurut perhitungan Bloomberg.

Angka kematian ini meningkat secara mengerikan di Indonesia. Lebih dari sepertiga kematian ini tercatat hanya dari bulan Juli. Ini terjadi ketika varian virus Delta menyebar, membuat rumah sakit kewalahan dan kehabisan pasokan tangki oksigen yang sangat dibutuhkan. Kebanyakan kasus kematian disebabkan oleh penanganan yang terlambat. Ini karena fasilitas kesehatan mau tak mau hanya bisa menerima pasien dengan kondisi terparah walaupun sudah menyiapkan tempat tidur sampai ke lorong dan tempat parkir. Bahkan di beberapa tempat apartemen diubah menjadi pusat isolasi, tapi masih belum mencukupi.

Setidaknya 2.837 orang meninggal saat melakukan isolasi mandiri di rumah. Pemerintah mendorong hanya yang kasusnya sangat parah saja yang datang ke rumah sakit yang dimana-mana sudah penuh, ini menurut data yang dikompilasi oleh platform LaporCovid19.

Di Luar Jawa

Pada awal Juli, pemerintah menetapkan peraturan terketatnya sejauh ini, di pulau Jawa dan Bali untuk menekan penyebaran virus, sebelum melebarkan peraturan ini ke provinsi lain. Kasus harian kemudian mulai menurun dari puncaknya yang dicapai pada tanggal 15 juli, terutama di Jakarta. Infeksi Covid-19 kini mulai menyebar ke daerah-daerah di luar Jawa, termasuk Kalimantan Timur dan Riau.

Menanggapi situasi ini, pemerintah semakin menggencarkan penyebaran vaksin dengan target harian 2,5 juta dosis. Target selanjutnya diharapkan bisa mencapai dua kali lipat. Permasalahan utama yang mengganjal untuk bisa mencapai target adalah kurangnya persediaan. Vaksin Sinovac yang diandalkan oleh pemerintah perlu dipersiapkan dulu setelah diimpor dari manufakturnya di China. Proses ini butuh waktu satu sampai dua bulan. Indonesia baru saja mulai menerima vaksin Pfizer dan Moderna melalui Covax dan kesepakatan bilateral.

Berbeda dengan penduduk negara lain yang segan untuk divaksin, masyarakat Indonesia ingin divaksin tapi tidak dapat akses. Diantara mereka yang belum menerima suntikan, 80 persen mengatakan mereka mau divaksin, dan mencari akses yang memungkinkan. Lebih dari 65 persen dari mereka yang sudah divaksin mengatakan, mereka melakukannya atas keinginan sendiri, diikuti 31 persen yang disuruh oleh tempat kerja atau otoritas lain. Hal ini menurut survei pada bulan Juli. Melansir Bloomberg.

Program Vaksin Triasse

Seiring meningkatnya angka kematian akibat Covid di Indonesia, Triasse mencoba membantu menekan dan menurunkan jumlah orang yang terinfeksi melalui program vaksinasi. Menggunakan vaksin Sinopharm yang memiliki efikasi sampai 79 persen, perusahaan kini bisa mengikuti Program Vaksin Gotong Royong yang diadakan oleh Triasse bersama Kimia Farma.

Program vaksin khusus karyawan perusahaan ini diharapkan bisa membantu menstabilkan dan menekan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sambil menjaga produktivitas dan kinerja karyawan dan perusahaan.

Selain itu, ada baiknya untuk lakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Medical check-up bisa mengurangi efek samping vaksin dan juga memastikan kondisi tubuh siap untuk menerima vaksinasi yang akan diberikan. Perlu diketahui, beberapa kondisi kesehatan seperti epilepsi, darah tinggi, orang dengan HIV, dan beberapa lainnya membutuhkan perhatian khusus sebelum menerima vaksin Covid-19.

Lakukan medical check-up pra-vaksin ini sekitar 7 hari sebelum Anda berencana akan melakukan vaksinasi. Hasil bisa didapatkan tiga hari setelah pengecekan.

Untuk lebih jelasnya, cek di sini. Pastikan juga untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin secara berkala dua kali dalam setahun. Cek berbagai paket pemeriksaan lainnya di Triasse sesuai dengan kebutuhan.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.