Virus HPV: Penularan, Pencegahan dan Kanker Serviks

Virus HPV: Penularan, Pencegahan dan Kanker Serviks
Virus HPV adalah virus yang bisa berkembang menjadi kanker serviks, sehingga penting untuk tahu proses penularan dan pencegahannya. (Foto: Oncozine)
Bagikan ke Teman:

Virus HPV adalah salah satu virus yang menyebabkan berkembangnya kanker serviks pada wanita. Untuk pencegahan penyebaran virus ini, sering ditekankan agar melakukan seks aman dan tidak bertukar-tukar pasangan. Ini berdasarkan teori bahwa HPV ditularkan melalui hubungan seksual.

Ternyata, tak peduli apakah Anda aktif secara seksual atau tidak, Anda tetap bisa tertular virus HPV. Hal ini karena, human papillomavirus (HPV) tak hanya menular melalui hubungan intim.

Walaupun HPV adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang paling sering terjadi, HPV seringnya tidaklah membahayakan. Namun, di beberapa kasus, penyakit ini bisa memiliki efek serius seperti kutil kelamin atau kanker serviks. Sehingga, HPV bukanlah virus yang bisa Anda remehkan.

Para dokter selalu menyarankan agar kita mempraktekkan seks aman sekaligus selalu melalui pemeriksaan rutin ke dokter ahli kandungan untuk mencegah PMS. Namun, berdasarkan penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Sexual Health, HPV bisa menular tak hanya melalui hubungan intim, tapi juga dari tempat yang terlihat aman, seperti ruang pemeriksaan dokter.

Wadah Penularan Virus HPV

Para peneliti menganalisis 51 penelitian tentang penularan HPV. Mereka lalu menemukan bahwa virus ini juga ditemukan pada 51 persen wanita yang masih perawan. Hal ini jelas membuat mereka bertanya-tanya: Jika tidak melalui seks, bagaimana virus ini bisa menulari orang lain?

Seperti dilansir dari Women’s Health, ada dua kemungkinan hal ini terjadi. Pertama adalah melalui kontak vagina dengan tipe yang berbeda. Jadi, walaupun Anda dan melakukan hubungan seks vaginal, Anda bisa terllau jika melakukan kontak seksual jenis lain. Seperti menyentuh alat kelamin pasangan (beberapa penelitian menemukan penularan HPV dari tangan ke kelamin) atau bermain menggunakan mainan seks.

Para peneliti mengatakan, para wanita HPV-positif yang mereka periksa, DNA HPV mereka juga ditemukan pada vibrator yang digunakan 24 jam sejak mereka dibersihkan.

Kemungkinan kedua menjadikan virus ini lebih berisiko. Anda bisa tertular virus HPV jika bersentuhan dengan permukaan yang terinfeksi virus ini. Seperti misalnya meja periksa dokter atau tempat umum seperti pusat kebugaran.

Jika meja periksa dokter tempat Anda duduk, atau bahkan bangku sepeda yang Anda gunakan tidak benar-benar dibersihkan, Anda bisa berisiko tertular virus ini.

Tentunya para dokter harus rajin membersihkan peralatan dan fasilitas mereka, jadi Anda tidak perlu terlalu khawatir akan risiko virus HPV dari tempat ini. Namun, pusat kebugaran atau kamar ganti tidak selalu sebersih yang Anda harapkan.

Pastikan Anda mengelap atau membersihkan setiap peralatan, sebelum dan sesudah, yang Anda gunakan di pusat kebugaran. Hindari celana yang terlalu pendek yang memungkinkan daerah kewanitaan Anda menyentuh peralatan tadi. Dan pastikan selalu duduk di atas handuk setiap kali Anda memasuki sauna.

Penularan Virus HPV dari Pria

Human papilloma virus, atau HPV, adalah infeksi menular seksual yang paling umum di AS. Sekarang, suatu studi baru mengkonfirmasi seberapa prevalen virus ini. Hampir setengah pria terinfeksi HPV, demikian menurut studi yang diterbitkan di jurnal JAMA Oncology.

Setelah menganalisa usapan penis dari 1.868 pria, para peneliti menemukan 45 persen dari mereka teruji positif memiliki beberapa tipe infeksi HPV genital. Dan 25 persen dari para pria tadi memiliki setidaknya satu jenis HPV yang berisiko tinggi.

HPV berisiko tinggi bisa menyebabkan kanker di area anus, penis, atau area saluran pernapasan. Virus HPV berisiko tinggi juga bisa menyebabkan kanker serviks pada wanita.

Pada kebanyakan kasus, tubuh Anda akan mengusir infeksi virus HPV berisiko tinggi dari tubuh dalam jangka waktu 1 sampai 2 tahun–menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC). Namun pada beberapa kasus, infeksi ini bisa bertahan dalam tubuh, yang akan membuat perubahan pada sel yang kemudian berkembang menjadi kanker.

Seperti dikutip dari Men’s Health, vaksin seperti Gardasil dan Cervarix efektif untuk mengurangi risiko infeksi. Namun sayangnya, kebanyakan pria tidak melakukannya.

Menurut studi tadi, hanya 11 persen dari para pria yang layak yang menerima vaksin ini. Dan hanya 6 persen dari populasi pria dewasa yang melengkapi tahapan vaksin HPV tersebut.

Saat ini CDC merekomendasikan, para pria muda menerima vaksin tadi sampai berusia 21 tahun. Para pria yang aktif secara seksual harus menerima vaksin tadi sampai berusia 26 tahun.

Seks aman masih menjadi kunci utamanya. Sementara kondom tidak bisa benar-benar melindungi Anda dari berpindahnya virus ini, penggunaan kondom yang konsisten telah dihubungkan dengan mengecilnya risiko penularan virus tadi.

Pentingnya Pap Smear untuk Cegah Kanker Serviks

Kanker serviks adalah penyebab kematian akibat kanker nomor satu di Indonesia. Ironisnya, kanker serviks juga adalah satu-satunya kanker yang bisa dicegah. Lalu kenapa angka penderitanya masih tinggi?

“Kalau sudah berhubungan seks, berapapun usia Anda, wajib melakukan pap smear satu kali setahun. Tak peduli seberapa muda pun Anda,” saran dr. Quek Swee Chong dari ASC Clinic for Women di Singapura.

Dr. Chong menekankan, satu kali saja berhubungan seks, seorang wanita sudah berpotensi terkena infeksi virus HPV. Lagipula, walaupun wanita itu hanya berhubungan seks dengan satu pria saja, misalnya suaminya, tidak ada jaminan dia akan bebas dari virus HPV.

Virus HPV itu ada banyak jenisnya. Hampir semua orang pernah terkena paparan virus ini, tukas Dr. Chong. Namun pada kebanyakan kasus, virus ini akan hilang dengan sendirinya.

Namun, pada sebagian orang yang virus HPV-nya tidak hilang, bisa berkembang jadi kanker serviks.

“Virus HPV itu hanya bisa ditularkan lewat seks. Jadi kalau ada yang bilang bisa tertular lewat dudukan toilet, itu salah,” jelas Dr. Chong. “Namun harus diingat, virus ini bisa berada dalam tubuh seseorang sampai bertahun-tahun lamanya, tanpa gejala apapun.”

Inilah kenapa, Dr. Chong menekankan untuk semua wanita yang sudah pernah berhubungan seks untuk selalu melakukan pengecekan pap smear secara rutin.

Pap smear bisa dilakukan di rumah sakit, klinik, atau langsung ke laboratorium. Anda juga bisa melakukan pemesanan pap smear melalui Triasse.com. Belum, khusus bulan Maret ini, merayakan Hari Perempuan Sedunia, Triasse memberikan promo khusus pemeriksaan pap smear untuk kenyamanan dan kemudahan Anda.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.