Telat Haid: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi

telat haid
Bagikan ke Teman:

Menstruasi, haid atau datang bulan adalah perubahan fisiologis dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi baik FSH-Estrogen atau LH-Progesteron. Periode ini penting dalam hal reproduksi, menstruasi yang tidak lancar atau telat haid bisa mempengaruhi kesuburan.

Pada manusia, hal ini biasanya terjadi setiap bulan antara usia remaja sampai menopause. Selain manusia, periode ini hanya terjadi pada primata-primata besar, sementara binatang-binatang menyusui lainnya mengalami siklus estrus.

Triasse mengutip artikel dari Medicine Net, secara medis, hais adalah proses wanita mengeluarkan darah dan cairan lain dari lapisan rahim melalui vagina dengan interval bulanan. Hal ini dialami wanita dari masa pubertas hingga menopause, kecuali saat masa kehamilan. Hadi biasanya dirasakan wanita selama tiga hingga lima hari.

Usia rata-rata seorang gadis untuk mendapatkan haid pertamanya adalah saat berumur 12 tahun. Namun, untuk kasus tertentu, ada gadis yang mengalami haid saat masih berumur delapan tahun atau 15 tahun. Wanita biasanya mengalami menstruasi saat berumur sekitar usia 45 hingga 55 tahun.

Penyebab Telat Haid

penyebab telat haid
Siklus haid biasanya antara 28-35 hari, jika lebih dari itu digolongkan terlambat. (Foto: Freepik)

Siklus haid yang normal umumnya setiap 28 hari. Namun terkadang, Anda bisa mendapat haid yang lebih cepat atau lama, biasanya 35 hari. Anda juga harus tahu beberapa penyebab telat haid seperti Triasse kutip dari Very Well Health:

1. Hamil

Telat atau terlambat haid adalah salah satu tanda paling awal dari kehamilan. Coba ingat-ingat kapan terakhir kali Anda haid, dan kapan terakhir kali berhubungan seks dengan pasangan?

Kemudian, coba amati adakah gejala selain telat haid yang Anda rasakan? Misalnya timbul bercak cokelat, mual, payudara nyeri dan bengkak, atau mudah lelah. Jika berbagai gejala ini Anda rasakan, tak ada salahnya beli alat tes kehamilan (test pack).

2. Stres

Selain kehamilan, stres juga menjadi salah satu penyebab telat haid atau terlambat haid yang paling sering dialami wanita. Ketika stres, tubuh Anda akan memproduksi hormon kortisol.

Produksi hormon kortisol yang berlebihan ini dapat memengaruhi bagian otak yang berperan untuk mengatur menstruasi, yaitu hipotalamus. Hal tersebut dapat menyebabkan siklus haid Anda jadi lebih awal, telat, tidak sama sekali, atau bahkan lebih menyakitkan.

Maka jika Anda merasa haid datangnya telat dan kebetulan sedang stres, cobalah berlatih teknik relaksasi seperti meditasi. Mulai juga mengubah gaya hidup agar lebih sehat, dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur, dan cari info sehat seputar kesehatan wanita. Anda juga menghilangkan stres dengan melakukan hal-hal yang Anda anggap menyenangkan hati.

3. Aktivitas fisik yang berat

Aktivitas fisik yang berat juga bisa mengacaukan siklus menstruasi dan membuat Anda mengalami telat haid. Stres fisik dan pikiran akibat aktivitas fisik yang terlalu berlebihan dapat memengaruhi produksi hormon estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan hormonlah yang pada akhirnya menyebabkan siklus haid Anda telat atau terlambat.

Di samping itu, kehilangan terlalu banyak lemak tubuh terlalu cepat akibat berolahraga terlalu intens juga dapat mengancaukan proses ovulasi. Olahraga memang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, pastikan Anda melakukannya dalam tahap yang tidak berlebihan.

4. Kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis

Perubahan berat badan yang terlalu drastis, entah naik atau turn, dapat mengacaukan kerja hipotalamus. Hipotalamus adalah kelenjar di dalam otak yang berfungsi mengatur berbagai proses dalam tubuh, termasuk siklus menstruasi Anda setiap bulan.

Penurunan berat badan yang drastis dapat menghambat produksi hormon estrogen. Sementara jika Anda mengalami kelebihan berat badan, maka tubuh akan menghasilkan estrogen dalam jumlah yang banyak. Nah, kedua hal inilah yang dapat memengaruhi proses ovulasi alias pelepasan sel telur setiap bulannya. Akibatnya, siklus haid Anda setiap bulan akan telat atau mengalami gangguan.

Agar haid tidak telat, pastikan Anda dapat menjaga berat badan yang ideal. Jika Anda terlalu kurus, maka berusahalah untuk meningkatkan berat badan dengan cara yang sehat. Begitu juga jika Anda memiliki berat badan berlebih.

5. Menyusui

Telat haid atau terlambat haid juga bisa disebabkan karena Anda sedang menyusui. Setelah hamil dan melahirkan, cukup banyak wanita yang tidak kunjung haid sampai selesai masa menyusui.

Ini disebabkan oleh pengaruh hormon prolaktin yang tugas utamanya merangsang produksi ASI. Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini dapat menghambat kinerja hormon estrogen dan progesteron untuk mengatur proses menstruasi.

Ketika hormon prolaktin dihasilkan secara berlebihan, maka masa ovulasi Anda akan terhambat sehingga siklus menstruasi jadi tidak teratur. Biasanya, telat atau terlambat haid akan hilang dan siklusnya kembali normal sekitar enam sampai selama minggu setelah masa menyapih. Namun, jika dalam tiga bulan setelah berhenti menyusui Anda tak juga haid, segera periksa ke dokter kandungan.

Telat Haid 2 Bulan tapi Keputihan

Dalam beberapa kasus, ada juga wanita yang haidnya sudah telat selama bulan dan mengalami keputihan. Dalam hal ini, Anda tidak perlu panik, karena bisa saja ini menjadi salah satu tanda Anda sedang berbadan dua alias hamil.

Keputihan merupakan salah satu tanda dari kehamilan yang paling awal dan bahkan bisa Anda alami sebelum terlambat menstruasi. Misalnya pada minggu pertama atau kedua setelah pembuahan.

Keputihan saat hamil bisa terjadi karena meningkatnya level hormon estrogen dalam tubuh, sehingga kelembapan vagina meningkat. Estrogen ini kemudian meningkatkan aliran darah pada area pelvis sehingga melepaskan lendir di vagina. Keputihan pada awal kehamilan juga serupa dengan yang Anda alami pada masa subur. Bedanya, volumenya lebih banyak. Volume cairan keputihan ini juga bertambah seiring mendekati waktu persalinan.

Apakah keputihan akan berhenti setelah usia kehamilan bertambah? Belum tentu juga. Keputihan bisa saja terjadi berulangkali baik pada awal, tengah maupun masa akhir kehamilan Anda. Memang, cairan berwarna putih yang keluar dari vagina itu bisa membuat calon ibu risih. Rasa basah dan gatal yang ditimbulkannya juga bisa menganggu kenyamanan Anda beraktivitas sehari-hari. Karena itu, pastikan saja Anda tetap menjaga kebersihan area vagina Anda.

Pengobatan

pengobatan
Untuk mengobati siklus haid yang terlambat, dokter biasanya akan mencari tahu dulu masalahnya. (Foto: Freepik)

Jika Anda mengalami haid yang terlambat atau tidak normal, Anda bisa melakukan konsultasi ke dokter spesialis atau biasa disebut dengan ginekolog. Saat pemeriksaan, dokter bakal menanyakan riwayat kesehatan keluarga, aktivitas seksual, hingga kondisi psikologis yang mungkin Anda alami.

Jika semuanya sudah didapat, dokter bakal melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan diagnosis. Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan pelvis untuk melihat adanya masalah pada organ reproduksi. Jika Anda tidak pernah mengalami menstruasi, dokter dapat memeriksa payudara dan kelamin Anda untuk melihat apakah Anda mengalami perubahan normal dari pubertas.

Bila diperlukan, dokter spesialis itu akan melakukan beberapa tes laboratorium, antara lain:

  • Tes Kehamilan: Tes ini mungkin adalah tes pertama yang disarankan dokter untuk mengeliminasi atau memastikan kemungkinan Anda hamil.
  • Tes Fungsi Tiroid: Mengukur kadar thyroid-stimulating hormone (TSH) pada darah dapat menentukan apakah kelenjar hormon berfungsi normal atau tidak.
  • Tes Fungsi Indung Telur: Mengukur kadar follicle-stimulating hormone (FSH) pada darah dapat menentukan apakah indung telur bekerja dengan benar.
  • Tes Prolaktin: Kadar hormon prolaktin yang rendah dapat menjadi pertanda dari tumor kelenjar pituitari.
  • Tes Hormon Pria: Jika Anda mengalami pertambahan rambut pada wajah dan suara yangsemakin rendah, dokter akan memeriksa kadar hormon pria pada darah Anda.

Sementara itu, Triasse melansir artikel dari National Health Service, secara umum pengobatan untuk yang telat haid akan bergantung pada kondisinya. Dalam beberapa kasus, pil kontrasepsi atau hormon lain dapat mengulang siklus menstruasi.

Jika penyebab Anda telat haid atau terlambat datang bulan karena gangguan pada tiroid atau pituitari, maka dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat-obatan tertentu. Sementara apabila penyebab telat haid atau terlambat datang bulan karena adanya tumor atau kelainan anatomi sistem reproduksi, maka operasi bisa jadi pilihan terbaik.

Cara Alami Cegah Telat Menstruasi

cara alami cegah telat menstruasi
SIklus haid bisa dijaga agar teratur dengan beberapa cara alami. (Foto: Freepik)

Berikut ini, beberapa cara pengobatan rumahan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi telat haid atau terlambat datang bulan di antaranya:

  • Menghindari aktivitas fisik dengan intensitas berat
  • Mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi
  • Melakukan rileksasi dengan cara meditasi atau melakukan berbagai hal-hal yang Anda sukai
  • Menerapkan pola hidup sehat, seperti berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
Bagikan ke Teman:
Alexander Sitepu
Alexander Sitepu
Extremely motivated to constantly develop my skills and grow professionally. I am confident in my ability to come up with interesting ideas.