Pendarahan pada Wanita Selain Menstruasi, Apa Penyebabnya?

Pendarahan pada Wanita Selain Menstruasi, Apa Penyebabnya?
Pendarahan pada wanita bisa terjadi di luar periode menstruasi. Ini perlu jadi perhatian khusus karena bisa jadi sinyal kondisi berbahaya. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Pendarahan pada wanita bisa terjadi tidak pada periode menstruasi. Hal ini tentu menimbulkan berbagai kekhawatiran. Faktanya memang ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan situasi ini, mulai dari sesuatu yang tidak perlu terlalu dikhawatirkan, sampai yang berbahaya.

Jika Anda menyadari adanya pendarahan tidak biasa, menurut Natasha Johnson, M.D., dokter kandungan dari Brigham and Women’s Hospital, Triasse melansir Women’s Health, berikut delapan penyebab pendarahan pada wanita:

1. Pendarahan pada Wanita karena Hamil

Asosiasi Kehamilan Amerika mengatakan, sekitar 20 persen wanita mengeluarkan bercak darah pada 12 minggu pertama kehamilan mereka.

Inilah kenapa, jika terjadi pendarahan pada wanita yang tidak normal, dokter akan memastikan terlebih dahulu, Anda hamil atau tidak, ujar Mamta Mamik, M.D., asisten profesor kandungan, kebidanan, dan ilmu reproduksi di Icahn School of Medicine di Mount Sinai, FWIW.

Pendarahan di awal kehamilan biasanya lebih ringan dan lebih terang warnanya dibanding darah menstruasi.

2. Obat Bisa Sebabkan Pendarahan pada Wanita

Apakah Anda mengonsumsi obat pengencer darah? “Biasanya, obat pengencer darah apa saja bisa menyebabkan menstruasi jadi lebih berat dan menyebabkan pendarahan,” ujar Johnson.

Suplemen seperti ginko biloma juga memiliki properti pengencer darah, yang bisa mempengaruhi aliran menstruasi, tambah Mamik.

Tentu saja, pil kontrasepsi yang mengandung estrogen dan progestin (dan mengubah kadar hormon) juga bisa jadi penyebab pendarahan pada wanita, tambah Johnson. Jadi, jika wanita memulai pengobatan baru, dan mengalami pendarahan, jangan lupa menyampaikan hal ini pada dokter.

3. Memiliki Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual (PMS) bisa susah untuk dikenali. Sebagian karena, jika memilikinya, belum tentu Anda tahu.

PMS sering muncul tanpa simtom. Tapi jika Anda mulai menemukan bercak darah di celana dalam, ujar Johnson, terutama setelah berhubungan seks, gonorea dan klamidia bisa jadi penyebabnya.

PMS jenis ini–begitu juga dengan trochomoniasis dan HPV–bisa menyebabkan inflamasi pada serviks. Ketika serviks terinflamasi, bisa terjadi pendarahan pada wanita.

4. Menggunakan KB IUD

Menggunakan IUD bisa berujung pada pendarahan pada wanita yang tidak normal. Johnson mengatakan, sekitar 25 persen pengguna IUD dari tembaga, menyadari menstruasi mereka jadi lebih panjang dan berat.

Sedangkan IUD jenis lain, bisa mengandung sedikit levonorgestrel, hormon progestin, yang bisa menyebabkan pendarahan acak. Setidaknya, pada tiga bulan sampai enam bulan pertama.

Kabar baiknya: menstruasi Anda, nantinya, bisa jadi lebih ringan dan singkat. Namun, jika IUD berpindah dan tidak ada di posisi yang benar, bisa juga memunculkan darah di celana dalam dan Anda juga bisa merasa tidak nyaman.

5. Masalah Tiroid

Jika muncul bercak darah, dokter biasanya khawatir tentang kelenjar tiroid yang fungsinya rendah. Tiroid yang kurang berfungsi bisa mempengaruhi sistem pituitari, yang bisa mempengaruhi hormon dan menyebabkan pendarahan pada wanita.

6. Hubungan Seks

Hubungan intim bisa menyebabkan keluarnya darah. Biasanya, hal ini karena gerakan yang terlalu keras atau area vagina kurang basah. Hasilnya: terjadi sedikit robekan pada area vagina, ujar Johnson.

Jika Anda yakin darah disebabkan oleh robekan vagina, dan tidak terlalu mengganggu, luka itu biasanya akan bisa sembuh sendiri tanpa perlu mengunjungi dokter.

7. PCOS Sebakan Pendarahan pada Wanita

Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dikategorikan dengan peningkatan hormon pria, testosterone, ujar Mamik. Hal ini bisa menyebabkan timbulnya pendarahan pada wanita di antara siklus menstruasi.

“Testosterone bisa mencegah estrogen berlaku normal,” ujarnya. Beberapa gejala PCOS adalah: menstruasi yang lama dan berat, menstruasi terlewat, dan jarang yang panjang di antara menstruasi.

8. Pendarahan pada Wanita Bisa Akibat Kanker

Ini kenapa Anda perlu memperhitungkan pendarahan wanita antara periode menstruasi secara serius. Walaupun tidak umum, kanker masih bisa masuk jadi kemungkinan terburuk.

Pendarahan ini bisa jadi tanda pra-kanker atau kanker di rahim atau serviks, ujar Johnson. Kemungkinannya jadi semakin besar jika Anda memiliki risiko besar (HPV akan membuat Anda lebih rentan). Kanker serviks bisa ditangani jika dideteksi secara dini.

Wanita yang sudah berhubungan seks perlu melakukan pap smear secara teratur untuk mencegah risiko kanker serviks. Pemeriksaan ini perlu dilakukan setidaknya satu kali dalam tiga tahun. Beberapa wanita lebih rentan terkena kanker serviks.

Untuk info selengkapnya tentang pap smear baca di sini. Baca juga penjelasan lengkap tentang kanker serviks di artikel ini.

Triasse memberikan penawaran khusus pap smear di bulan Maret ini merayakan Hari Perempuan Sedunia, dengan harga mulai dari Rp108.000. Pastikan selalu lindungi diri dan jaga kesehatan dengan pemeriksaan berkala.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.