Gejala Kanker Serviks, Faktor Risiko, dan Pencegahan

Gejala Kanker Serviks, Faktor Risiko, dan Pencegahan
Kanker serviks adalah salah satu kanker yang paling banyak menyerang perempuan, ketahui gejala, faktor risiko, dan pencegahannya. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Kanker serviks adalah tipe kanker yang dimulai dari serviks atau mulut rahim. Serviks adalah tabung yang menghubungkan bagian bawah rahim ke vagina.Kebanyakan kanker serviks dimulai dari sel-sel yang berada di permukaan serviks. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang salah satu pembunuh tertinggi pada perempuan Indonesia ini, ketahuai gejala kanker serviks, faktor risiko, dan pencegahannya.

Gejala Kanker Serviks

Kebanyakan wanita dengan kanker serviks tidak menyadari mereka memiliki penyakit ini pada fase awal. Ini karena tidak ada gejala yang muncul sampai kanker ini memasuki tahap lanjut. Ketika gejala muncul, mereka sering disalahsangkai sebagai kondisi yang lebih umum seperti periode menstruasi atau infeksi saluran kemih.

Beberapa gejala kanker serviks yang umum adalah:

– pendarahan yang tidak biasa, biasanya di antara periode menstruasi, setelah seks, atau setelah menopause
– keputihan yang terlihat atau berbau berbeda dari biasa
– rasa nyeri di area pelvis
– lebih sering buang air kecil
– sakit saat buang air

Jika Anda menemukan tanda-tanda di atas, segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan, seperti pap smear.

Penyebab Kanker Serviks

Kebanyakan kanker serviks disebabkan oleh human papilomavirus (HPV) yang ditularkan secara seksual. Virus ini adalah virus yang sama dengan penyabab kutil kelamin.

Ada sekitar 100 jenis virus HPV yang berbeda. Hanya beberapa tipe virus yang menyebabkan kanker serviks. Dua tipe yang paling umum penyebab kanker adalah HPV-16 dan HPV-18.

Perlu diingat, terinfeksi virus HPV yang bisa menyebabkan kanker bukan otomatis Anda akan terkena kanker serviks. Sistem imun tubuh biasanya mengeliminasi sebagian besar infeksi HPV, biasanya dalam waktu dua tahun.

Virus HPV juga bisa menyebabkan kanker lain, baik bagi wanita maupun pria, seperti:

– kanker vulva
– kanker vagina
– kanker penis
– kanker anus
– kanker rektal
– kanker tenggorokan

HPV adalah infeksi yang sangat umum, dan tidak selalu menyebabkan kanker. Sebagian besar infeksi virus ini akan hilang dengan sendirinya tanpa Anda sadari. Namun untuk amannya, selalu lindungi diri melalui seks aman dan pemeriksaan rutin.

Faktor Risiko

Beberapa hal di bawah ini bisa membuat Anda menjadi lebih rentan terkena kanker serviks:

1. Berganti-ganti pasangan. Semakin banyak jumlah pasangan seksual, semakin besar risiko Anda terinfeksi virus HPV.
2. Berhubungan seks sejak dini. Semakin muda usia Anda saat pertama kali berhubungan seks akan memperbesar risiko terinfeksi virus HPV.
3. Memiliki penyakit menular seksual lainnya. Mereka yang memiliki penyakit menular seksual, seperti sifilis, gonorea, klamidia atau HIV/AIDS memiliki faktor risiko kanker serviks yang lebih tinggi.
4. Sistem imun tubuh yang lemah. Anda berkemungkinan lebih besar terkena kanker serviks jika memiliki sistem imunitas tubuh yang lemah akibat kondisi kesehatan yang lain dan Anda tertular HPV.
5. Merokok. Merokok telah diasosiasikan dengan tingginya perkembangan sel kanker serviks.
6. Mengonsumsi pil KB, terutama dalam jangka waktu lebih dari 5 tahun.

Tahapan dan Stadium

Setelah Anda didiagnosa kanker serviks, dokter akan menentukan stadium kanker. Stadium ini mengacu pada apakah kanker sudah menyebar, dan jika sudah, seberapa jauh. Menentukan stadium kanker membantu dokter menentukan pengobatan yang tepat.

Kanker serviks terbagi menjadi empat stadium:
– Stadium 1: Kanker masih sedikit dan belum menyebar ke bagian tubuh yang lain.
– Stadium 2: Kanker sudah lebih besar. Kanker bisa jadi sudah menyebar ke luar rahim dan serviks, tapi masih belum mencapai bagian tubuh yang lain.
– Stadium 3: Kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina atau pelvis. Ini bisa jadi menyumbat uretra, tabung yang membawa urin dari ginjal ke kandung kemih. Kanker belum menyebar ke bagian tubuh yang lain.
– Stadium 4: Kanker sudah menyebar ke organ lain, seperti paru-paru, tulang, atau hati.

Jika kanker terdeteksi pada stadium awal dan masih berada pada area serviks, tingkat bertahan hidup selama lima tahun mencapai 92 persen. Namun, begitu kanker menyebar sampai di area serviks, kemungkinannya menurun jadi 56 persen. Jika kanker sudah menyebar ke bagian tubuh yang lain, kemungkinan menjadi penyintas turun jadi 17 persen.

Gejala kanker serviks tidak muncul pada stadium awal, karenanya, sangatlah penting untuk rutin melakukan pemeriksaan untuk kanker serviks. Jika ditemukan sejak dini, kanker ini sangat bisa ditangani. Untuk melakukan pemeriksaan pap smear, Anda bisa melakukannya melalui Triasse. Merayakan Hari Perempuan Sedunia di bulan Maret ini, Triasse memberikan promo pemeriksaan pap smear.

Bisakah Dicegah?

Salah satu cara paling mudah untuk mencegah kanker serviks adalah dengan melakukan pap smear secara rutin, atau skrining virus HPV. Jangan tunggu sampai gejala kanker serviks muncul. Skrining ini untuk melacak sel prakanker, sehingga mereka bisa diatasi sebelum menjadi kanker.

Kebanyakan kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV. Infeksi ini bisa dicegah menggunakan vaksin Gardasil atau Cervarix. Vaksinasi paling efektif jika dilakukan sebelum seseorang melakukan hubungan seks. Baik pria maupun wanita bisa melakukan vaksinasi HPV.

Selain itu, Anda juga bisa menurunkan risiko terinfeksi virus HPV dan terkena kanker serviks dengan membatasi jumlah pasangan seksual, tidak bertukar pasangan, dan selalu menggunakan kondom saat berhubungan seks (vaginal, oral, maupun anal). Waspadai selalui faktor risiko dan cara pencegahannya dan selalu lakukan pemeriksaan pap smear secara rutin, jangan tunggu sampai gejala kanker serviks muncul.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.