6 Gejala Kanker Payudara yang Perempuan Wajib Tahu

6 Gejala Kanker Payudara yang Perempuan Wajib Tahu
Semua perempuan harus mengetahui simtom-simtom kanker payudara. (foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Kanker payudara menjadi momok mengerikan bagi perempuan. Menemukan apa yang Anda pikir gejala kanker payudara bisa langsung membuat panik. Namun, merasa takut itu wajar, tetapi jangan sampai terlalu ketakutan sampai-sampai Anda memilih untuk mengabaikan atau menutupinya.

“Dengan deteksi dini, kita bisa mendapatkan hasil yang baik. Pada stadium awal, angka bertahan hidup setelah lima tahun adalah 98,5 persen,” ujar Jane Mendez, MD, spesialias onkologi bedah dan kepala operasi payudara di Miami Cancer Institute, kepada Health.com.

Saat ini di Amerika Serikat, 12,8 persen wanita mengalami kanker payudara dalam masa hidup mereka, menurut National Cancer Institute. Risiko ini meningkat seiring usia, tapi, Dr. Mendez mengingatkan, tidak ada orang yang terlalu muda untuk terkena kanker payudara.

Jadi, jika Anda melihat simtom-simtom di bawah ini, segera periksakan diri ke dokter, atau lakukan deteksi dan pemeriksaan sendiri. “Pemeriksaan melalui ultrasound atau mamografi cukup mudah untuk dilakukan,” ujar Dr. Mendez.

1. Benjolan yang keras tapi tidak sakit

benjolan-keras-tapi-tidak-sakit

Benjolan adalah salah satu gejala kanker payudara yang paling umum diketahui. Namun, memiliki benjolan bukan berarti Anda memiliki kanker.

Beberapa benjolan di payudara adalah kista yang jinak yang bisa jadi disebabkan oleh kehamilan, perubahan normal pada siklus bulanan, atau karena menyusui.

Dorraya El-Ashry, PhD, chief scientific officer dari Breast Cancer Research Foundation (BCRF), mengatakan kepada Health.com, “Beberapa perubahan bisa sementara, tapi jika benjolan terus ada selama lebih dari satu periode menstruasi, segera temui dokter.”

2. Kulit payudara berubah warna

Kulit-payudara-berubah-warna

Gejala kanker payudara ini biasanya terjadi pada wanita berusia di atas 60 tahun, dan bisa jadi gejala kanker payudara yang cukup langka: radang kanker payudara. Bagaimana perubahan atau discoloration ini muncul pada kulit? “Seorang wanita bisa jadi datang ke dokter dan mengatakan payudaranya memerah, meradang, dan terasa berat,” jelas Dr. Mendez.

Usia dan riwayat kesehatan wanita berperan di sini. Jika Anda berusia 30 tahunan dan menyusui, perubahan warna kulit ini mengacu pada mastitis (infeksi pada jaringan payudara yang biasanya disebabkan oleh penyumbatan kelenjar susu). Tapi jika Anda adalah seorang wanita yang sudah menopause dan tidak bisa mengingat jika ada luka atau serangga yang mungkin menyerang dan menggigit payudara, ini bisa jadi lampu merah. Dalam kasus ini, dokter harus memeriksa inflamasi tadi untuk memastikan itu kanker payudara atau bukan.

3. Salah satu payudara menyusut

salah-satu-payudara-menyusut

Anda tiba-tiba menyadari salah satu payudara terlihat lebih kecil dan menyusut? “Terkadang ketika ada tumor di salah satu payudara, tumor akan menarik kulit dan ligamen, yang bisa menyebabkan penyusutan,” ujar Dr. Mendez. Terlebih lagi, jaringan payudara kebanyakan adalah lemak. Kanker memakan lemak ini dan membuatnya menyusut, lanjut Dr. Mendez. Jadi, dapat dipastikan bahwa salah satu payudara menyusut adalah gejala kanker payudara.

4. Payudara jadi bertekstur seperti bola golf

tekstur-kulit-berubah-seperti-bola-golf

Jika ada area di kulit payudara terlihat berbintik-bintik yang disebabkan oleh cekungan-cekungan kecil, kawah itu bisa mengindikasikan kanker payudara. Sama seperti penyusutan, tumor bisa menarik kulit ke dalam, menyebabkan cekungan yang tidak wajah.

Simtom itu bisa terlihat bertekstur ganjil, seperti kulit jeruk, yang bisa jadi adalah radang kanker payudara.

5. Salah satu atau kedua puting melesak masuk

Gejala Kanker Payudara: Salah-satu-puting-melesak-masuk

Beberapa perempuan memiliki puting yang mencuat, yang lain memiliki puting yang rata atau malah melesak masuk. “Jika seorang wanita memiliki puting yang dari awal sudah melesak masuk, ini bukanlah tanda kanker,” ujar Dr. Mendez. “Namun, jika Anda menyadari puting tidak lagi mencuat dan kini justru melesak masuk, ini harus segera diperiksakan.”

6. Payudara mengeluarkan cairan yang tidak wajar

gejala kanker payudara: buah dada mengeluarkan cairan tidak wajar

Satu-satunya cairan yang seharusnya keluar dari payudara adalah ASI saat Anda sedang menyusui. Selain itu, cairan payudara, termasuk cairan yang mengandung darah, membutuhkan konsultasi ke dokter dengan segera.

Cairan dari puting bisa disebabkan oleh berbagai kondisi selain kanker. Tetap saja, jangan remehkan hal ini, terutama jika payudara Anda mengeluarkan cairan yang tidak bisa dijelaskan yang disertai dengan benjolan.

Semua gejala kanker payudara di atas bisa Anda pastikan kondisinya melalui pemeriksaan payudara. Anda  bisa melakukan pemeriksaan tumor dan kanker payudara melalui Triasse lewat Paket Skrining Tumor Payudara dengan harga khusus yang lebih hemat.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."