Catat, 7 Aturan Penting Jaga Kesehatan Vagina

Jaga kesehatan vagina Anda dengan aturan-aturan ini
Bagikan ke Teman:

Banyak wanita tidak akrab dengan daerah kewanitaannya sendiri, akibatnya kesehatan vagina sering terabaikan. Padahal, menjaga area ini merupakan bagian penting dari kesehatan wanita secara keseluruhan.

Salah satu faktor penting dalam perawatan kesehatan vagina adalah celana dalam. Pakaian dalam ini memegang peranan utama untuk memastikan apakah Miss V Anda bisa bernapas dengan baik, bersih, dan sehat.

Selain itu, ada faktor lain yang perlu diperhatikan, seperti misalnya pemilihan bahan. Beberapa bahan lebih baik bagi kesehatan vagina dibanding bahan yang lain. Atau apakah tidur tanpa menggunakan celana dalam baik atau tidak? Dan apakah celana dalam memiliki masa ekspirasi?

Beberapa aturan tak terucap ini dapat mempengaruhi kesehatan vagina–dan, tergantung dari gayanya, bahkan dapat mempengaruhi suasana hati. Berikut adalah 7 aturan yang harus Anda ingat dan patuhi demi kesehatan si Miss V.

1. Pilih Bahan Natural, Terutama Katun

Pilih Bahan Natural, Terutama Katun
Bahan terlembut dan paling sederhana untuk menyentuh kulit anda bukan lain adalah katun (foto: Freepik)

Mungkin Anda pernah mendengar mengenai hal ini sebelumnya, dibandingkan dengan berbagai celana dalam dengan tampilan imut dan bahan yang beragam, celana dalam berbahan katun adalah yang terbaik.

“Bagian vulva adalah area yang sangat sensitif dan lembut, persis dengan bagian bibir pada wajah anda. Anda ingin memperlakukannya secara halus,” terang Dr. Alyse Kelly-Jones, seorang dokter ob-gyn. Dan bahan terlembut dan paling sederhana untuk menyentuh kulit adalah katun. Bahan ini juga menyerap cairan sehingga dapat membantu mengurangi infeksi jamur.

“Karena vagina normalnya mengeluarkan keputihan, Anda ingin celana dalam yang bisa menyerap kelembaban tersebut,” lanjut Kelly-Jones. Bahan sintetis seperti nilon dan spandex tidak memberikan ruang bagi vagina untuk bernafas. Bahkan bahan–bahan tersebut memerangkap hawa panas tubuh dan kelembapan sehingga menimbulkan infeksi jamur.

2. Ganti Celana Dalam Setiap Hari

Ganti Celana Dalam Anda Setiap Hari
jika anda mulai merasa tidak nyaman akibat keputihan yang terasa banyak, anda dapat mengganti celana dalam anda lebih dari sekali dalam satu hari (foto: Freepik)

Pada umumnya, Anda pasti menggunakan satu celana dalam untuk satu hari kemudian meletakkan nya pada cucian untuk dicuci. Di ujung spektrum satunya, Anda tidak perlu merasa di kekang untuk menggunakan hanya satu buah per hari.

Beberapa dokter mengatakan bahwa Anda bisa menggunakan sepasang celana dalam untuk dua hari berturut-turut jika Anda tidak banyak berkeringat atau mengeluarkan keputihan. Namun jika Anda mulai merasa tidak nyaman akibat keputihan yang terasa banyak, Anda dapat mengganti celana dalam lebih dari sekali dalam satu hari.

“Banyak dari pasien saya yang terganggu dengan rasa lembab dan menggunakan panty liner setiap saat, dan saya pikir kebiasaan ini bukan hal yang paling baik karena liner pada umumnya dapat menyebabkan lecet dan iritasi. Celana dalam berbahan katun akan menyelesaikan masalah ini dan mengganti celana dalam lebih dari sekali juga oke.”

Setelah digunakan, letakkan celana dalam ke dalam keranjang untuk di cuci. Tidak seperti celana jeans, celana dalam lebih baik tidak di gunakan lagi hanya untuk mengurangi cucian.

3. Tidur Tanpa Celana Dalam

Tidur Tanpa Celana Dalam
Jika anda sering menghadapi infeksi jamur, tidur tanpa celana dalam dapat membantu mengurangi infeksi tersebut (foto: Freepik)

Banyak sekali perdebatan mengenai apakah tidur tanpa menggunakan celana dalam baik bagi Anda. Bagi Anda yang memiliki vagina yang sehat, pilihan manapun bukanlah masalah. Namun jika Anda sering menghadapi infeksi jamur, tidur tanpa celana dalam dapat membantu mengurangi infeksi tersebut.

Tidur tanpa halangan bahan apapun membuat area vagina dapat bernapas semalaman dan mengurangi kelembaban yang akan memperkecil kemungkinan bakteri untuk berkembang.

“Saya percaya bahwa area vulva juga harus terekspos udara luar, sama halnya dengan area lain pada tubuh Anda,” ucap Kellly-Jones.

Jika Anda kurang menyukai perasaan tanpa busana, Kelly-Jones merekomendasikan untuk menggunakan bawahan piyama yang longgar untuk kesehatan vagina. Namun jangan lupa untuk sering mencuci bawahan tersebut jika Anda tidak menggunakan celana dalam untuk tidur.

4. Olahraga dengan Celana Dalam Berbahan Serap Air

Olahraga Dengan Celana Dalam Berbahan Serap Air
Sama dengan tidur malam tanpa celana dalam, penggunaan celana dalam ketika berolahraga juga menjadi pilihan pribadi anda (foto: Freepik)

Sama dengan tidur malam tanpa celana dalam, penggunaan celana dalam ketika berolahraga juga menjadi pilihan pribadi. Jika Anda menggunakan celana ketat yang memiliki penyerapan air yang baik, Anda bisa berolahraga tanpa celana dalam.

Mengenakan sesuatu antara bagian sensitif anda dengan kain mungkin lebih nyaman dan lebih sehat dalam menangkap keringat. Sebagai contohnya adalah bahan polyester yang ringan dan licin.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan celana dalam, yang terpenting adalah ukuran yang pas dan tidak menyebabkan lecet.

5. Bentuk Celana Dalam Thongs Tidak Buruk Bagi Kesehatan Vagina

Bentuk Celana Dalam Thongs Tidak Buruk Bagi Kesehatan Vagina Anda
Penelitian terbaru yang mempelajari asosiasi atas thongs dan UTIs, BVs, dan YVs, dan tetap tidak menemukan bukti yang mendukung asumsi bahwa menggunakan celana dalam berbentuk thong menyebabkan penyakit – penyakit tersebut (foto: Freepik)

Selama ini, asumsi yang beredar adalah celana dalam berbentuk Thongs tidak baik bagi kesehatan area sensitif Anda. Namun, penelitian belum menemukan korelasi antara penggunaan thongs dengan penyakit Yeast vaginitis (YV), bacterial vaginosis (BV), atau infeksi saluran kemih (UTIs) – tiga penyakit utama yang sering dialami wanita.

Penelitian pada tahun 2005 meneliti langsung pada celana dalam berbentuk tali seperti thong dan menemukan bahwa area mikro dari kulit vulva tidak berubah sama sekali berdasarkan gaya dari celana dalam tersebut. Celana dalam tidak memberikan efek terhadap pH, microclimate kulit, atau aerobic microflora.

Penelitian terbaru yang mempelajari asosiasi atas thongs dan UTIs, BVs, dan YVs, dan tetap tidak menemukan bukti yang mendukung asumsi bahwa menggunakan celana dalam berbentuk thong menyebabkan penyakit – penyakit tersebut.

Penelitian tersebut kemudian menemukan bahwa perilaku seksual dan pilihan higienis pribadi lah yang menyebabkan UTIs, BVs, dan YVs. Penelitian lain juga menyarankan agar menghindari mandi siram karena meningkatkan kemungkinan BV. Namun BV sendiri tidak dipengaruhi oleh bahan celana dalam, bantalan softex atau tampon.

6. Mencuci Celana Dalam dengan Sabun Hypoallergenic

Mencuci Celana Dalam dengan Sabun Hypoallergenic
Sabun hipoalergenik disarankan untuk mencuci celana dalam karena penggunaan sabun jenis lain dapat menyebabkan iritasi, gatal – gatal dan reaksi alergi pada area vulva (foto: Freepik)

Celana dalam dengan tipe apapun harus di cuci dengan lebih halus dibandingkan dengan jenis pakaian lainnya, dan tidak terbatas hanya pada thong atau celana dalam berenda saja. Hal ini bukan karena celana dalam adalah bagian pakaian yang paling lembut.

Hal ini karena celana dalam bersinggungan dengan area sensitif anda dalam waktu yang lama dan dapat mempengaruhi kesehatan vagina. Kelly-Jones menyarankan sabun yang lembut dan merupakan hipoalergenik untuk mencuci celana dalam karena penggunaan sabun jenis lain dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan reaksi alergi pada area vulva.

Cara terbersih untuk mencuci celana dalam anda:

  • Setelah pencucian, keringkanlah dalam mesin pengering bersuhu rendah selama 30 menit.
  • Jangan mencampur cucian celana dalam Anda dengan dalaman anggota keluarga yang sakit.
  • Jangan menggabungkan celana dalam yang telah terkontaminasi dengan celana dalam bersih jika Anda terkena BV.
  • Cuci celana dalam secara terpisah dengan potongan pakaian lainnya yang telah terkontaminasi dengan cairan tubuh lainnya.
  • Jika Anda meragukan mesin cuci, bersihkan bagian dalam mesin cuci dengan menggunakan bubuk atau cairan pemutih untuk mensanitasi mesin tersebut sebelum digunakan.

7. Ganti dan Beli Celana Dalam Baru Setiap Tahun

Ganti dan Beli Celana Dalam Baru Setiap Tahun
Menurut institute Good Housekeeping, celana dalam yang bersih pun dapat mengandung 10.000 bakteri (foto: Freepik)

Mungkin terdengar berlebihan, terlebih ketika celana dalam selalu di cuci hampir setiap hari. Namun menurut institute Good Housekeeping, celana dalam yang bersih pun dapat mengandung 10.000 bakteri.

Hal ini karena adanya bakteri pada air di dalam mesin cuci–berkisar satu juta bakteri hanya pada 2 sendok makan air yang sudah digunakan. Dan sekitar 83 persen dari celana dalam yang “bersih” mengandung 10.000 bakteri.

Diluar bakteri, ada kemungkinan celana dalam anda terkontaminasi oleh feses. Menurut Dr. Gerba pada ABC News di tahun 2010, diperkirakan ada sekitar sepersepuluh gram feses pada celana dalam pada umumnya.

Selain menjalankan ke 7 aturan di atas, untuk kesehatan vagina yang lebih baik lakukan medical check-up secara teratur dan berkala, setidaknya dua kali dalam satu tahun. Berbagai pemeriksaan kesehatan ini kini dapat Anda lakukan melalui Triasse.com yang menawarkan berbagai paket pemeriksaan sesuai kebutuhan. Cek Triasse sekarang!

Bagikan ke Teman:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *