Waspadai 6 Tanda Anda Perlu Konsultasi dan Lakukan Tes Kesuburan

Waspadai 6 Tanda Anda Perlu Konsultasi dan Lakukan Tes Kesuburan
Bagi Anda yang ingin berketurunan, waspadai beberapa hal yang perlu segera lakukan tes kesuburan. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Banyak orang atau pasangan mengabaikan perihal kesuburan sampai ketika akhirnya mereka terbentur masalah saat ingin berketurunan. Faktanya, susah atau mudahnya Anda memiliki buah hati sudah bisa diperiksa sejak dini dengan melakukan tes kesuburan. Perlu diingat, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi kesehatan reproduksi Anda.

“Jam biologis kita itu singkat. Sekitar 10 tahun jika Anda tidak ingin langsung memiliki anak sejak kuliah atau langsung setelahnya,” ujar Dr. Janelle Luk dari Neway Fertility, pusat kesuburan di Manhattan.

“Jadi, karena jam biologis itu singkat, dan Anda sama sekali tidak mengetahuinya–ketika Anda mngalami pendarahan hebat atau fibroid–Anda akan kehilangan enam bulan sampai satu tahun untuk menanganinya. Dan setelah itu semuanya sudah terlambat,” lanjutnya.

Melansir Huffington Post, berikut enam tanda yang mengisyaratkan Anda perlu segera tes kesuburan. Bahkan, walaupun Anda belum berencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat:

1. Sejarah Kemandulan di Keluarga

ada riwayat kemandulan di keluarga
Faktor kesuburan juga bisa dipengaruhi oleh riwayat kesehatan keluarga. (Foto: Freepik)

Banyak orang tidak menyadari, jika orangtua mereka memiliki kesulitan mendapatkan keturunan, mereka bisa mengalami hal yang sama. Beberapa kondisi turunan yang dihubungan dengan kemandulan adalah: menopause dini, endometriosis, dan jumlah sperma rendah.

Faktor kemandulan pria, contohnya, bisa diturunkan dari kakek ke ayah ke anak, ujar Luk. Dan wanita yang ibunya mengalami menopause dini bisa memiliki risiko yang sama.

2. Mengalami Nyeri Pelvis Kronis

nyeri pelvis kronis
Nyeri kronis pada pelvis perlu diperiksakan karena bisa pengaruhi kesuburan. (Foto: Freepik)

Menstruasi yang menyakitkan bisa jadi simtom endometriosis, gangguan kronis yang seringnya bersifat turunan. Endometriosis terjadi ketika dinding rahim–endometrium–tumbuh di luar. Hal ini menyebabkan luka di tuba falopi dan membuat sperma mengalami kesulitan mencapai indung telur.

“Endometriosis bisa beracun untuk sel telur. Hal ini bisa menyebabkan sel telur seorang wanita yang sehat jadi bersifat seperti sel telur wanita yang jauh lebih tua,” ujar Dr. Aimee Eyvazzadeh, spesialis kesuburan dari Kalifornia yang terkenal dengan nama “Pembisik Telur.”

Tujuh juta wanita di AS memiliki endometriosis, dan hal ini adalah penyebab terbesar kemandulan. Salah satu cara penanganannya, menurut Mayo Clinic, adalah terapi hormon, mengubah pola diet, dan operasi. In vitro fertilization (program bayi tabung) juga bisa dilakukan sebagai alternatif lain operasi.

3. Terdiagnosis PCOS Perlu Lakukan Tes Kesuburan

Terdiagnosis PCOS Perlu Lakukan Tes Kesuburan
Bila Anda memiliki sindrom polisistik ovarium, segera lakukan tes kesuburan. (Foto: Freepik)

Nyeri pelvis kronis juga bisa simtom dari polycystic ovarian syndrome (sindrom polisistik ovarium, PCOS), gangguan hormonal yang juga menjadi salah satu penyebab utama kemandulan. PCOS sering dimulai setelah pubertas, namun bisa terjadi pada tahap remaja kahir atau dewasa muda.

Penyebab pasti dari PCOS belum diketahui, namun hal ini mempengaruhi 10 juta wanita di seluruh dunia, menurut data PCOS Awareness Association.

4. Tes Kesuburan Bila Didiagnosis PMS

tes kesuburan bila terdiagnosis PMS
Jika Anda terinfeksi penyakit menular seksual, segera lakukan tes kesuburan. (Foto: Freepik)

Penyakit menular seksual (PMS) seperti klamidia dan gonore bisa mempengaruhi kesuburan. Diperkirakan ada 2,86 juta kasus klamidia dan 820.000 kasus gonore yang terjadi setiap tahunnya di AS, menurut data Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Sekitar 10 sampai 15 persen wanita dengan klamidia yang tidak ditangani akan mengalami penyakit inflamasi pelvis. Hal ini akan menyebabkan kerusakan permanen pada tuba falopi, rahim, dan jaringan di sekitarnya, yang bisa berujung pada kemandulan.

5. Mengalami Obesitas

mengalami obesitas
Berat badan berlebih bisa pengaruhi kesuburan pada pria dan wanita. (Foto: Freepik)

Obesitas bisa menjadi faktor ketidaksuburan pada pria dan wanita. Wanita obesitas lebih berisiko mengalami penurunan kesuburan dan gagal menjalani program bayi tabung dibanding wanita dengan berat badan normal.

Mereka juga memiliki angka keguguran yang lebih tinggi, bayi lahir meninggal dan pre-eklamsia saat hamil.

Pada pria, ada hubungan antara obesitas dan ketidaksuburan karena keabnormalan endokrin. Obesitas pada pria juga bisa mempengaruhi kemungkinan kehamilan pasangannya, keguguran, dan kemungkinan bayi lahir meninggal.

6. Berat Badan Kurang

berat badan kurang
Tak hanya wanita obesitas, mereka yang berat badan rendah juga bisa memiliki masalah kesuburan. (Foto: Freepik)

Tak hanya wanita obesitas, mereka yang berat badan rendah juga bisa memiliki masalah kesuburan. Wanita-wanita dengan berat badan kurang juga memiliki angka keguguran yang lebih tinggi dan akan menghadapi lebih banyak masalah kehamilan.

Studi menemukan, berat indeks massa tubuh yang rendah bisa mempengaruhi kesuburan karena hal ini akan menginterupsi ovulasi.

Untuk Anda yang sedang berencana untuk menikah atau memiliki keturunan, pastikan periksakan kesuburan Anda melalui Triasse untuk mengetahui segala sesuatunya secara pasti. Triasse menyediakan tes kesuburan bagi pria dan wanita. Cek Paket Kesuburan Pria yang bisa Anda coba dan mendapatkan hasil yang lengkap dengan cara yang praktis.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.