Waspadai Risiko Kelelahan Mata pada Anak karena Main Gadget

Waspadai Risiko Kelelahan Mata pada Anak karena Main Gadget
Kebiasaan bermain gadget, apalagi jika tidak dibatasi bisa menimbulkan kelelahan mata pada anak yang memiliki risikonya sendiri. Foto: Freepik
Bagikan ke Teman:

Di dunia yang semakin canggih, gadget tidak bisa dilepaskan dari keseharian. Dan hal ini juga berlaku bagi anak-anak. Sayangnya, dampak dari akrab dengan gadget bisa menimbulkan risiko kelelahan mata pada anak, yang efeknya berbeda dengan orang dewasa.

Menurut penelitian di tahun 2013 oleh Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJJII), mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia hingga akhir tahun mencapai 71,19 juta dimana 9 juta di antaranya menggunakan ponsel untuk mengakses internet. Angka ini tentu termasuk anak-anak yang tumbuh kembangnya belum sempurna.

Pengaruh paparan gagdet tergantung pada frekuensi dan durasi pemakaian. Semakin lama pemakaian risiko kelelahan mata (eye strain) akan semakin besar. Pada mata anak, gejala tersebut dapat lebih ekstrim. Hal ini disebabkan daya akomodasi mata anak lebih kuat dibandingan orang dewasa. Efeknya anak lebih mudah beradaptasi terhadap penglihatan dekat, maka mata anak cenderung lebih tahan terekspos pada gadget dalam waktu berjam-jam tanpa rasa lelah.

Mereka mungkin tidak merasa lelah dan tidak sadar bahwa mata telah dipaksa bekerja lebih lama dari yang seharusnya. Akibatnya, mata anak jadi lebih mudah rusak karena tidak ada alarm yang berbunyi dan memaksa mereka untuk mengistirahatkan penglihatan.

Tanda-tanda Kelelahan Mata

kelelahan mata
Ada banyak risiko akibat kelelahan mata pada anak. Foto: Freepik

Untuk melindungi anak dari risiko kelelahan mata, orangtua harus tahu tanda-tandanya dan memberikan pemahaman pada buah hati. Berikut tanda-tanda mata lelah:

  • Mata terasa berpasir
  • Pandangan Buram
  • Mata Berair
  • Pedih pada Mata
  • Sakit Kepala
  • Pegal di daerah tengkuk & leher
  • Perut terasa mual

Faktor Resiko Mata Lelah Pada Anak

  • Riwayat orang tua dengan myopia
  • Bayi dengan riwayat prematur

Akibat Kelelahan Mata Berakibat Permanen

Anak-anak yang banyak melakukan aktivitas dengan jarak pandang sangat dekat secara intensif seperti bermain komputer ataupun gadget lainnya cenderung memiliki mata myopia dan astigmatism dibandingkan dengan mereka yang lebih sering melakukan aktivitas di luar ruangan.

Jika myopia pada anak cenderung tinggi diatas minus 6, waspadai kemungkinan terjadi retinal detachment (terlepasnya retina), apabila terjadi penglihatan akan seolah – olah tertutup tirai dan sebagian menjadi hitam.

Pengobatan Kelelahan Mata pada Anak

pengobatan kelelahan mata
Lakukan pengecekan segera ketika anak menunjukkan tanda-tanda kelelahan mata. Foto: Freepik
  1. Kelelahan dapat dihentikan dengan menghentikan dan mengistirahatkan penggunaan gadget.
  2. Menganut 20 : 20 : 20, apabila setelah paparan gadget terhadap mata 20 menit, istirahatkan mata 20 detik untuk melihat luar jendela sejauh 20 meter
  3. Bila terjadi kelainan myopia tidak bisa dikembalikan, hanya bisa dicegah agar tidak terjadi kenaikan minus mata.

Anjuran untuk Mata Anak

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), sama sekali tidak dianjurkan bagi anak dibawah usia 2 tahun untuk memakai gadget. Berbagai hasil penelitian menunjukan keterlambatan kemampuan bicara anak akibat penggunaan gadget yang terlalu lama. Pada usia sangat dini, dianjurkan anak berinteraksi dengan orang tua atau lingkungan sekitarnya.

  1. Anak usia 3 – 5 tahun paparan interaksi yang dianjurkan 1 jam sehari
  2. Anak usia 6 – 12 tahun paparan interaksi yang dianjurkan 2 jam sehari
  3. Anak usia 13 – 18 tahun paparan interaksi yang dianjurkan 3 jam sehari.

Kunjungi Dokter

Ada beberapa anjuran yang baik dilakukan orang tua terhadap anaknya

  • Bayi baru lahir untuk mengetahui apakah ada masalah mata bawaan.
  • Bayi 6 bulam-1 tahun dilakukan pemeriksaan lengkap pertama kali untuk mencari masalah kesehatan mata dan tanda-tanda masalah penglihatan, seperti rabun jauh (minus), rabun dekat (plus), atau gangguan gerakan mata
  • Anak usia 3 tahun mengetes ketajaman visual, apakah memerlukan kacamata sebagai alat bantu
  • Anak usia 5 tahun untuk mengetahui keselarasan dan keseimbangan mata untuk masa depan selanjutnya apakah adanya kelainan pada mata
  • Pada anak yang menggunakan kacamata dianjurkan unuk melakukan pemeriksaan 1 tahun sekali dan pada anak yang hingga usia 5 tahun tidak mengalami kelainan, dianjurkan setiap 2 tahun sekali.

 

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."