Vaksin Ibu Hamil: Covid-19 Tingkatkan Risiko Komplikasi Kehamilan

Vaksin Ibu Hamil: Covid-19 Tingkatkan Risiko Komplikasi Kehamilan
Covid-19 meningkatkan berbagia risiko komplikasi pada ibu dan janin, karena itu sangatlah penting untuk melakukan vaksin ibu hamil. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Satu studi di Prancis mengonfirmasi dugaan para dokter kandungan di Amerika Serikat dan negara-negara lain. Peneliti menyimpulkan, ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 lebih besar risikonya mengalami komplikasi saat kehamilan dan persalinan dibanding mereka yang tidak. Para pakar berharap, studi ini bisa meyakinkan mereka yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan untuk melakukan apa yang mereka anjurkan selama ini: Vaksin ibu hamil dilakukan sesegera mungkin.

“Sungguh bagus karena kini ada data yang mendukung apa yang telah kami ketahui,” ujar Dr. Vonne Jones, seorang dokter di Total Women’s Care di Houston, Texas, kepada Healthline, dikutip Triasse. “Wanita hamil yang terinfeksi Covid-19 tiga kali lebih berisiko dirumahsakitkan dibanding yang tidak.”

Tim peneliti dari Universite de Paris menganalisa data mereka yang dirumahsakitkan untuk persalinan setelah kehamilan 22 minggu di Prancis antara bulan Januari dan Juni 2020. Dri 244.465 kelahiran di rumah sakit di Prancis, 874 ibu telah didiagnosis Covid-19.

Ibu-ibu yang hamil lebih frekuensi masuk unit perawatan intensif-nya lebih tinggi, begitu juga dengan tingkat preeclampsia dan eclampsia, hipertensi kehamilan, pendarahan baik sebelum atau sesudah persalinan, prematur atau induksi, kelahiran cesar, dan bahkan kematian dibanding mereka yang tidak terinfeksi menurut laporan peneliti.

“(Data) Ini sama sekali tidak mengejutkan,” ujar Dr. Marco Mouanness, dokter di Rejuvenating Fertility Center di New York kepada Healthline.

Studi juga menemukan, ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 juga berisiko lebih tinggi membutuhkan ventilator.

Penyebab hal ini sebagian bisa jadi karena saat hamil, seorang wanita volume residual paru-parunya lebih kecil. Seiring pertumbuhan janin, ini memberikan tekanan lebih pada diagfrahma, yang kemudian menekan paru-paru, memangkas volumenya. Mengingat efek Covid-19 pada paru-paru dan pernapasan, hal ini menimbulkan potensi bahaya, menurut pakar.

Kesungkanan Vaksin Ibu Hamil Masih Tinggi

kesungkanan vaksin ibu hamil masih tinggi
Banyak ibu hamil atau mereka yang merencanakan kehamilan sungkan untuk vaksin karena mengkhawatirkan keselamatan janin. (Foto: Freepik)

Mouanness, seperti dokter kandungan lainnya, mengatakan ia telah berusaha melawan disinformasi dan berusaha untuk membantu pasien memahami kehamilan, Covid-19, dan vaksin secara lebih baik. Ia mengatakan banyak kesalahpahaman terkait hal tersebut sejak awal pandemi. Ia mengatakan, pada awal pandemi, kebanyakan penelitian mengarah bahwa Covid-19 tidak meningkatkan berbagai risiko kehamilan.

Namun seiring waktu dan lebih banyak data yang dikumpulkan dan ditinjau, anggapan ini kemudian ditumbangkan oleh informasi bahwa kehamilan jadi lebih berisiko jika ibu terinfeksi Covid-19. Dokter-dokter kandungan kemudian menemukan pentingnya bagi mereka untuk memberikan edukasi tambahan terkait vaksin dan kehamilan. Inilah kemudian mendorong studi Prancis skala besar ini, ujar Dr. Sylvie Epelboin, penulis studi dan dokter spesialis kesehatan reproduksi kepada Healthline.

Para dokter tadi juga mengatakan, walau belum ada studi komprehensif yang memandingkan wanita hamil yang sudah divaksin dan yang tidak, tapi mengingat bahaya penyakit ini pada ibu hamil, ini bisa jadi peringatan yang sangat penting.

“Semua orang punya opini dan pendapatnya masing-masing terkait vaksin, begitu juga tentang perawatan medis dan eksploitasi politik, tapi ketika sudah ada data, hal ini bisa memberikan persuasi yang efektif,” ujar Epelboin.

Epolboin juga memahami kesungkanan mereka yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan terkait vaksin Covid-19. Kekhawatiran utama mereka adalah janin di dalam kandungan. Ini terutama bagi mereka yang hamil melalui metode in-vitro fertilization.

Namun apa yang kurang dipahami oleh calon dan ibu-ibu hamil ini adalah, risiko akibat Covid-19 bisa memberikan efek yang jauh lebih buruk dibanding vaksin. Ini termasuk keguguran dan kelahiran prematur. Ini mengapa vaksin sangat perlu dilakukan.

Vaksin Ibu Hamil Bersama Triasse

vaksin ibu hamil bersama triasse
Triasse memungkinkan vaksin Covid-19 bagi karyawan yang hamil. (Foto: Freepik)

Terkait penyebaran Covid-19 di Indonesia, Triasse mencoba membantu menekan dan menurunkan jumlah orang yang terinfeksi melalui program vaksinasi, ini termasuk vaksin ibu hamil. Menggunakan vaksin Sinopharm yang memiliki efikasi sampai 79 persen, perusahaan kini bisa mengikuti Program Vaksin Gotong Royong yang diadakan oleh Triasse bersama Kimia Farma.

Program vaksin khusus karyawan perusahaan ini diharapkan bisa membantu menstabilkan dan menekan jumlah pasien Covid-19 di Indonesia sambil menjaga produktivitas dan kinerja karyawan dan perusahaan.

Selain itu, ada baiknya untuk lakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya. Medical check-up bisa mengurangi efek samping vaksin dan juga memastikan kondisi tubuh siap untuk menerima vaksinasi yang akan diberikan. Perlu diketahui, beberapa kondisi kesehatan seperti epilepsi, darah tinggi, orang dengan HIV, dan beberapa lainnya membutuhkan perhatian khusus sebelum menerima vaksin Covid-19.

Untuk keamanan ibu hamil, lakukan medical check-up pra-vaksin ini sekitar 7 hari sebelum Anda berencana akan melakukan vaksinasi. Hasil bisa didapatkan tiga hari setelah pengecekan.

Untuk lebih jelasnya, cek di sini. Pastikan juga untuk selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin secara berkala dua kali dalam setahun. Cek berbagai paket pemeriksaan lainnya di Triasse sesuai dengan kebutuhan.

 

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.