9 Jenis Pemeriksaan Kehamilan yang Wajib Dilakukan

Bagikan ke Teman:

Kehamilan biasanya adalah kabar gembira bagi pasangan. Namun, kehadiran buah hati yang dinanti ini juga menimbulkan perasaan harap-harap cemas. Dan faktanya, ibu memang menjadi lebih rentan saat mengandung. Inilah kenapa pemeriksaan kehamilan sangat perlu dilakukan.

Mengapa Harus Dilakukan?

Pemeriksaan kehamilan dilakukan untuk identifikasi awal apakah ada infeksi yang terjadi pada ibu hamil atau janin. Selain itu, hal ini juga bertujuan untuk memantau kondisi kesehatannya. Perlu diingat pula masa hamil muda adalah masa yang paling berisiko dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan janin didalam kandungan.

Kapan Harus Dilakukan?

Pemeriksaan ini dapat dilakukan pada seorang Ibu yang telah dinyatakan positif hamil, dan telah berada dimasa kehamilan awal antara 2 atau 3 bulan.

Berbagai Jenis Pemeriksaan

pemeriksaan kehamilan
Ada sembilan jenis pemeriksaan kehamilan yang perlu dilakukan calon ibu. (Foto: Freepik)

Berikut adalah macam-macam jenis pemeriksaan kehamilan yang penting untuk dilakukan:

1. Hematologi Lengkap

Pemeriskaan kehamilan ini dilakukan untuk memeriksa keadaan darah yang meliputi komponen-komponennya. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kemungkinan adanya kelainan atau infeksi pada gangguan hati dan ginjal. Atau adanya dugaan anemia dan apakah terdapat gangguan pembekuan darah pada ibu hamil.

2. Golongan Darah dan Rhesus

Tes ini dilakukan untuk mengetahui golongan darah dan rhesus pada si janin. Karena apabila terjadi ketidakcocokan rhesus antara si Ibu dengan janin, maka akan berdampak terbentuknya antibodi yang dapat merusak sel – sel darah merah pada janin.

3. Glukosa Puasa

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi diabetes gestasional yang dapat saja mengakibatkan terjadinya keguguran, dan juga untuk mendeteksi apakah adanya kerusakan otak dan jantung pada janin.

4. VDRL

Tes VDRL dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang Ibu mengidap penyakit sifilis atau tidak. Selain itu, pemeriksaan ini juga untuk mendeteksi antibodi apabila seseorang Ibu pernah menderita penyakit sifilis yang disebabkan oleh kuman Trepanoma pallidum. Kemudian apabila seorang ibu hamil dinyatakan positif menderita sifilis, maka pengobatan harus dilakukan secepatnya, karena penyakit ini dapat mempengaruhi janin yang tengah dikandungnya.

5. HBsAg

Pemeriskaan HBsAG dilakukan untuk mendeteksi apakah adanya virus hepatitis B, dan juga untuk melakukan pencegahan agar janin tak terkena virus hepatitis B.

6. Anti-Toxoplasma Ig G

Pemeriksaan kehamilan ini dilakukan untuk mendeteksi apakah adanya infeksi toksoplasma yang dapat menyebabkan komplikasi serta memperburuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

7. Anti-Rubella Ig G

Hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah adanya infeksi Rubella yang dapat menyebabkan komplikasi serta memperburuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

8. Anti-CMV Ig G

Hal ini dilakukan untuk mendeteksi apakah adanya infeksi Cytomegalovirus yang dapat menyebabkan komplikasi serta memperburuk pertumbuhan dan perkembangan janin.

9. Urine Lengkap/Rutin

Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah adanya infeksi dan penyakit saluran kencing, serta dapat pula mengukur kadar glukosa dan protein pada urine. Perlu diingat apabila seorang Ibu hamil mengalami kelebihan protein, maka akan menandakan bahwa adanya gangguan preeklampsia (hipertensi pada masa kehamilan).

Risiko Melewatkan Pemeriksaan Kehamilan

pemeriksaan kehamilan
Melewatkan pemeriksaan kehamilan bisa membuat risiko dan penyakit tidak terdeteksi yang bisa berbahaya bagi ibu dan janin. (Foto: Freepik)

Hal yang akan terjadi apabila tidak melakukan pemeriksaan saat sedang hamil muda, yaitu tidak terindetifikasinya virus yang sebenarnya terdapat di dalam tubuh. Dan dapat pula beresiko menderita penyakit Preeklampsia (Hipertensi pada masa kehamilan) dan Diabetes. Berikut adalah penjelasan uraiannya :

Preeklampsia

Preeklampsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria).

Diabetes

Jika seorang Ibu hamil sedang mengalami diabetes atau sebelumnya memiliki riwayat diabetes, maka Ibu hamil tersebut membutuhkan perawatan dan penanganan khusus dari tim dokter ahli kandungan dan diabetes. Dan apabila Ibu hamil mengalami diabetes gestasional, maka diperlukan penyesuaian diet  yang meningkatkan karbohidrat namun harus mengurangi kadar lemak dan gula yang dikonsumsi. Dan dapat pula untuk dilakukan penyuntikan insulin yang bertujuan untuk membantu mengontrol gula darah.

Jadi, seorang Ibu hamil disarankan melakukan 9 tes pemeriksaan saat hamil muda, agar dapat mencegah dan mengidentifikasi dini infeksi yang diderita oleh Ibu hamil dan juga janin. Dan jika ingin melakukan pemeriksaan di masa awal kehamilan maka dapat melakukan tes darah “Panel Awal Kehamilan” melalui PesanLab.com.

Selain itu di PesanLab juga terdapat layanan Home Service yang dapat memudahkan Ibu hamil, untuk tidak perlu lagi datang ke Laboratorium, melainkan nanti perawat kami yang akan datang langsung ke Rumah, Kantor atau lokasi yang diinginkan. Selain itu, pemeriksaan di PesanLab sudah dipastikan murah, praktis, dan juga aman.

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *