Keguguran Berulang Mengapa Terjadi dan Bisakah Diatasi?

Bagikan ke Teman:

Keguguran bukanlah sesuatu yang jarang terjadi pada kehamilan. WebMD mengatakan, sekitar 50 persen kehamilan berakhir dengan keguguran sebelum usia janin mencapai 20 minggu. Keguguran berulang juga merupakan fenomena yang cukup umum terjadi, dan sebabnya tidak selalu diketahui.

Namun tentu saja, mengetahui fakta di atas tidak lantas membuat kehilangan yang dialami para calon orangtua terasa lebih mudah. Jika ada satu hal yang bisa menghibur, mengalami keguguran berulang bukan lantas kehamilan  yang sehat dan memiliki buah hati menjadi sesuatu yang mustahil.

Wanita yang mengalami keguguran berulang perlu mendapatkan penanganan menyeluruh, termasuk mencari tahu penyebab gugurnya janin dan cara mengatasinya untuk kehamilan selanjutnya.

Apa saja penyebab keguguran?

Keguguran pada ibu hamil, sebenarnya memiliki banyak faktor penentu, seperti:

  1. Memiliki masalah genetik. Mungkin antara Anda dan pasangan memiliki kelainan pada kromosom yang tidak menyebabkan masalah, hingga kemudian diturunkan ke bayi Anda. Kelainan kromosom ini juga sering dikaitkan dengan keguguran berulang pada pasangan. Bahkan hingga 60% keguguran merupakan akibat kromosom abnormal pada embrio.
  2. Sindrom antiphospholipid (APS) atau sindrom sticky blood atau sindrom Hughes yang merupakan pembekuan darah yang tidak semestinya. APS ditemukan sebanyak 15-20 persen pada kasus keguguran berulang.
  3. Terjadinya infeksi. Apabila pada dahulunya pernah mengalami Infeksi yang terjadi pada organ reproduksi wanita, maka hal ini dapat menyebabkan keguguran. Kemudian penyakit lain seperti hipertensi pada kehamilan juga dapat menjadi faktor pemicu lainnya.

Solusi mengatasi keguguran

Solusi yang dapat dilakukan, agar dapat mengurangi risiko terjadinya keguguran, yaitu dengan melakukan pola hidup sehat, istirahat yang cukup, tidak stres, membatasi dan tidak terlalu banyak melakukan aktivitas selama masa kehamilan, makan makanan bergizi dan selalu perhatikan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Karena seorang wanita hamil tentunya memiliki beberapa jenis pantangan makanan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan janin.

Apa saja pemeriksaan yang dapat dilakukan?

  1. Analisa Kromosom. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendeteksi kelainan kromosom, sehingga dapat membantu diagnosis penyakit genetik, cacat lahir, dan penyakit darah dari sistem limfatik (kelainan hati) tertentu.
  2. ACA Ig G & Ig M. Pemeriksaan ini ditujukan untuk mendiagnosis trombosis berulang yang berbeda, penyakit lupus pada masa kehamilan dan pada kasus keguguran berulang.
  3. TORCH. Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan screening berupa tes darah guna mendeteksi sekelompok infeksi pada tubuh anda. TORCH merupakan singkatan dari toxoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes simplex. Keempat jenis penyakit infeksi ini, sama – sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil.

Itulah beberapa hal yang dapat saja menjadi penyebab, mengapa seringnya terjadi keguguran berulang. Untuk lebih lanjut alangkah lebih baik jika melakukan pemeriksaan tes lab guna memastikan mengapa seringnya terjadi hal tersebut. Semua tes di atas dapat Anda temukan di PesanLab.com.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *