Biar Sehat, Kenali Ukuran Kadar Gula Darah Normal Ini!

Biar Sehat, Kenali Ukuran Kadar Gula Darah Normal Ini!
Kadar gula darah normal dalam tubuh perlu dikelola dan dikendalikan untuk menjaga kesehatan tubuh secara jangka panjang dan hindari diabetes. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Kadar gula darah adalah banyaknya zat gula atau glukosa di dalam darah. Gula darah memang sering mengalami perubahan. Oleh karena itu, kadar gula darah normal perlu dijaga agar tidak terjadi gangguan di dalam tubuh manusia, seperti misalnya diabetes dan hipoglikemi.

Tubuh manusia mendapat glukosa dari makanan yang kita makan. Gula merupakan sumber energi yang penting dan menyediakan nutrisi bagi organ tubuh, otot, dan sistem saraf. Penyerapan, penyimpanan dan produksi glukosa diatur secara konstan oleh proses kompleks yang melibatkan usus kecil, hati, dan pankreas.

Glukosa memasuki aliran darah setelah seseorang makan karbohidrat. Sistem endokrin membantu menjaga kadar glukosa aliran darah dengan menggunakan pankreas. Organ ini menghasilkan hormon insulin, melepaskannya setelah seseorang mengonsumsi protein atau karbohidrat. Insulin mengirim kelebihan glukosa di hati sebagai glikogen.

Pankreas juga menghasilkan hormon yang disebut glukagon, yang melakukan kebalikan dari insulin, yakni meningkatkan kadar gula darah bila diperlukan. Menurut Pusat Penelitian Kanker Pankreas Sol Goldman Universitas Johns Hopkins, kedua hormon bekerja sama untuk menjaga keseimbangan glukosa.

Ketika tubuh membutuhkan lebih banyak gula dalam darah, glukagon memberi sinyal pada hati untuk mengubah glikogen kembali menjadi glukosa dan melepaskannya ke dalam aliran darah. Proses ini disebut glikogenolisis, seperti yang dikutip Triasse dari Live Science. Untuk menjaga kesehatan tubuh dan mencegah berbagai peyakit dan komplikasinya, kita perlu mempertahankan kadar gula darah normal. Di bawah ini informasi selengkapnya info sehat mengenai kadar gula darah normal.

Kadar Gula Darah Normal

kadar gula darah yang normal
Setelah Anda makan, tubuh akan memecah karbohidrat dalam makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, termasuk glukosa yang dapat diserap oleh usus kecil. (Foto: Freepik)

Kadar gula dalam darah bervariasi, baik sebelum atau sesudah makan. Ini mencerminkan cara tubuh menyerap dan menyimpan glukosa. Setelah Anda makan, tubuh akan memecah karbohidrat dalam makanan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, termasuk glukosa yang dapat diserap oleh usus kecil.

Berikut kisaran kadar gula darah normal pada tubuh orang dewasa:

– Gula darah normal sebelum makan, yaitu sekitar 70-130 miligram per desiliter.
– Gula darah normal 2 jam setelah makan, yaitu kurang dari 140 miligram per desiliter.
– Gula darah normal setelah berpuasa selama delapan jam, yaitu kurang dari 100 miligram per desiliter.
– Gula darah normal menjelang tidur, yaitu 100-140 miligram per desiliter.

Sementara untuk kadar gula darah normal pada lansia, jikat tidak memiliki diabetes adalah sebagai berikut:

– Sebelum makan: kurang dari 100mg/dl.
– Pada satu sampai dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dl.
– Kadar gula darah yang tercatat pada 140-199 mg/dl, sudah masuk kategori prediabetes.
– Apabila kadar gula darah sudah mencapai 200 mg/dl, maka sudah masuk kategori diabetes.

Sedangkan untuk lansia yang menderita diabetes, ini adalah acuan kadar gula darah yang direkomendasikan, sesuai data yang Triasse temukan di situs WHO.

– Sebelum makan: 80/130 mg/dl
– Satu sampai dua jam setelah makan: kurang dari 180mg/dl

Selain kadar normal, gula darah puasa juga bisa menjadi penentu seseorang menderita diabetes. Kadar gula darah puasa adalah gula darah yang diukur setelah melakukan puasa selama semalaman.

Batas normal gula darah puasa adalah yang kurang dari 100mg/dl. Jika gula darah puasa berada pada angka 100-125 mg/dl, maka kondisi ini sudah masuk dalam kategori prediabetes. Seseorang dikatakan sudah menderita diabetes, apabila kadar gula darah puasanya sudah mencapai lebih dari 126mg/dl.

Masalah Jika Kekurangan Gula Darah

masalah jika kekurangan gula darah
Dalam kondisi yang disebut hipoglikemia, tubuh gagal menghasilkan gula yang cukup. (Foto: Freepik)

Kadar gula dalam darah bisa menyebabkan diabetes. Menurut Dr Jennifer Loh, kepala departemen endokrinologi untuk Kaiser Permanente di Hawaii, gangguan ini dapat dikaikan dengan banyak penyebab, termasuk, obesitas, diet, hingga riwayat keluarga.

Sel dapat mengembangkan toleransi terhadap insulin, sehingga perlu bagi pankreas untuk memproduksi dan melepaskan lebih banyak insulin supaya menurunkan kadar gula darah Anda dengan jumlah yang diperlukan. Akhirnya, tubuh bisa gagal memproduksi insulin yang cukup untuk mengimbangi gula yang masuk ke dalam tubuh.

Meskipun demikian, perlu beberapa dekade untuk mendiagnosis kadar gula darah yang tinggi. Ini mungkin terjadi karena pankreas sangat baik dalam pekerjaannya sehingga seorang dokter dapat terus mendapatkan pembacaan glukosa darah normal sementara toleransi insulin terus meningkat, kata Joy Stephenson-Laws, pendiri Laboratorium Kesehatan Proaktif (Laboratorium pH), sebuah organisasi nirlaba yang menyediakan pendidikan dan alat kesehatan.

Joy Stephenson-Laws juga menulis buku tentang: “Mineral – Nutrisi yang Terlupakan: Senjata Rahasia Anda untuk Mendapatkan Diri untuk Tetap Sehat” (Proactive Health Labs, 2016).

Profesional kesehatan, tim medis seperti dokter hingga suster, dapat memeriksa kadar gula darah dengan tes A1C, yang merupakan tes darah untuk diabetes tipe 2 dan prediabetes, menurut penjelasan yang didapat Triasse dari Perpustakaan Kedokteran Nasional AS. Tes ini mengukur kadar glukosa darah atau gula darah rata-rata selama tiga bulan sebelumnya.

Dokter dapat menggunakan A1C sendiri atau dalam kombinasi dengan tes diabetes lainnya untuk membuat diagnosis. Mereka juga menggunakan A1C untuk melihat seberapa baik tubuh Anda menghadapi penyakit diabetes. Tes ini berbeda dari pemeriksaan gula darah yang dilakukan oleh penderita diabetes untuk diri mereka sendiri pada setiap harinya.

Dalam kondisi yang disebut hipoglikemia, tubuh gagal menghasilkan gula yang cukup. Orang dengan kelainan ini membutuhkan perawatan ketika gula darah turun hingga 70 mg / dL atau lebih rendah. Menurut Mayo Clinic, gejala hipoglikemia dapat menimbukan masalah berikut ini:

– Sensasi kesemutan di sekitar mulut
– Sempoyongan
– Berkeringat
– Detak jantung yang tidak teratur
Kelelahan
– Kulit pucat
– Menangis saat tidur
– Kegelisahan
– Kelaparan
– Gampang marah

Cara Mempertahankan Kadar Gula Darah Normal

cara mempertahankan kadar gula darah normal
Menjaga kadar gula darah normal bisa dilakukan dengan mengelola gaya hidup sehat. (Foto: Freepik)

Untuk menghindari efek gula darah terlalu rendah atau tinggi, mari jaga kadar gula darah Anda agar tetap dalam batas normal. Berikut cara-cara yang bisa Anda lakukan:

  • Olahraga rutin

Dengan rutin olahraga, Anda bisa menstabilkan gula darah. Lakukan olahraga setidaknya 2,5 jam per minggu secara teratur. Anda bisa melatih kekuatan otot-otot tubuh karena peranannya dalam menggunakan dan menyimpan gula sangat besar. Hal tersebut bisa membuat kadar gula darah tetap normal. Namun ingat, jangan berlebihan melakukan aktivitas fisik karena hal tersebut bisa memicu hipoglikemia.

  • Perhatikan asupan makanan

Sebaiknya batasi konsumsi karbohidrat. Sumber karbohidrat yang bisa Anda pilih yaitu ubi, pasta dari biji-bijian utuh, dan nasi merah. Makanan lain yang bagus untuk Anda konsumsi yaitu kacang-kacangan seperti almond, ikan salmon, daging dada ayam tanpa kulit, brokoli, bayam, dan kayu manis.

  • Makan tepat waktu

Jangan melewatkan waktu makan Anda, terutama sarapan. Jika hal ini terjadi, rasa lapar akan meningkat di jam makan berikutnya. Hasilnya Anda akan makan secara berlebihan, kemudian naiklah gula darah Anda. Makan tiga kali sehari ditambah dua camilan bernutrisi di sela-sela jam makan bisa membantu gula darah tetap normal.

  • Mengetes Gula Darah

Untuk mengetahui kadar gula darah normal, tes gula darah bisa dilakukan di rumah sakit, atau jika ingin praktis Anda bisa membeli alat tes gula darah yang bisa dipakai di rumah. Namun, untuk memantau kadar gula darah selama 2 sampai 3 bulan terakhir, diperlukan tes haemoglobin A1c (HbA1c) di laboratorium. Sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mengetahui jenis tes darah yang dibutuhkan.

Bagikan ke Teman:
Alexander Sitepu
Extremely motivated to constantly develop my skills and grow professionally. I am confident in my ability to come up with interesting ideas.