10 Tes Darah yang Dapat Menjawab Kondisi Kesehatan Tubuh

Bagikan ke Teman:

Fungsi tes darah atau pemeriksaan laboratorium dapat menceritakan banyak hal tentang kesehatan tubuh. Bahkan, hampir dua-pertiga kondisi kesehatan tubuh bisa dilihat dari data hasil tes darah yang akurat ini. Data ini tentu saja tidak hanya penting untuk mengobati penyakit, tetapi juga berguna dalam memonitoring kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Meskipun terdapat banyak jenis tes darah yang dapat dilakukan, kita dapat melakukan beberapa tes saja untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dengan kata lain Anda hanya perlu melakukan screening test ini, lalu konsultasi dengan dokter, kemudian dapat dilanjutkan dengan tes darah yang lebih spesifik apabila dibutuhkan.

Jadi, jenis tes darah apa sajakah yang sebaiknya dilakukan untuk memonitoring kesehatan? PesanLab.com mengumpulkan beberapa tes darah yang esensial untuk membantu Anda dalam melakukan Medical Check Up:

1. Pemeriksaan Lemak (Lipid) atau Kolesterol

Tes darah ini berfungsi mengukur kadar lemak dalam tubuh. Mengukur kadar lipid dalam darah akan memberitahu kadar kolesterol dan trigliserida yang keduanya berdampak pada kesehatan jantung. Sebelum melakukan tes ini, Anda perlu untuk puasa terlebih dahulu sekitar 10 hingga 12 jam. Berikut ini cara membaca nilai normal atau hasil dari tes Panel Lemak / Kolesterol:

  • Kolesterol total : Resiko rendah: <200 mg/dL, Batas tinggi: 200-239 mg/dL dan Tinggi:> 240 mg/dL
  • Hasil LDL kolesterol (Lemak Jahat): Resiko rendah: <100 mg/dL, Batas tinggi: 130-159 mg/dL, Tinggi: 160-189 mg/dL dan Sangat tinggi:> 190 mg/dL
  • Kolesterol HDL (lemak baik): kurang: <40 mg/dL (pria), <50 mg/dL (wanita), cukup: 50-59 mg/dL, Terbaik: 60 mg/dL dan di atas
  • Hasil trigliserida: Diinginkan: <100 mg/dL, batas tinggi: 150-199 mg/dL, Tinggi: 200-499 mg/dL dan Sangat tinggi: > 500 mg/dL

kolesterol

Info selengkapnya tentang kolesterol silakan klik disini.

2. Pemeriksaan TORCH

Pemeriksaan TORCH adalah pemeriksaan screening berupa tes darah guna mendeteksi sekelompok infeksi pada tubuh anda. TORCH merupakan singkatan dari Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex.

Keempat jenis penyakit infeksi ini, sama-sama berbahaya bagi janin bila infeksi diderita oleh ibu hamil. Kini, diagnosis untuk penyakit infeksi telah berkembang antar lain ke arah pemeriksaan secara imunologis. Prinsip dari pemeriksaan ini adalah deteksi adanya zat anti (antibodi) yang spesifik taerhadap kuman penyebab infeksi tersebut sebagai respon tubuh terhadap adanya benda asing (kuman). Antibodi yang terburuk dapat berupa Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG).

Nilai Normal : Negative

Toxo

Info selengkapnya tentang pemeriksaan TORCH, silakan klik disini.

3. Pemeriksaan Screening Tumor Pria

Tumor adalah pertumbuhan sel-sel tubuh yang abnormal. Sel merupakan unit terkecil yang menyusun jaringan tubuh manusia. Masing-masing sel mengandung gen yang berfungsi untuk menentukan pertumbuhan, perkembangan, atau perbaikan yang terjadi dalam tubuh.

Tumor dapat menyebabkan berbagai gejala. Beberapa gejala dan tanda klinis umumnya bisa berupa:

  • Sering merasa tidak sehat.
  • Merasa sangat lelah.
  • Demam dan menggigil.
  • Tidak nafsu makan.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkeringat pada malam hari.

Jenis tes untuk screening tumor pria adalah : AFP (Alfa Feto Protein), CEA (Carcino Embryonic Antigen) dan PSA (Prostate Specific Antigen).

Nilai normal untuk:

  • AFP : < 20 ng/ml
  • CEA : < 5 ng / ml
  • PSA : 1 – 4 ng /ml

tumor

Info selengkapnya tentang pemeriksaan Tumor Pria, silakan klik disini.

4. Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Ginjal adalah organ ekskresi yang memiliki bentuk mirip kacang, dimana sebagai bagian dari sistem urin, ginjal memiliki fungsi sebagai penyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Tujuan dan kegunaan pemeriksaan fungsi ginjal adalah untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada fungsi ginjal seseorang, atau yang biasa disebut dengan istilah gagal ginjal.

Mengapa penting? Gangguan fungsi ginjal dapat terjadi tanpa gejala, subklinis, dan baru dapat diketahui secara nyata setelah memberat. Salah satu tujuan uji fungsi ginjal adalah untuk mendeteksi dini adanya gangguan fungsi ginjal sewaktu masih awal. Tujuan lain untuk menentukan berapa berat gangguan tersebut.

Nilai Normal :

  • Ureum : 7 – 20 mg / dL
  • Kreatinin : 0,8 – 1,4 mg / dL
  • Asam Urat : 2 – 7,5 mg / dL

300x250_periksa-kesehatan-ginjal

Info selengkapnya tentang pemeriksaan fungsi ginjal, silakan klik disini.

5. Pemeriksaan Screening Hepatitis B

Hepatitis adalah sakit peradangan pada lever (hati). Peradangan terjadi karena beberapa sebab seperti toksin (racun), bahan kimia, obat ataupun agen penyebab infeksi.

Penyakit hepatitis ini dapat fatal akibatnya apabila tidak ditanggulangi secara lanjut dikarenakan penyakit ini adalah cikal bakal dari munculnya kanker hati, penyakit ini merusak fungsi hati yang berfungsi sebagai penetral racun. Yang paling mengerikan adalah karena penyakit ini akan menyerang siapapun tanpa pandang usia.

Nilai Normal :

  • HBsAg : Negative (Non Reaktif)
  • Anti HBs : < 20 mIU / ml

Info selengkapnya tentang pemeriksaan Hepatitis B, silakan klik disini.

6. Pemeriksaan Fungsi Hati

Hati (liver) merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh memiliki fungsi sebagai alat ekskresi karena hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari asam amino.

Tes fungsi hati(panel hati) adalah seperangkat tes darah yang mengukur kadar enzim hati, protein, dan zat lainnya. Tes fungsi hati digunakan untuk membantu mendiagnosis ada tidaknya penyakit hati atau penyakit liver, menilai tingkat kerusakan hati dan menentukan seberapa baik pengobatan bekerja.

Jenis tes dalam pemeriksaan fungsi hati adalah : SGOT, SGPT, Gamma GT dan Alkali Fosfatase.

Nilai Normal :

  • SGOT : 5 – 40 u / L
  • SGPT : 5 – 41 u / L
  • Gamma GT : 6 – 28 mu / ml
  • Alkali Fosfatase : 45 – 190 iu / L

Info selengkapnya tentang pemeriksaan Fungsi Hati, silakan klik disini.

7. Pemeriksaan Gula Darah (Diabetes)

Diabetes yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis atau penyakit gula. Tubuh pasien yang menderita diabetes mellitus tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga kadar gula darah meningkat dan menyebabkan komplikasi jangka pendek maupun jangka panjang. Diabetes merupakan salah satu  penyebab kematian tertinggi di dunia, bahkan di Indonesia.

Gejala :

  • Frekuensi Buang Air Meningkat
  • Terus Menerus Merasakan Haus (Khususnya Malam Hari)
  • Hilangnya Berat Badan Tanpa Alasan
  • Bagian Intim Sering Gatal
  • Memiliki Luka Yang Sembuh Dalam Waktu Lama
  • Pandangan Mata Yang Mulai Kabur
  • Selalu Merasa Lelah, Kantuk dan Lamban

Jenis tes untuk pemeriksaan ini adalah : Glukosa Puasa, HbA1c dan Urine Rutin.

Nilai normal :

  • Glukosa Puasa : < 100 mg/dL
  • HbA1c normal antara 4% sampai 5,6%. Kadar HbA1c antara 5,7% sampai 6,4% mengindikasikan peningkatan risiko diabetes, dan kadar 6,5% atau lebih tinggi mengindikasikan diabetes.
  • Urine Rutin : Glukosa Negative

diabetes

Info selengkapnya tentang pemeriksaan gula darah, silakan klik disini.

8. Pemeriksaan Kanker Serviks

Kanker Serviks adalah salah satu kanker mematikan pada wanita selain dari kanker payudara, yang muncul pada leher rahim (serviks). Kanker ini banyak menyerang  wanita yang dalam konteks sudah aktif berhubungan seksual dengan rentang usia antara 30-45 tahun. Sedangkan untuk wanita yang berusia 20-25 tahun masih kecil kemungkinan terkena penyakit kanker serviks (kecuali yang aktif secara seksual).

Penyebab dari kanker serviks adalah dari virus bernama Human Papillomavirus (HPV). Dapat mudah menyerang bagi mereka yang rutin melakukan hubungan seksual dan terlebih untuk mereka yang sering berganti pasangan.

Gejala : Bau pada daerah intim, siklus menstruasi tidak teratur dan sakit saat berhubungan intim

Nilai Normal :

  • Papsmear : Normal
  • SCC  (Squamous Cell Carcinoma) : 0 – 2 ng / ml

Info selengkapnya tentang pemeriksaan Kanker Serviks, silakan klik disini.

9. Pemeriksaan Premarital Wanita.

Premarital checkup merupakan sekumpulan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan status kesehatan kedua calon mempelai, terutama mendeteksi adanya penyakit menular, menahun atau diturunkan yang dapat mempengaruhi kesuburan pasangan maupun kesehatan janin.

Mengapa penting?

  1. Tes pranikah wajib hukumnya untuk mengetahui riwayat kesehatan kita dan pasangan, jangan sampai kita menyesal kelak di kemudian hari, terlebih-lebih jika keturunan kita juga memiliki riwayat kesehatan yang buruk.
  2. Mencegah calon bayi terhindar dari penyakit seperti diabetes melitus, thalassemia, dan penyakit turunan lainnya.
  3. Membuat kedua calon mempelai lebih siap, lebih yakin dan lebih terbuka satu sama lain tentang riwayat kesehatan masing-masing. Dalam pernikahan yang diutamakan adalah kejujuran begitu juga dengan masalah kesehatan.

Info selengkapnya tentang pemeriksaan Premarital Wanita, silakan klik disini. 

10. Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual (PMS), atau dikenal juga dengan istilah Penyakit Kelamin, adalah penyakit yang umumnya ditularkan melalui hubungan seks yang tidak aman. Panel skrining penyakit menular seksual memiliki fungsi untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi oleh penyakit Herpes, Klamidia, Gonore, Hepatitis atau Sifilis sehingga dapat dengan segera menentukan terapi yang lebih tepat.

Mengapa penting? Mereka yang aktif secara seksual dengan beberapa pasangan bukanlah satu-satunya yang perlu mengikuti pemeriksaan PMS. Bila Anda telah terpapar oleh kondisi-kondisi berikut, Anda juga harus mempertimbangkan untuk menjalani pemeriksaan apabila:
  • Anda dipaksa untuk berhubungan seksual
  • Anda adalah seorang pria yang berhubungan dengan pria lain
  • Anda memiliki pasangan baru
  • Anda menggunakan obat-obatan intravena
  • Anda beresiko terkena PMS dan sedang atau akan hamil

Penyakit menular seksual

Info selengkapnya tentang pemeriksaan Penyakit Menular Seksual, silakan klik disini. 

Biaya Tes Darah

Sedangkan untuk mengetahui biaya pemeriksaan masing-masing, Anda dapat langsung mengetahuinya dengan menggunakan layanan dari Pesanlab. Anda tinggal memilih jenis pemeriksaan yang anda inginkan, lalu pilih dan bandingkan harga pemeriksaan tersebut di banyak laboratorium terpercaya seperti Prodia, Kimia Farma, Gunung Sahari, Biotest, Pathlab, Parahita, Liderlab, CAYA dan Primadia.

Apabila Anda tidak ingin pergi ke lab, ada dapat menggunakan layanan pengambilan sampel pemeriksaan (home service) di Rumah, Kantor atau dimanapun Anda berada. Selain itu hasil lab akan dikirimkan secara online melalui via e-mail. Masih bingung juga? Hubungi layanan chat kami atau telp CS: 021 – 22958527.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *