Cek 6 Penyebab Urin Lebih Bau dari Biasa

Bagikan ke Teman:

Urin bisa menjadi indikasi utama kondisi kesehatan tubuh. Hal ini bisa dilakukan dengan mengecek warna dan bau air kencing.

Normalnya, urin berbau sedikit seperti amonia, atau malah tidak tercium sama sekali. Namun beberapa kondisi bisa membuat urin jadi berbau menyengat. Melansir Men’s Health, ketahui penyebab urin bau:

1. Dehidrasi

Tidak minum cukup air membuat tubuh dehidrasi sehingga urin jadi berwarna lebih kuning, dan lebih bau.

Ketika tubuh mengurai protein yang dikonsumsi, suatu senyawa tak berwarna bernama urea akan terbentuk, yang kemudian akan diekskresi melalui urin, ujar urolog Mehran Movassaghi, M.D., dari Movassaghi Urology di Santa Monica, Kalifornia.

Air akan mengencerkan urea, jadi ketika tubuh tidak dapat cukup asupan air, urin akan mengandung lebih banyak konsentrat urea, membuatnya jadi lebih kuning dan berbau lebih tajam. Jika terhidrasi, urin akan berwarna lebih pucat dan lebih tak berbau.

2. Makanan

Asparagus adalah salah satu makanan yang bisa bikin urin bau, namun tak semua orang yang makan sayuran ini menyadarinya.

Makanan yang bisa membuat bau urin berbeda bukan hanya asparagus. Bawang putih dan diet tinggi protein juga bisa mengubah bau urin. Begitu juga dengan brussel sprout dan kari.

3. Terlalu banyak kopi

Biji kopi mengandung senyawa bernama caffeol, yang dilepaskan saat kopi dijerang. Merekalah yang memberi kopi aroma wangi yang khas.

Namun senyawa ini tak bisa terurai dengan air, sehingga tetap utuh saat ia masuk ke dalam sistem tubuh dan keluar bersama urin.

Jadi jika seseorang minum kopi–dan kurang minum air putih–caffeol akan jadi lebih kental, ujar urolog S. Adam Ramin, M.D., dari Urology Cancer Specialist di Los Angeles. Hal ini bisa membaut urin jadi sedikit berbau kopi.

Baunya akan jadi lebih buruk saat tubuh dehidrasi, karena urin juga akan mengandung konstentrat urea.

4. Infeksi Saluran Kencing

Ketika ada infeksi terjadi di saluran kencing, bakteri bisa mengubah warna dan bau dari urin, ujar Dr. Movassaghi.

Biasanya, akan tercium bau amonia yang kuat, atau bisa jadi sedikit manis. Dalam kasus infeksi saluran kencing, urin biasnya jadi berwarna lebih keruh atau berdarah.

Karena infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri, mengonsumsi antibiotik yang diresepkan dokter bisa membersihkannya. Begitu juga dengan bau dan warna urin, semuanya akan kembali normal. Walau saat mengonsumsi antiobiotik bau urin juga akan jadi berbeda.

5. Suplemen atau obat

Beberapa vitamin, obat-obatan, dan suplemen mengandung bahan yang bisa mengubah bau urin, dan terkadang warnanya juga. Semua orang yang mengonsumsi multivitamin–terutama yang mengandung vitamin B–akan berkemih dengan urin yang berwarna kuning neon.

Obat-obatan seperti antiobiotik juga bisa membuat urin jadi bau, karena penisilin di dalamnya dibuat dari lumut. Hal ini bisa membuat urin jadi berbau sedikit seperti jamur atau lumut, namun akan kembali normal begitu berhenti mengonsumsi antibiotik.

6. Penyakit menular seksual

Beberapa penyakit menular seksual (PMS) bisa membuat urin jadi berbau sangat busuk, ujar Dr. Movassaghi. Di antaranya trichomoniasis, klamidia, dan gonore.

Perubahan terjadi karaena organisme yang bertanggungjawab atas penyakit ini memicu produksi amonia lebih banyak. Tubuh kemudian berusaha mengeluarkannya melalui sistem urinari.

Urin yang bau menandakan kemungkinan besar Anda terkena trichomoniasis, ujar Dr. Movassaghi, karena PMS ini tidak memiliki simtom lain.

Untuk memastikan kesehatan Anda, lakukan pemeriksaan urin ketika air kencing terlihat atau berbau berbeda dari biasanya. Cek urin melalui PesanLab.com untuk pengecekan lab yang mudah, murah, dan praktis.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."