9 Penyebab Kencing Berdarah pada Pria, Yuk Ketahui Sejak Dini!

9 Penyebab Kencing Berdarah pada Pria, Yuk Ketahui Sejak Dini!
Tempat Kencing Pria (Foto: freepik.com)
Bagikan ke Teman:

Kencing berdarah pada pria adalah simtom bagi berbagai masalah kesehatan yang cukup umum. Dalam dunia medis, kencing berdarah atau darah dalam urin disebut sebagai hematuria. Ada sembilan kondisi yang paling sering penyebab kencing berdarah pada pria.

Artikel yang dilansir dari Medical News Today ini akan menjelaskan apa saja penyebab kencing berdarah pada pria, disertai gejala tambahan, dan kapan Anda perlu menemui dokter atau memeriksakan diri ke lab. Ayo baca info sehat mengenai kesehatan tubuh perihal penyebab kencing berdarah pada pria di bawah ini!

1. Infeksi Saluran Kencing

Penyebab Kencing Berdarah pada Pria: Infeksi Saluran Kencing
Infeksi Saluran Kencing (Foto: Freepik.com)

Infeksi saluran kencing (ISK) adalah penyebab kencing berdarah pada pria yang paling umum. Walaupun hal ini lebih sering terjadi pada wanita, pria juga bisa mengalaminya.

Faktor-faktor risiko ISK pada pria termasuk masalah prostat dan penggunaan kateter. ISK bisa terjadi ketika bakteri memasuki uretra (saluran kencing) yaitu tabung yang membawa urin dari kantung kemih keluar tubuh.

Selain kencing berdarah, gejal-gejala ISK termasuk:

Walau jarang, ISK bisa mempengaruhi kesehatan ginjal. Dalam kasus ini, infeksi biasanya sudah parah dan bisa menjadi menyebabkan simtom tambahan berikut:

  • Sakit di bagian punggung, samping, dan selangkangan
  • Mual, dan muntah
  • Demam, dan meriang

2. Hematuria yang Dipicu Olahraga

Penyebab Kencing Berdarah Pada Pria: Olahraga
Siluet Pria Berlari (Foto: freepik.com)

Hematuria yang dipicu olahraga (exercise-induced hematuria/EIH) mengacu pada darah dalam urine yang terjadi setelah seseorang berolahraga. Dokter masih belum pasti apa yang sebenarnya menyebabkan hal ini, tapi sering diasosiasikan dengan olahraga dengan intensitas tinggi dan bukannya durasi olahraga.

Orang-orang yang tidak cukup terhidrasi ketika berolahraga juga memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami hal ini.

Sebuah studi pada tahun 2014 menyelidiki terjadinya EIH pada 491 orang dewasa sehat. Sekitar 12 persen menunjukkan EIH setelah berlari sejauh 5 kilometer yang dibatasi waktu. Angka ini menurun menjadi 1,3 persen ketika para partisipan menyelesaikan lari mereka tanpa batasan waktu, menunjukkan bahwa darah dalam urine terjadi karena intensitas upaya yang dilakukan saat berlari yang dibatasi waktu.

Para peneliti mencatan, EIH biasanya hilang dalam tiga hari dan menyarankan untuk menemui dokter jika kencing berdarah terjadi selama lebih dari dua minggu.

3. Penggunaan Kateter

Penyebab Kencing Berdarah pada Pria: Penggunaan Kateter
Kateter Buram & Kain Pink (Foto: freepik.com)

Beberapa orang akan kesulitan mengeluarkan urine karena cidera, operasi, atau penyakit tertentu. Kateter urine (UC) adalah tabung fleksibel yang membantu mengalirkan urine dari kantung kemih.

Pada pria, UC bisa dimasukkan atau digunakan secara eksternal. Kateter yang dimasukkan diselipkan ke dalam kantung kemih melalui uretra. Tabung ini bisa berada di dalam kantung kemih selama beberapa hari atau berminggu-minggu.

Kateter eksternal adalah alat yang dipasangkan ke penis dan mengumpulkan urine ke dalam kantong pengeluaran. Kedua tipe kateter ini memungkinkan bakteri masuk ke dalam uretra dan berkembang biak, yang bisa menyebabkan infeksi saluran kencing. Hal ini bisa memicu kencing berdarah.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), 75 persen ISK yang terjadi di rumah sakit adalah akibat penggunaan kateter.

Simtom dari ISK akibat kateter sama dengan ISK apda umumnya, tapi juga temrasuk kejang di punggung bagian belakang atau abdomen.

4. Pengobatan

Penyebab Kencing Berdarah pada Pria: Pengobatan
Dokter Memeriksa Tangan Pasien (Foto: freepik.com)

Pengobatan berikut ini bisa menyebabkan kencing berdarah:

  1. Pengencer darah: Obat-obatan ini bisa membantu mencegah penyumbatan darah, tapi beberapa tipe, termasuk warfarin dan aspirin, bisa mengakibatkan ke luar darah pada urine.
  2. Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAIDs): jika seseorang menggunakan obat-obatan ini untuk waktu yang lama, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada ginjal dan munculnya darah pada tes urine. Namun, obat-obatan jarang memunculkan darah yang terlihat pada urine.
  3. Cyslophosphamide dan ifosfamide: Ini adalah obat-obatan kemoterapi yang bisa mengakibatkan pendarahan cystitis, yang adalah munculnya darah pada urine dan nyeri pada kantung kemih serta iritasi.
  4. Senna: Penggunaan obat pencahar ini untuk waktu yang lama bisa menyebabkan hematuria.

Siapa pun yang menduga ke luar darah pada urine mereka yang disebabkan oleh pengobatan harus berbicara dengan dokter tentang beralih pada pengobatan yang lain atau cara untuk mengatasi efek samping ini.

5. Batu Ginjal

Penyebab Kencing Berdarah pada Pria: Batu Ginjal
Seleksi Fokus Pil Tablet Berselimut Gula Berbentuk Ginjal Merah (Foto: freepik.com)

Jika darah mengandung terlalu sedikit cairan dan terlalu banyak kotoran, produk sampah ini bisa mengikat senyawa di dalam urine, membentuk batu keras di ginjal atau kantung kemih.

Batu ini seringnya cukup kecil sehingga masih bisa keluar saat buang air kecil. Batu-batu yang lebih besar akan bertahan di ginjal atau kantung kemih, atau tersangkut di saluran kencing.

Batu ginjal yang lebih besar bisa menyebabkan simtom-simtom di bawah ini:

  • Kencing berdarah
  • Sakit di punggung bagian bawah atau salah satu sisi tubuh
  • Sakit perut yang terus-menerus
  • Mual atau muntah
  • Demam dan meriang
  • Urine yang keruh dan berbau tajam

6. Cidera di Ginjal

Penyebab Kencing Berdarah pada Pria: Cidera pada Ginjal
Foto dari Atas Pria yang Sedang Menahan Sakit Perut (Foto: freepik.com)

Di dalam ginjal ada struktur kecil bernama glomeruli yang membantu menyaring dan membersihkan darah. Glomerulonephritis (GN) adalah istilah untuk sekelompok penyakit yang bisa melukai struktur ini.

Pada orang-orang dengan GN, ginjal yang terluka tidak bisa mengeluarkan kotoran dan cairan berlebih dari tubuh. Tanpa perawatan atau pengobatan, GN bisa berujung pada gagal ginjal.

GN kronis sering terjadi pada pria muda yang juga mengalami kehilangan pendengaran atau penglihatan.

GN akut muncul secara tiba-tiba dan bisa menyebabkan simtom-simtom berikut ini:

  • Wajah bengkak di pagi hari
  • Kencing berdarah
  • Kencing berkurang
  • Napas menjadi pendek
  • Batuk
  • Tekanan darah tinggi

GN kronis berkembang secara lambat. Dalam beberapa kasus, orang-orang dengan kondisi ini tidak memiliki simtom selama bertahun-tahun. Tanda dan simtom bisa termasuk:

  • Kencing berdarah
  • Protein di urine
  • Bengkak di wajah atau tumit
  • Sering buang air kecil di malam hari
  • Kencing berbusa atau berbuih

7. Pembesaran Prostat

Penyebab Kencing Berdarah Pria: Pembesaran Prostat
Normal Prostat vs Prostatitis (Foto: freepik.com)

Prostat adalah kelenjar yang merupakan bagian dari sistem reproduksi pria dan membantu menghasilkan air mani. Prostat terletak di bawah kantung kemih dan di depan rektum.

Prostat yang membesar bisa menekan uretra, membuat buang air kecil menjadi sulit. Kantung kemih bisa jadi mengompensasi hal ini dengan cara bekerja lebih keras untuk melepaskan urine, yang dapat mengakibatkan kerusakan atau pendarahan.

Pembesaran prostat mempengaruhi sekitar 50 persen pria dewasa dalam rentang usia 51-60 tahun dan 90 persen pria yang berusia di atas 80 tahun.

Simtom-simtom pembesaran prostat termasuk:

  • Sering kebelet buang air kecil
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Susah buang air kecil
  • Harus mengejan atau menegang saat buang air kecil
  • Aliran urine yang lemah atau terputus-putus
  • Kantung kemih tetap terasa penuh bahkan setelah buang air kecil
  • Darah dalam urine

Dalam kasus yang parah, seseorang dengan pembesaran prostat bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. Darurat medis ini membutuhkan penanganan segera.

8. Kanker Prostat

Penyebab Kencing Berdarah: Kanker Prostat
Tangan dengan Pita Kanker Prostat (Foto: freepik.com)

Sekitar satu dari 10 pria di Amerika Serikat akan didiagnosis dengan kanker prostat dalam masa hidup mereka. Dengan diagnosis awal dan perawatan, kanker prostat biasanya bisa disembuhkan. Namun, hanya sedikit pria yang mengalami simtom pada tahapan awal penyakit ini, jadi sangatlah penting untuk melakukan skrining test secara teratur.

Ketika simtom kanker prostat muncul, biasanya gejalanya serupa dengan pembengkakan prostat. Simtom tambahan kanker prostat termasuk:

  • Nyeri di area pelvis bagian bawah
  • Sakit di punggung belakang, pinggul, atau paha atas
  • Ejakulasi yang menyakitkan
  • Darah di air mani
  • Hilang nafsu makan
  • Berat badan turun tanpa alasan
  • Sakit pada tulang

Para pria yang mengalami simtom-simtom di atas harus segera memeriksaan diri ke dokter dan melakukan pemeriksaan lab. Triasse menyediakan Paket Pemeriksaan Skrining Tumor Pria yang memungkinkan Anda mendeteksi gejala tumor pada tahapan awal. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cek darah, dan hasil yang bisa didapatkan hanya dalam waktu 1-2 hari.

9. Kanker Kantung Kemih

Penyebab Kencing Berdarah: Kanker Kantung Kemih
Pria dengan Jeans Berusaha Menahan Kencing (Foto: freepik.com)

Pada stadium awal kanker kantung kemih, seseorang bisa mengalami beberapa simtom. Indikasi paling awal biasanya adalah kencing berdarah.

Beberapa orang mungkin menyadari perubahan warna pada urine. Untuk yang lain, jejak darah hanya bisa terlihat dalam tes urine.

Simtom Lain Kanker Kantung Kemih Tahap Awal:

  • Keinginan untuk segera dan sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Kesulitan buang air kecil
  • Aliran urine yang lemah
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil

Simtom-simtom untuk kanker kantung kemih stadium yang lebih lanjut termasuk:

  • Tidak bisa mengeluarkan urine
  • Rasa sakit pada punggung bagian bawah di salah satu sisi
  • Pembengkakan di kaki
  • Hilang nafsu makan
  • Turun berat badan yang tidak bisa dijelaskan
  • Sakit pada tulang

Tipe Hematuria

Ada dua tipe kencing berdarah:

  1. Gross hematuria: Ini adalah ketika darah dalam urine terlihat oleh mata telanjang. Gumpalan darah biasanya terlihat atau urine jadi berwarna merah atau cokelat.
  2. Hematuria mikroskopik: Ini adalah ketika darah dalam urine hanya terlihat di bawah mikroskop.

Kapan Harus Menemui Dokter? Walaupun kencing berdarah jarang menandakan penyakit serius, siapa pun yang menyadari ada darah di urine mereka sebaiknya segera mengonsultasikan hal ini dengan dokter. Tes urin akan membantu mengonfirmasi ada atau tidaknya darah. Seorang dokter juga bisa melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa pembesaran prostat atau masalah di kantung kemih dan ginjal. Tes pencitraan juga bisa membantu dokter mengidentifikasi pembesaran prostat atau penyumbatan di saluran kencing. Itu dia artikel penyebab kencing berdarah pada pria. Baca artikel lainnya juga ya!

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."