Pemeriksaan Rutin Diabetes, Mengapa Sangat Penting?
Pemeriksaan diabetes atau pengecekan kadar gula darah rutin sangatlah penting bagi pasien atau mereka yang berisiko memiliki kondisi ini. (Foto: Freepic)

Pemeriksaan Rutin Diabetes, Mengapa Sangat Penting?

Bagikan ke Teman:

Diabetes melitus atau yang secara awam lebih dikenal dengan penyakit kencing manis, merupakan salah satu penyakit yang hanya bisa ditegakkan dignosisnya melalui pemeriksaan laboratorium. Penyakit diabetes mellitus memliki ciri khasnya yaitu meningkatnya kadar gula darah. Selain itu pasien dapat memiliki gejala lainnya seperti polyuria (sering buang air kecil), polydipsia (sering haus), polyphagia (sering lapar). Secara umum diabetes mellitus dapat dikategorikan menjadi diabetes mellitus tipe 1 dan 2. Pada pasien yg memiliki penyakit diabetes memiliki gula darah lebih tinggi dari gula darah normal.

Penyakit diabetes melitus juga bukan penyakit yang bisa disembuhkan, hanya bisa dikontrol. Salah satu target pengobatan dari penyakit diabetes adalah dengan mengelola kadar gula darah. Gula darah yang tidak terkontrol dan tinggi dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan risiko komplikasi yang serius. Pada pasien yang menderita diabetes hal yang paling dihindari adalah terjadinya komplikasi. Penyebab kematian tertinggi pada pasien diabetes adalah akibat komplikasi penyakit. Inilah mengapa, pemeriksaan teratur bagi pasien diabetes atau orang yang berisiki diabetes menjadi sangat penting.

Kadar gula yang tinggi secara jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan jaringan dan pembuluh darah, selain itu kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkab bakteri dan kuman tubuh subur karena mendapat nutrisi secara berlebihan. Inilah salah satu penyebab pasien penderita diabetes mudah terserang infeksi, dan jika memiliki luka cenderung sulit sembuh dan mengalami infeksi yang cukup berat.

Pada pasien diabetes terjadi distribusi glukosa yang tidak baik, sedangkan glukosa merupakan salah satu nutrisi yang diperlukan tubuh.  Namun pada pasien diabetes glukosanya hanya tinggi di dalam darah dan tidak didistribusikan secara baik ke jaringan, sehingga jaringan dan organ-organ tubuh  tidak memiliki asupan gula yang cukup. Lama kelamaan tubuh akan mengalami kerusakan. Hal ini terjadi karena adanya resistensi atau defisiensi insulin, sedangkan insulin memiliki peranan penting untuk mendistrbusikan glukosa ke jaringan.

Komplikasi yang paling sering terjadi akibat gula darah yang tidak terkontrol adalah retinopati, stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, neuropati, dan luka yang sukar sembuh, KAD, dan sepsis. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya komplikasi adalah dengan menjaga gula darah tetap terkontrol, oleh sebab itu pada pasien yang memiliki penyakit diabetes memerlukan pemeriksaan darah secara rutin.

Terbagi Menjadi Dua Tipe

terbagi menjadi dua tipe
Diabetes terbagi menjadi diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. (Foto: Freepic)

Secara umum penyakit diabetes dikategorikan menjadi diabetes tipe 1 dan tipe 2. Perbedaannya adalah pada diabetes tipe 1 sudah tidak terbentuk insulin sedangkan pada tipe 2 masih terdapat insulin namun terjadi penurunan sensitivtas ataupun penurunan produksi insulin. Perbedan lainnya biasanya DM tipe 1 sudah didapatkan sejak kecil sedangkan pada tipe 2 terjadi karena pola hidup dan tingginya risk factor yang dimiliki penderita.

Faktor risiko penderita DM tipe 2 antara lain, obesistas, faktor keturunan, kurangnya aktifitas fisik, usia di atas 45 tahun. Mereka dengan faktor risiko sangat perlu melakukan pemeriksaan diabetes rutin untuk mendeteksi penyakit secara dini sebelum timbulnya komplikasi apapun. Hal ini menjadi target yang penting karena asien yang memiliki diabetes namun terkontrol dan ditangani awal sebelum terjadinya komplikasi dapat menjalani aktifitas secara normal dan memiliki resiko kematian dan komplikasi jauh lebih rendah.

Pada orang yang memiliki resiko diabetes salah satu pemeriksaan darah rutin yang dapat dilakukan untuk melakukan skrining diabetes adalah pemeriksaan kadar gula darah. Sampai saat ini untuk menegakkan diagnosis diabetes melitus masih melalui pemeriksaan kadar gula darah. Secara umum pemeriksaan kadar gula darah dibagi menjadi kadar gula darah puasa (GDP), kadar gula darah sewaktu (GDS), dan kadar guladarah 2 jam post pandrial atau 2 jam setelah makan.

Perbedaan dari ketiga pemeriksaan tersebut adalah waktu pengambilannya, pada pemeriksaan gula darah puasa pasien diwajibkan untuk melakukan puasa sebelum pemeriksaan selama minimal 8 jam, hal ini menyebabkan hasil pemeriksaan lebih akurat Karena seperti yang kita ketahui bahwa kadar gula darah sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi sebelumnya. Oleh sebab itu untuk menegakan diagnosis diabtes biasanya dokter melukan pemeriksaan kadar gula darah puasa.  Sedangkan pemeriksaan gula darah sewaktu biasanya dilakukan pada pasien yg membuthkan hasil segera misalnya pada pasien yang akan melakukan operasi cito ( segera ).

Pada pemeriksaan gula darah puasa, jika hasil pmeriksaan kadar gula darah kurang dari 100mg/dL berarti meliki hasil normal, jika hasil gula darah antara 100-125 mg/dL berarti prediabetic sebaiknya pasien yang memiliki hasil ini melakukan pemeriksaan ulang dan cek berkala. Jika hasil gula darah puasa diata 126 mg/dL sudah dikategorikan sebagai diabestes, pasien sebaiknya melakukan pemeriksaan ke dokter untuk penanganan lanjutan.

Sebaiknya skrining diabetes dilakukan pada orang yang sudah diatas 45 tahun dan orang-orang yang memiliki factor resiko. Semakin dini skrining dilakukan semakin baik, dan tetap harus dilakukan pengulangan 6 sampai dengan 1 tahun setelahnya jika didapatkan hasil skrining positive, dan dapat dilakukan pemeriksaan ulang atau konsultasikan ke dokter jka didapatkan hasil prediabetic.

Seperti yang sudah diketahui kadar gula darah yang terkontrol adalah target dari pengobatan diabetes mellitus. HbA1c adalah salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk melihat apakah kadar gula darah sudah terkontrol dengan baik atau belum. Karena kadar HbA1c dapat melihat kadar gula darah rata-rata dalam beberapa bulan terahir. Jadi hasil ini dapat menggambarkan kadar gula darah anda lebih banyak bukan hanya pada waktu tertentu seperti pemeriksaan kadar gula darah standar.

Biasanya pada pasien yang sudah positive menderita diabetes pasti akan diminta dokter untuk melakukan pemeriksaan ini, karena dokter jadi mengetahui apakah sehari-hari pasien sudah mengontrol kadar gulanya dengan baik atau hanya pada saat control saja. Hal ini juga bisa dijadikan target dari pengobatan pasien tersebut.

Pada pasien diabetes mellitus juga sebaiknya dilakukan pemeriksaan urinalisa. Karena kadar gula didalam darah pasien yang menderita diabetes yang cukup tinggi biasanya gula dalam darah tersebut ikut dikeluarkan lewat urine sebagai sisa metabolisme, seharus dalam keadaan normal didalam urine kita tidak terdapat glukosa.

Selain itu, karena adanya perubahan metabolisme pada tubuh pasien diabetes, yang menyebabkan glukosa tidak dapat di metabolisme dengan baik dan tidak dapat dipecah dan digunakan oleh tubuh secara baik, tubuh kita akan merespon dengan memecah sel lemak, yang bisa proses ini terus berlangsung akan menyebabkan timbulnya keton dalam tubuh. Hal ini juga bisa menyebabkan pemeriksaan keton pada urin positive dan menyebabkan perubahan pada pH urine.

Untuk pemeriksaan diabetes yang mudah, Anda bisa memesan Paket Diabetes di Triasse.com. Baca juga berbagai artikel tentang diabetes dan kesehatan lainnya di sini. Klik link program afiliasi marketing ini untuk bisa dapatkan pendapatan tambahan dari Triasse.

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."