Penyebab Skoliosis Berawal dari Kebiasaan Sepele Ini

penyebab skoliosis
Bagikan ke Teman:

Skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang melengkung ke samping. Kelainan ini juga dapat disebabkan tanpa sadar melalui kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan penyebab skoliosis itu antara lain adalah posisi duduk yang salah dan membawa beban berat dengan cara yang tidak tepat. Selain itu, skoliosis juga dapat dipicu karena kelainan tulang belakang bawaan lahir, kelainan pembentukan tulang, dan idiopatik atau penyebab yang tidak diketahui.

Di bawah ini beberapa info sehat perihal kebiasaan yang bisa jadi penyebab skoliosis atau perilaku buruk lainnya terhadap kesehatan tubuh yang tanpa sadar kerap dilakukan banyak orang dan dapat memicu kelainan tulang belakang.

Belajar Sambil Membungkuk

posisi belajar ini dapat memicu skoliosis
Anda disarankan agar dapat memperbaiki posisi duduk dengan sikap yang ergonomi. (foto: Freepik)

Kebiasaan beraktivitas sambil menelungkupkan atau membungkukkan badan, seperti belajar dan membaca membuat tulang belakang dan leher berada pada posisi yang tidak seharusnya. Maka kondisi ini dapat memicu berputarnya tulang belakang yang memicu terjadinya skoliosis.

Untuk menghindari kebiasaan penyebab skoliosis ini, Anda disarankan untuk memperbaiki posisi duduk dengan sikap yang ergonomi. Posisi itu di antaranya seperti posisi paha yang horizontal dengan lantai, punggung lurus tapi santai, kepala tidak membungkuk, dan posisi mata sejajar dengan bahan bacaan.

Kebiasaan Duduk Menyilangkan Kaki

gaya duduk yang dapat memicu skoliosis
Kebiasaan duduk menyilangkan kaki yang dianggap anggun dan sopan ini nyatanya salah satu pemicu kelainan tulang belakang. (foto: Freepik)

Bagi para perempuan, kebiasaan duduk menyilangkan kaki yang dianggap anggun dan sopan ini nyatanya salah satu pemicu kelainan tulang belakang. Kebiasaan menyilangkan kaki dalam waktu yang lama dapat membuat tulang panggul berputar dari posisi seharusnya dan menyebabkan skoliosis.

Membawa Beban Berat

membawa beban terlalu berat adalah salah satu pemicu skoliosis
Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan adalah membawa tas yang hanya bertumpu pada satu pundak. (foto: Freepik)

Punggung yang banyak menahan beban berat juga jadi salah satu penyebab skoliosis. Terlebih-lebih jika beban berat hanya diposisikan pada salah satu pundak. Berat yang tidak seimbang dapat membuat tulang melengkung ke samping.

Salah satu kebiasaan yang kerap dilakukan adalah membawa tas yang hanya bertumpu pada satu pundak. Apabila beban yang dibawa terlalu berat dapat membuat tulang punggung bergeser dari posisinya.

Menduduki Dompet

menduduki dompet dapat memengaruhi posisi tulang belakang saat duduk
Menduduki dompet tebal ini dapat menggeser posisi tulang punggung dan menekan posisi yang lain. (foto: Freepik)

Nah, kebiasaan yang satu ini kerap dilakukan laki-laki. Kaum pria yang terbiasa meletakkan dompet pada saku celana bagian belakang kadang tidak sadar untuk mengeluarkan dompetnya ketika sedang duduk. Menduduki dompet tebal ini dapat menggeser posisi tulang punggung dan menekan posisi yang lain yang kemudian jadi penyebab skoliosis.

Menulis Sambil Tiduran

menulis sambil tiduran adalah kebiasaan yang menyakiti tulang belakang
Posisi menulis atau tertidur di meja dalam kurun waktu yang lama membuat tulang belakang tidak lurus. (foto: Freepik)

Menulis sambil tidur menjadi kebiasaan yang banyak dilakukan setiap orang terutama para pelajar saat sedang di sekolah. Posisi menulis atau tertidur di meja dalam kurun waktu yang lama membuat tulang belakang tidak lurus dan berpotensi mengakibatkan skoliosis.

Cara Deteksi Skoliosis

Umumnya deteksi dini skoliosis dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mengecek dari belakang dan mengecek dengan membungkuk. Ketika mengecek dari belakang, skoliosis dapat ditandai dengan ciri-ciri bahu yang asimetris atau miring, pinggul dan pinggang yang miring, ada tonjolan pada tulang bahu, serta dapat terlihat kurva pada tulang belakang. Sedangkan pengecekan dengan membungkuk ditandai dengan terdapat punuk di punggung atas dan punuk di bawah punggung.

Pada anak-anak yang terkena skoliosis biasanya tidak disertai rasa sakit atau nyeri, karena postur tubuh yang cenderung masih ideal. Rasa sakit atau nyeri ini biasanya muncul pada orang dewasa, pada skoliosis dengan lengkungan yang sudah mencapai lebih dari 40 derajat, atau terdapat komplikasi patologi.

Untuk menghindari skoliosis, selain menghindari faktor penyebab di atas, olahraga secara rutin juga sangat diperlukan. Apabila Anda memiliki gejala dan ciri-ciri skoliosis, segera lakukan pemeriksaan ke fisioterapis atau dokter bedah. Perkembangan teknologi membuat skoliosis kini tidak hanya bisa ditangani dengan operasi, tapi juga dengan menggunakan brace yang relatif lebih aman. Untuk pemeriksaan kesehatan lainnya anda dapat lakukan secara online di Triasse.

Bagikan ke Teman:
Rachmat Abbid Khairunnas
Rachmat Abbid Khairunnas
A young writer who eager to do something different.