Ingin Jantung Sehat, Ikuti Batas Waktu Aman Bekerja Ini

Ingin Jantung Sehat, Ikuti Batas Waktu Aman Bekerja Ini
Pegawai kantoran yang bekerja hanya sekitar 35-40 jam seminggu memiliki jantung lebih sehat dibanding mereka yang bekerja lebih lama. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Rata-rata pekerja menghabiskan waktu 40 jam seminggu untuk bekerja. Belum lagi, banyak pegawai yang bekerja lembur dan menghabiskan lebih banyak waktu lagi untuk bekerja. Sayangnya, bekerja terlalu lama menempatkan jantung sehat Anda dalam bahaya. Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam European Heart Journal mengatakan, bekerja dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko mengalami fibrilasi atrium, mengutip Men’s Health.

Setelah mensurvei 85.000 pekerja dewasa tentang berapa lama waktu kerja mereka dalam seminggu, para peneliti menemukan, mereka yang bekerja lebih dari 55 jam dalam satu minggu lebih mungkin didiagnosis dengan fibrilasi atrium. Dibandingkan dengan pegawai yang bekerja hanya sekitar 35-40 jam seminggu.

Yang lebih buruknya, sembilan dari 10 kasus fibrilasi atrium terjadi pada orang yang belum pernah memiliki masalah atau penyakit jantung sebelumnya. Hal ini menyiratkan, risiko baru ini muncul akibat bekerja terlalu lama–dan bukan karena masalah jantung yang sebelumnya memang sudah ada.

Fibrilasi atrium, atau detak jantung tidak teratur, terjadi ketika dua kamar atas jantung berdetak tidak serasi dengan dua kamar bawahnya. Detak yang tidak teratur ini bisa menyebabkan darah mengumpul, membentuk penyumbatan yang bisa berujung pada stroke.

Jika tidak dikontrol, fibrilasi atrium juga bisa melemahkan jantung dan berujung pada gagal jantung;

Beberapa orang dengan fibrilasi atrium tidak memiliki gejala apa-apa. Tapi mereka yang memiliki simtom sering melaporkan palpitasi jantung, alias rasa ketika jantung Anda berdebat sangat cepat, lemah, lelah, keliyengan, dan napas pendek.

Para peneliti tidak yakin bagaimana bekerja terlalu lama bisa berkontribusi terhadap fibrilasi atrium, tapi mereka yakin, waktu bekerja bisa mengacaukan sistem saraf otomatis, yang akan meningkatkan risiko fibrilasi atrium.

Belum lagi, mereka yang bekerja terlalu lama juga biasanya memiliki faktor risiko fibrilasi atrium yang lebih tradisional, seperti obesitas, merokok, tidak aktif secara fisik, dan pengonsumsian alkohol yang tinggi.

Pekerja Kantoran Jaga Jantung dengan Makan Sehat

Pekerja Kantoran Jaga Jantung dengan Makan Sehat
Bekerja selama delapan jam lebih di kantor setiap hari, memang bisa mengganggu pola makan. (Foto: Freepik)

Bekerja selama delapan jam lebih di kantor setiap hari, memang bisa mengganggu pola makan yang kemudian bisa pengaruhi kondisi jantung sehat. Belum lagi jika tidak sempat masak sendiri di rumah. Terlalu sering makan di luar sering berujung pada pilihan menu harian yang kurang sehat.

Saat membeli makanan jadi, buah dan sayuran sering ketinggalan. Beda dengan memasak sendiri di rumah.

Tidak hanya itu, jam makan pun bisa jadi tak beraturan. Akibatnya, dorongan untuk mencemil muncul, dan lagi-lagi tubuh diisi dengan makanan yang kurang sehat.

Untuk mengakali hal ini, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa pekerja lakukan. Mulai dari lebih sering makan buah dan sayuran, sampai mengatur pola makan.

Bekerja 40 jam seminggu, dan kebanyakan waktu dihabiskan dengan duduk, membuat jumlah kalori yang masuk (seringnya) lebih banyak dibanding yang dikeluarkan. Akibatnya, sangat mudah para pekerja mengalami kenaikan berat badan.

Untuk menjaga jantung sehat, dalam ruang kantor atau meja kantor yang areanya terbatas, sangatlah penting untuk menyimpan makanan yang tidak akan membuat Anda dehidrasi, tapi juga mudah dicerna dan rendah kalori.

Berikut beberapa langkah untuk memastikan Anda mengonsumsi makanan yang akan bantu jaga kesehatan jantung:

1. Pangkas Junk Food

Junk food memang menjadi pilihan yang paling mudah didapat, dan yang paling banyak disimpan oleh pekerja. Namun, terlalu sering memakan jenis makanan ini sayangnya tidak baik.

Malah, kebiasaan makan junk food adalah salah satu pola makan yang paling tidak sehat. Jadi pastikan Anda membatasinya.

Selain itu, kurangi juga makan pasta, nasi, dan roti.

2. Bawa Makanan dari Rumah

Ini adalah cara paling aman untuk memangkas junk food. Membuat dan membawa bekal dari rumah akan memastikan makanan yang Anda bawa segar dan lebih sehat.

Belum lagi, memasak dan menyiapkan makanan sendiri berarti makanan yang akan Anda santap sesuai dengan cita rasa. Kemungkinan Anda mengalami keracunan atau alergi makanan juga akan berkurang drastis.

3. Makan Ikan Tiga Kali Seminggu

Riset menemukan, orang yang makan ikan tiga kali atau lebih dalam satu minggu memiliki risiko sakit jantung yang lebih rendah. Ini karena ikan kaya akan asam lemak omega-3, yang melindungi tubuh dari berbagai jenis penyakit, sekaligus membantu menjaga kesehatan otak dan sarf.

Untuk mudahnya, Anda bisa membawa bekal misalnya roti lapis isi tuna, atau nasi dengan lauk ikan sarden ke kantor.

4. Minum Cukup Air

Pentingnya selalu minum cukup air di kantor perlu ditekankan. Selalu letakkan botol minum berukur 1L di meja kantor.

Pastikan Anda menyisip beberapa teguk air sesudah makan, dan minum sepanjang hari sampai air di botol habis.

Air tidak memiliki kalori dan bisa membantu Anda selalu berenergi sepanjang hari. Minum cukup air putih juga sangat penting jika Anda bekerja dalam ruangan ber-AC, untuk menghindari kulit kering dan dehidrasi.

5. Hindari Minuman Dingin

Beberapa orang sering menyiapkan segelas es teh atau kopi di meja. Atau mereka memilih meminum soda, jus kemasan, dan minuman berenergi yang dingin.

Sayangnya, jenis minuman tadi mengandung banyak gula, yang bisa mengacaukan diet Anda. Gula dan krim tambahan dalam teh dan kopi juga sebaiknya dihindari. Pilihlah kopi hitam atau teh hijau untuk pilihan yang lebih sehat. Tidak hanya rendah gula, dua minuman ini juga bisa bantu mendongkrak pencernaan.

Namun perlu diingat, walau sudah menyiapkan minuman jangan kurangi porsi air putih Anda.

6. Siapkan Camilan Sehat

Untuk menghindari makanan yang tidak sehat, pastikan Anda sudah menyiapkan penggantinya. Alih-alih memilih keripik atau biskuit, siapkan kacang-kacangan, cokelat hitam atau pop corn tawar sebagai camilan sehat.
Walau tentu saja, camilan terbaik sebenarnya adalah sayur dan buah-buahan. Jika Anda tidak mau repot, buah-buahan kering bisa jadi pilihan sehat yang lebih mudah.

7. Kendalikan Lapar

Bisa mengontrol keinginan makan dan mencemil sangatlah penting dalam mempertahankan pola makan sehat di kantor. Otak sering mengirim sinyal lamar berdasarkan bau atau suara-suara yang ada di dekat Anda.

Untuk memastikan Anda bisa mengontrol rasa lapar, pastikan Anda selalu makan secara teratur, minum dalam jumlah cukup dan memiliki camilan sehat.

Saat lapar atau keinginan mencemil muncul, cobalah minum satu gelas air putih terlebih dahulu. Hal ini sering membantu menghilangkan rasa lapar.

8. Atur Porsi

Rasa lapar yang tidak terkendali bisa membuat Anda makan secara berlebihan. Karenanya, penting bagi Anda untuk mencegah hal ini sebelum terjadi.

Kuncinya adalah, jangan menghalangi diri Anda untuk makan sama sekali. Namun mencemillah dalam porsi kecil, dengan jeda waktu yang cukup.

Lagipula, mencemil berlebihan akan membuat Anda kehilangan selera ketika tiba waktunya makan. Hal ini akan mengganggu keseimbangan kalori yang masuk dalam tubuh. Akibatnya, Anda jadi menumpuk lemak dan kalori yang tidak perlu di dalam tubuh.

Demikian rangkuman Triasse tentang cara jaga jantung sehat bagi pekerja kantoran. Baca juga berbagai tips harian lain seputar kesehatan dan gaya hidup.

Jangan lupa juga untuk selalu lindungi diri dan keluarga dengan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan melalui Triasse. Dapatkan berbagai paket pemeriksaan yang sudah dikurasi berdasarkan kebutuhan Anda.

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.