Diabetes: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Diabetes: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan
Diabetes adalah salah satu penyakit dengan jumlah penderita paling tinggi dan mematikan karena bisa berujung pada berbagai komplikasi. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Penyakit diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak lagi mampu membuat insulin. Penyakit ini juga terjadi ketika tubuh tidak bisa lagi memanfaatkan insulin yang dihasilkan dengan baik.

Pengertian Diabetes

gejala diabetes pada wanita
Gejala sakit gula pada wanita biasanya tidak sama dengan pada pria. (Foto: Freepik)

Insulin adalah hormon yang dibuat oleh pankreas, yang bertindak seperti kunci untuk membiarkan glukosa dari makanan yang kita makan lewat dari aliran darah ke sel-sel dalam tubuh untuk menghasilkan energi. Semua makanan karbohidrat dipecah menjadi glukosa dalam darah, insulin ini membantu glukosa masuk ke dalam sel.

Nah, jika tubuh Anda tidak mampu memproduksi insulin atau menggunakannya secara efektif, bisa menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam darah (dikenal sebagai hiperglikemia). Dalam jangka panjang, kadar glukosa tinggi dikaitkan dengan kerusakan pada tubuh dan kegagalan berbagai organ serta jaringan. Itulah pengertian diabetes yang dikutip Triasse dari situs International Diabetes Federation.

 

Jenis Diabetes

sakit gula tipe 1
Sesuai data dari International Diabetes Federation, sekitar 10 persen penderita sakit gula miliki jenis di tipe 1. (Foto: Freepik)

Diabetes terbagi menjadi tiga jenis utama, yakni tipe 1, tipe 2, pradiabetes, dan kehamilan. Tipe 1 dapat berkembang pada usia berapa pun, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja.

Sedangkan Tipe 2 lebih umum terjadi pada orang dewasa, sekitar 90 persen bisa terkena penyakit kronis ini. Sementara tipe kehamilan adalah jenis diabetes yang terdiri dari glukosa darah tinggi selama kehamilan dan dikaitkan dengan komplikasi pada ibu dan anak. Cek info sehat mengenai kesehatan tubuh perihal penyakit diabetes di bawah ini!

Diabetes Tipe 1

Dalam artikel ini, Triasse akan membahas secara tuntas tipe 1 yang menyerang semua manusia dalam kategori umur. Sesuai data dari International Diabetes Federation, sekitar 10 persen diabetesi (penderita) miliki jenis di tipe 1.

Sakit gula tipe 1 ini bisa menyerang orang di segala usia, tapi biasanya baru akan berkembang pada anak-anak dan remaja. Tipe 1 ini disebabkan oleh reaksi autoimun di mana sistem pertahanan tubuh menyerang sel-sel yang memproduksi insulin. Akibatnya, tubuh sangat sedikit memproduksi atau bahkan tidak ada insulin. Tipe 1 membutuhkan suntikan insulin setiap hari untuk mengontrol kadar glukosa dalam darah. Jika orang dengan Tipe 1 tidak memiliki akses ke insulin, maka dia akan meninggal dunia.

Penyebab Penyakit Tipe 1

Penyebab pasti dari penyakit tipe 1 ini belum diketahui, tapi biasanya dikaitkan dengan faktor genetik dan lingkungan.

Gejala Penyakit Tipe 1

Gejala-gejala umum dari orang dengan sakit gula tipe 1 adalah rasa haus yang tidak normal, sering buang air kecil, kurang energi, sering merasa lapar, penglihatan kabur, mengompol, hingga mulut sering terasa kering.

Pengobatan Tipe 1

Pada tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. Pada kasus diabetes tipe 1 yang berat, dokter dapat merekomendasikan operasi pencangkokan (transplantasi) pankreas untuk mengganti pankreas yang mengalami kerusakan. Diabetesi tipe 1 yang berhasil menjalani operasi tersebut tidak lagi memerlukan terapi insulin, namun harus mengonsumsi obat imunosupresif secara rutin.

Mencegah Tipe 1

Tidak ada cara yang efektif dan aman hingga saat ini untuk pencegahan diabestes tipe 1. Namun ada beberapa bukti kalau kelebihan berat badan dan tingkat pertumbuhan yang tinggi pada anak-anak adalah faktor dengan risiko yang lemah.

Selain itu, ada juga cara lain yang dipercaya, yakni gaya hidup sehat dengan menghindari makan berlebihan. Namun, ini hanyalah salah satu dari sejumlah faktor yang bisa dipercaya mencegah tipe 1 menurut International Diabetes Federation.

Pradiabetes

Penyakit Pradiabetes merupakan suatu kondisi saat gula darah dalam keadaan tinggi, tetapi tak cukup tinggi untuk dimasukkan ke dalam kategori diabetes tipe 2. Tanpa adanya suata intervensi, penyakit ini dapat menjadi diabetes tipe 2 dalam jangka waktu 10 tahun. Banyak orang dengan pradiabetes tak miliki gejala. Perkembangan dari pradiabetes menjadi penyakit diabetes tipe 2 tak bisa dihindari. Namun, dengan ubah gaya hidup, penurunan berat badan, dan juga obat-obatan, maka tingkat gula darah bisa kembali normal.

Pradiabetes sangat umum terjadi, dengan Indonesia menghadapi lebih dari 2 juta kasus per tahun. Penyakit ini dapat ditangani oleh para tenaga medis profesional. Upaya untuk mengobatinya membutuhkan diagnosis medis yang di dalamnya selalu memerlukan uji atau pencitraan laboratorium. Kondisi dari penyakit ini bisa bertahan selama bertahun-tahun dan atau seumur hidup.

Gejala Pradiabetes

Orang dengan prediabetes. kebanyakan, tidak memiliki gejala. Namun, apabila memiliki gejala, maka tanda yang muncul di antaranya haus, kelelahan, dan atau lapar yang berlebihan. Tidak hanya itu, ada kemungkinan berat badan naik, dan juga sering buang air kecil.

Diabetes Kehamilan

Penyakit diabetes kehamilan merupakan kondisi tubuh berkadar gula darah tinggi yang terjadi pada perempuan hamil. Penderita diabetes ini berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa mendatang. Dalam kebanyakan kasus diabetes ini, tidak ditemukan ada gejala. Tes gula darah selama masa kehamilan digunakan sebagai diagnosis diabetes tipe ini.

Di Indonesia, terdapat lebih dari 150 ribu kasus diabetes kehamilan per tahunnya. Sakit gula tipe ini dapat ditangani oleh pekerja medis profesional. Dalam penanganannya, diagonis medis, pencitraan laboratorium, dan uji laboratorium diperlukan. Diabetes ini reda dalam jangka waktu bulanan.

Penyebab Diabetes Kehamilan

Intinya, jika seorang wanita mengalami gejala seperti di atas, disarankan untuk berkonsultasi secara langsung pada dokter, sehingga dapat diketahui penyebab yang mendasari. Dokter akan melakukan tes darah ataupun tes urin, agar bisa terdeteksi sedini mungkin.

Gejala Diabetes Kehamilan

Sakit gula merupakan penyakit yang tidak bisa disepelekan, karena dapat mengancam jiwa. Selain beberapa gejala sakit gula yang umum timbul, ada beberapa gejala sakit gula pada wanita yang kemungkinan tidak dialami pria.

Seperti dijelaskan oleh International Diabetes Federation, wanita dengan bentuk tertentu adalah manusia yang punya risiko lebih besar terkena sakit gula. Berikut ini beberapa gejala khas sakit gula yang dialami oleh para wanita:

  • Mengalami infeksi jamur pada vagina, yang ditandai dengan rasa gatal, nyeri, keputihan, dan sakit saat berhubungan seks.
  • Menderita infeksi saluran kemih karena urin penderita memiliki kadar gula yang tinggi sehingga bisa menjadi tempat bakteri berkembang biak.
  • Mengalami disfungsi seksual, yang disebabkan oleh neuropati diabetik atau kerusakan serabut saraf yang disebabkan oleh tingginya kadar gula dalam darah.

Dibanding pria, penyakit diabetes pada wanita lebih rentan untuk menyebabkan terjadinya komplikasi atau penyakit serius, seperti penyakit jantung dan penyakit ginjal. Sebuah studi bahkan menyebutkan, sebanyak 40 persen diabetesi wanita harus kehilangan nyawa karena penyakit ini.

Diabetes Tipe 2

Ini adalah suatu kondisi kronis yang pengaruhi cara tubuh memproses gula darah. Pada diabetes tipe ini, tubuh tak produksi cukup insulin, dan atau menolak insulin. Terdapat lebih dari 2 juta kasus per tahun di Indonesia untuk penyakit ini. Tipe 2 dapat ditangani oleh pekerja medis profesional. Diagnosis medis, uji atau pencitraan laboratorium diperlukan dalam penanganannya. Penyakit ini bisa kronis, yakni dapat bertahan selama bertahun-tahun, dan atau seumur hidup Anda.

Pengobatan Penyakit Tipe 2

Beberapa diabetesi tipe 2 disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah. Insulin tambahan tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam bentuk obat minum. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang digunakan, serta memberitahu cara  menyuntiknya.

Pada diabetesi tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah satunya adalah metformin, obat minum yang berfungsi untuk menurunkan produksi glukosa dari hati. Selain itu, obat diabetes lain yang bekerja dengan cara menjaga kadar glukosa dalam darah agar tidak terlalu tinggi setelah pasien makan, juga dapat diberikan.

Pengelolaan Gula Darah

sakit gula tipe 2
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. (Foto: Freepik)

Lalu, mungkin Anda punya pertanyaan tentang diabets mellitus itu apa? Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. Diabetes mellitus menimbulkan beberapa komplikasi di antaranya adalah kerusakan pembuluh darah mikrovaskular (penyakit ginjal, mata), kerusakan makrovaskular (jantung koroner, pembuluh darah kaki/otak), neuropati, rentan infeksi dan impotensi pada pria.

Langkah penting pertama dalam pengelolaan diabetes mellitus adalah menentukan kadar gula darah yang ingin dicapai. Tujuan dari pengelolaan gula darah untuk mencegah komplikasi diabetes mellitus seperti gangguan jantung, stroke, ginjal, kaki diabetes, gangguan mata.

Untuk mengendalikan gula darah tidak hanya dengan obat-obatan, namun faktor lain dapat mempengaruhi, dan membantu capaian gula darah yang diinginkan itu yaitu makanan yang dikonsumsi, jumlahnya, jenisnya, bagaimana mengkonsumsinya, aktifitas sehari-hari yang dilakukan, bahkan pengetahuan dasar seseorang tentang diabetes itu juga sangat berperan.

Karena itu, dalam mengelola diabetes, ada 4 pilar penting yang harus dilakukan secara bersamaan. Ibaratkan pilar yang menyangga sebuah bangunan, satu pilar akan mempengaruhi kekuatan pilar lainnya. Empat pilar tersebut adalah gaya hidup sehat, olahraga, obat-obatan, dan edukasi.

Tes Diabetes

pengobatan sakit gula
Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. (Foto: Freepik)

Diabetesi harus mengontrol gula darahnya secara disiplin melalui pola makan sehat agar gula darah tidak mengalami kenaikan hingga di atas normal. Selain mengontrol kadar glukosa, pasien dengan kondisi ini juga akan diaturkan jadwal untuk menjalani tes darah HbA1C guna memantau kadar gula darah selama 2-3 bulan terakhir.

Bagikan ke Teman:
Alexander Sitepu
Extremely motivated to constantly develop my skills and grow professionally. I am confident in my ability to come up with interesting ideas.