Gagal Hati: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Gagal hati adalah kondisi ketika sebagian besar organ hati mengalami kerusakan, sehingga tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. (foto: Freepik)

Gagal Hati: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Bagikan ke Teman:

Ada berbagai jenis penyakit hati, mulai dari kanker hati, hepatitis, hingga gagal hati. Namun perlu diketahui, apapun jenis penyakit hati tersebut, kerusakan hati dapat berkembang dengan cara yang sama. Penting untuk mengetahui apa yang terjadi pada hati Anda di setiap tahap perkembangan sebelum terjadinya gagal hati.

Apa itu Penyakit Gagal Hati?

penyakit gagal hati dapat berakibat fatal
Ketika hati tidak mampu berfungsi dengan baik, seluruh tubuh Anda akan terkena dampaknya. (foto: Freepik)

Hati merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh manusia. Hati bertanggung jawab untuk detoksifikasi darah, membantu proses pencernaan makanan, dan menyimpan energi sebagai gula yang nantinya akan digunakan. Selain itu, ada lebih dari 500 fungsi lainnya yang berkontribusi terhadap kesehatan tubuh Anda. Ketika hati tidak mampu berfungsi dengan baik, seluruh tubuh Anda akan terkena dampaknya.

Gagal hati atau liver failure adalah kondisi di mana ketika hati tidak bisa berfungsi kembali akibat mengalami kerusakan yang sangat luas. Kondisi ini dapat menyebabkan kematian dan memerlukan perawatan medis secepatnya. Berdasarkan waktu yang diperlukan untuk perkembangan gejalanya, gagal hati dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu akut, sub-akut, dan kronis.

Pada gagal hati akut, hati tidak berfungsi dalam waktu 8 jam setelah faktor penyebab mulai menimbulkan kerusakan pada hati. Pada tahap sub-akut, kegagalan fungsi hati terjadi dalam waktu dan jangka waktu 8 hingga 26 minggu. Sedang pada tahap kronis, kerusakan akan terjadi secara perlahan, bahkan dapat terjadi dalam hitungan tahun sampai akhirnya hati mengalami kegagalan fungsi.

Gejala

gejala gagal hati
(Foto: Freepik)

Pada awalnya, gejala gagal hati hampir mirip dengan kondisi medis lainnya, sehingga seringkali terjadi kesalahan diagnosa. Gejalanya meliputi tubuh merasa lelah, mual, berkurangnya selera makan, serta diare. Ketika kerusakan menjadi lebih serius, akan muncul tanda-tanda seperti:

  • Kelelahan dan mengantuk
  • Muntah
  • Nyeri perut di bagian kanan atas
  • Perut membengkak
  • Mudah mengalami perdarahan
  • Disorientasi mental atau bingung (ensefalopati hepatik), hingga bisa menyebabkan koma

Penyebab

penyebab gagal hati
Ada empat penyakit hati yang harus diwaspadai, karena dapat merusak kualitas hidup dan membahayakan nyawa, salah satunya adalah hepatitis. (Foto: Freepik)

Jenis yang paling banyak terjadi adalah gagal hati kronis, yang perjalanan penyakitnya terjadi dalam waktu beberapa bulan hingga tahun. Pada umumnya, kondisi ini disebabkan oleh:

  • Gizi yang buruk.
  • Penyakit sirosis hati.
  • Hepatitis B dan hepatitis C.
  • Konsumsi alkohol dalam waktu lama.
  • Hemokromatosis, yaitu keadaan di mana ada terlalu banyak zat besi dalam tubuh.

Penyebab gagal hati akut umumnya:

  • Infeksi yang disebabkan virus, seperti hepatitis, Epstein-Barr, adenovirus.
  • Penggunaan paracetamol dalam dosis tinggi.
  • Suplemen herbal, seperti kava dan dan efedra.
  • Racun, misalnya racun dari jamur liar Amanita phalloides.
  • Obat-obatan, seperti antibiotik dan antikejang.

Pengobatan

kanker-hati
(Foto: Freepik)

Untuk mengobati gangguan yang terjadi pada hati dan mencegah terjadinya komplikasi, penderita gagal hati akut perlu mendapat perawatan di rumah sakit. Penanganan awal yang perlu dilakukan adalah dengan memberi obat-obatan, terutama pada tahap akut akibat keracunan, overdosis paracetamol, dan infeksi virus.

Pengobatan ini bertujuan untuk menetralkan efek obat atau racun, serta mengurangi kerusakan pada hati. Sedang pada kasus tahap kronis, pengobatan ditujukan untuk menyelamatkan organ hati yang masih berfungsi. Apabila penanganan dengan obat-obatan ini gagal, pengobatan lain yang dapat dipertimbangkan adalah dengan melakukan transplantasi hati.

Pencegahan

Mengenal Sirosis
(Foto: Freepik)

Berikut ini beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi risiko terkena gagal hati:

  • Menerapkan pola makan dan hidup sehat.
  • Menggunakan paracetamol sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
  • Mengurangi mengonsumsi alkohol.
  • Tidak berbagi perlengkapan mandi dengan orang lain, misalnya sikat gigi dan pisau cukur.
  • Menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan sebelum makan atau setelah dari kamar mandi.
  • Mendapatkan vaksin hepatitis atau immunoglobulin untuk mencegah hepatitis A atau B.
  • Tidak berbagi-pakai alat suntik, untuk menghindari penularan hepatitis B dan hepatitis C.

Penanganan gagal hati ditujukan untuk mengatasi faktor penyebabnya dan mengembalikan fungsi hati. Apabila fungsi hati tetap tidak dapat kembali normal setelah faktor penyebabnya ditangani dengan pemberian obat-obatan, maka dilakukan transplantasi hati.

Untuk diagnosa awal sebelum terjadi, Anda dapat melakukan tes fungsi hati di Triasse. Tes tersebut berguna untuk membantu mendiagnosis ada tidaknya penyakit hati/liver, menilai tingkat kerusakan hati, dan menentukan seberapa baik pengobatan bekerja. Deteksi dini penting untuk diagnosis lebih awal guna minimalisasi kerusakan dan menyelamatkan fungsi hati Anda.

Bagikan ke Teman:
Rachmat Abbid
A young writer who eager to do something different.