Diabetes (Kencing Manis): Gejala hingga Pencegahan

Diabetes (Kencing Manis): Gejala hingga Pencegahan
Diabetes adalah salah satu penyakit dengan jumlah penderita paling tinggi dan mematikan karena bisa berujung pada berbagai komplikasi. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Diabetes terbagi dua, yakni Insipidus dan Mellitus. Insipidus merupakan gangguan metabolisme air dan garam ditandai dengan kondisi tubuh yang sangat haus dan seringnya buang air kecil. Penyakit ini terjadi saat tubuh tak bisa mengatur dalam hal penanganan cairan. Penyebab kondisi ini adalah kelainan hormon. Penyakit ini tidak terkait dengan kencing manis. Pengobatan penyakit ini tergantung bentuk gangguannya, mungkin termasuk diet rendah garam, terapi hormon, atau minum air dalam jumlah banyak. Diabetes Mellitus (kencing manis) merupakan penyakit yang berhubungan dengan permasalahan pada hormon insulin. Umumnya organ pankreas berguna untuk membantu tubuh kamu supaya kamu bisa menyimpan dan menggunakan gula serta lemak yang ada di tubuhmu. Kamu bisa dibilang terkena penyakit kencing manis saat pankreas kamu tidak menghasilkan insulin, saat pankreas menghasilkan insulin yang terlalu sedikit, dan saat tubuh tidak merespon insulin dengan baik atau yang biasa disebut sebagai resistensi insulin.

Kencing manis merupakan penyakit yang akan menimpa kamu seumur hidup apabila kamu sudah terkena penyakit ini. Diperkirakan sekitar 18.2 juta orang Amerika sudah terkena penyakit ini dan hampir satu pertiganya tidak sadar kalau mereka sudah terkena penyakit ini. Lalu ada sekitar 41 juta orang yang terkena pra-diabetes. Sayangnya, obat untuk penyakit ini masih belum ditemukan dan satu-satunya cara agar bisa tetap bertahan hidup bagi penderita kencing manis adalah menjaga pola hidupnya. 

Paket Tes Kesehatan Medical Check Up Silver
Rentang Harga Mulai dari Rp. 445.500

Tipe Diabetes Mellitus (Kencing Manis)

pengobatan diabetes
Pada kencing manis tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. (Foto: Freepik)

Kencing manis secara umum terbagi 4, yakni tipe 1, tipe 2, pra-diabetes, dan gestasional.

Berikut ini merupakan pembahasan mengenai keempat tipe diabetes yang dimaksud.

Diabetes Mellitus (Kencing Manis) Tipe 1

Penyakit ini dibagi menjadi 2 jenis. Jenis kencing manis pertama adalah tipe satu. Jenis kencing manis yang satu ini terjadi karena sel insulin yang digunakan untuk menghasilkan insulin malah dirusak oleh sistem imun dari tubuh sendiri. Orang-orang yang terkena kencing manis tipe satu sama sekali tidak menghasilkan insulin dan perlu menyuntikkan insulin ke tubuh mereka supaya gula darah bisa tetap terjaga. Biasanya tipe kencing manis yang ini muncul pada umur di bawah 20 tahun. Namun tidak menutup kemungkinan terjadi pada umur mana saja.

Diabetes Mellitus Tipe 2

Lalu ada tipe dua. Berbeda dengan tipe kencing manis yang pertama yang tidak menghasilkan insulin sama sekali. Tipe kencing manis yang satu ini masih menghasilkan insulin tapi insulin yang dihasilkan entah kurang banyak atau tubuhnya kebal terhadap insulin. Saat insulin tidak cukup atau kebal terhadap insulin, glukosa yang ada tidak bisa diserap oleh sel tubuh. Tipe kencing manis yang ini adalah tipe kencing manis yang paling banyak diderita orang-orang.

Hampir 18 juta orang Amerika kena penyakit ini. Sebenarnya, penyakit ini bisa dihindari dengan menerapkan pola hidup sehat. Sayangnya jika sudah terkena penyakit ini, hal-hal yang perlu diwaspadai adalah kebutaan, amputasi yang tidak disebabkan oleh trauma, dan gagal ginjal kronis. Tipe kencing manis ini biasanya ditemukan pada orang yang berumur 40 tahun-an dengan berat badan yang berlebih, tapi orang-orang yang tidak memiliki berat badan berlebih juga bisa terkena penyakit ini.

Zaman sekarang bukan hanya orang dewasa, tapi anak-anak juga banyak yang terkena penyakit ini karena banyak anak yang sudah memiliki berat badan berlebih. Beberapa orang bisa menghindari penyakit ini dengan berolahraga secara rutin, menjaga pola makan, juga menjaga berat badannya agar selalu berada di berat badan normalnya.

Kalau sudah terkena bisa menggunakan pil atau suntikan insulin untuk menjaga gula darahnya. Seringnya, dokter-dokter bisa menemukan kemungkinan penyakit kencing manis dalam tubuh seseorang sebelum penyakit itu benar-benar sudah diderita seseorang. Biasanya disebut sebagai pra-diabetes, gula darah yang dimiliki orang tersebut lebih tinggi dari normal tapi belum memenuhi kriteria terkena kencing manis tipe 2.

Pra-Diabetes

Suatu kondisi saat gula darah meningkat tinggi, tetapi tak cukup tinggi untuk masuk ke dalam kategori tipe 2. Tanpa adanya intervensi, maka penyakit ini bisa menjadi tipe 2 dalam jangka waktu 10 tahun. Banyak orang yang menderita penyakit ini tidak memiliki gejala. Perkembangan penyakit ini menjadi tipe 2 tak bisa dihindari. Namun, dengan mengubah gaya hidup, yang disertai dengan penurunan berat badan, dan konsumsi obat-obatan, maka tingkat gula darah bisa kembali normal.

Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional merupakan penyakit kencing manis yang disebabkan oleh kehamilan. Perubahan hormon yang terjadi pada wanita saat kehamilan bisa membuat cara kerja insulin menjadi berubah pada tubuh. Kemungkinan kejadian ini terjadi 4% dari semua kehamilan yang ada. Wanita hamil yang memiliki kemungkinan terkena penyakit diabetes gestasional adalah mereka yang hamil di atas umur 25 tahun dan memiliki berat badan di atas normal sebelum kehamilan.

Riwayat keluarga yang terkena penyakit kencing manis juga meningkatkan seseorang untuk terkena penyakit ini. Pengecekan penyakit ini dilakukan saat kehamilan sudah terjadi. Jika dibiarkan saja, kemungkinan buruk bisa diterima oleh ibu dan juga anak yang ada di dalam kandungan. Biasanya gula darah seorang ibu akan turun setelah 6 minggu kehamilan. Namun ibu yang memiliki diabetes gestasional memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena penyakit kencing manis tipe 2 dalam hidupnya. 

Peran Insulin dalam Diabetes

diabetes tipe 1
Sesuai data dari International Diabetes Federation, sekitar 10 persen penderita kencing manis miliki jenis tipe 1. (Foto: Freepik)

Insulin memiliki peran yang sangat besar dalam mengontrol penyakit kencing manis. Supaya kamu bisa mengerti kenapa insulin punya peran yang sangat besar dalam penyakit ini, kamu perlu mengerti bagaimana tubuh memproses makanan yang masuk ke dalam tubuh agar bisa menjadi energi. Tubuh manusia terbentuk oleh banyak sel, dan sel-sel tersebut butuh bahan bakar atau makanan dalam bentuk sesederhana mungkin agar bisa diproses.

Saat kamu makan atau minum, tubuh mengubah makanan dan minuman tersebut menjadi apa yang kamu sebut glukosa. Lalu glukosa tersebut disebarkan ke seluruh tubuh supaya semua bagian tubuh bisa bekerja dengan baik menggunakan zat tersebut. Jumlah glukosa yang disebarkan ke tubuhmu itu dikendalikan dengan baik oleh insulin.

Insulin selalu dikeluarkan dengan jumlah yang sangat kecil oleh pankreas. Namun jika tubuh kamu merasa ada jumlah glukosa yang masuk terlalu banyak, maka insulin yang dikeluarkan pankreas juga akan bertambah. Hal ini akan menyebabkan gula darah kamu atau glukosa dalam tubuh kamu menjadi turun. Lalu dilanjutkan dengan memberi kamu sinyal untuk makan, karena tubuh kamu tidak mau kalau gula darah dalam tubuh kamu makin turun.

Ginjal yang juga menyimpan glukosa juga diaktifkan supaya bisa menjadi sumber glukosa sementara. Orang yang terkena penyakit kencing manis itu antara tidak menghasilkan insulin atau kebal terhadap insulin yang ada. Hal itu akan berdampak pada naik gula darah dalam tubuh. Jika dijelaskan lewat artinya, kencing manis merupakan penyakit saat gula darah yang disebarkan ke seluruh tubuh mencapai 126 mililiter per desiliter atau lebih setelah melakukan puasa seharian. 

Makanan Penyebab Diabetes (Kencing Manis)

Kencing manis disebabkan oleh beberapa makanan. Berikut ini merupakan makanan penyebab diabetes yang perlu diketahui agar dapat mengoptimalkan pencegahan terhadap penyakit ini.

Makanan Tinggi Karbohidrat

Karbohidrat merupakan sumber energi yang penting untuk badan, tetapi orang yang punya faktor risiko diabetes harus bertindak hati-hati dalam memilih sumber karbohidrat dan mengatur porsinya. Makanan tinggi karbohidrat dengan serat yang rendah, seperti roti putih, nasi, tepung putih, dan pasta merupakan makanan yang mudah dicerna oleh badan dan lebih cepat berubah jadi glukosa, sehingga bisa mengakibatkan lonjakan gula darah dan insulin.

Lonjakan ini bisa mengakibatkan kencing manis. Jadi, bagi orang yang punya faktor risiko diabetes perlu membatasi diri ketika memakan makanan rendah serat dan tinggi karbohidrat. Sumber karbohidrat yang disarankan adalah karbohidrat kompleks. Alasannya karena makanan ini tidak meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh dengan cepat. Contoh makanan yang memiliki kandungan karbohidrat kompleks adalah buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian utuh (oatmeal, nasi merah, dan roti gandum). Selain karbohidrat kompleks, dalam makanan ini terdapat vitamin dan mineral.

Makanan dengan Lemak Trans dan Jenuh

Konsumsi makanan ini tidak secara langsung menjadikan kadar gula darah melonjak. Makanan jenis ini meningkatkan kadar kolesterol di dalam darah dan mengakibatkan resistensi insulin. Oleh karenanya mampu meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2. Contoh makanan ini adalah daging merah, sosis, ham, nugget, mentega, krimer, selai kacang, keju, kripik kentang, susu tinggi lemak, makanan cepat saji, dan kue. Pengganti makanan yang disarankan untuk dikonsumsi adalah tahu, ikan, tempe, kacang polong, almond, edamame, dan alpukat.

Minuman Manis

Minuman manis dengan kandungan gula tinggi mengakibatkan penyakit kencing manis tipe-2. Gula meningkatkan kadar gula darah di dalam badan dan akibatkan resistensi insulin. Sebuah studi mengungkapkan bahwa dengan minum 1-2 gelas minuman manis setiap hari bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kencing manis tipe-2 hingga 26 persen. Pemilik faktor risiko diabetes, harus membatasi konsumsi minuman manis. Pengganti minuman ini adalah air putih.

Buah Kering dan Koktail

Buah yang dikeringkan, secara umum, punya kadar gula yang tinggi. Contohnya kismis, dan buah anggur yang dikeringkan. Selain buah kering, buah kalengan, dan atau koktail juga punya kadar gula yang tinggi. Kedua jenis makanan ini mampu menjadi pemicu penyakit kencing manis. Jadi, makanan ini harus dihindari atau dibatasi jumlah asupannya.

Minuman Bersoda, Berenergi, dan Alkohol

Ketiga jenis minuman ini ketika dikonsumsi secara rutin dapat memicu penyakit kencing manis. Ragam pilihan dari ketiga minuman itu dilaporkan dapat meningkatkan kadar gula darah. Minuman bersoda dan berenergi punya kandungan fruktosa yang mampu memicu resistensi insulin dan obesitas.

Gejala Kencing Manis

diabetes mellitus
Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup. (Foto: Freepik)

Hal-hal yang dirasakan oleh seseorang yang terkena kencing manis tipe satu bisa terjadi secara tiba-tiba dan langsung parah. Contohnya seperti rasa haus yang berlebihan, rasa lapar yang meningkat (biasanya setelah makan), mulut kering, kencing berlebihan, penurunan berat badan yang tidak diketahui alasannya, mudah lelah, pandangan buruk, lelah, dan kehilangan kesadaran.

Lalu untuk tipe dua kencing manis, tandanya juga hampir sama dengan gejala di atas. Namun ada beberapa lagi gejala yang mungkin bisa dirasakan, seperti luka yang lama untuk sembuh, kulit sering gatal, kenaikan berat badan secara tiba-tiba, dan disfungsi ereksi. 

Pemeriksaan Lab untuk Deteksi Dini Diabetes (Kencing Manis)

kencing manis pada wanita
Gejala kencing manis pada wanita biasanya tidak sama dengan pada pria. (Foto: Freepik)

Berikut ini merupakan pembahasan mengenai berbagai jenis tes darah yang ada dalam pemeriksaan lab untuk deteksi dini penyakit diabetes.

Tes Kadar Glukosa Darah atau Plasma (Puasa atau Setelah Makan)

Bila normal (euglikemia), bila tinggi (hiperglikemia) dan rendah (hipoglikemia). Pemeriksaan terhadap kadar gula dalam darah vena pada saat pasien puasa 12 jam sebelum pemeriksaan (GDP/ gula darah puasa/nuchter) dan 2 jam setelah makan ( post prandial).

Nilai normal:

Dewasa              : 70-110 mg/dl
Wholeblood      : 60-100 mg/dl
Bayi baru lahir : 30-80 mg/dl
Anak                  : 60-100 mg/dl

Nilai normal kadar gula darah 2 jam setelah makan :

Dewasa            : < 140 mg/dl/2 jam
Wholeblood    : < 120 mg/dl/2 jam

Hasil pemeriksaan berulang di atas nilai normal kemungkinan menderita Diabetes Melitus. Pemeriksaan glukosa darah toleransi adalah pemeriksaan kadar gula dalam darah puasa ( sebelum diberi glukosa 75 gram oral), 1 jam setelah diberi glukosa dan 2 jam setelah diberi glukosa. Pemeriksaan ini bertujuan untuk melihat toleransi tubuh terutama insulin terhadap pemberian glukosa dari waktu ke waktu.

Tes Hemoglobin Glikosilat ( HbA1C)

Bisa normal atau tinggi. Pemeriksaan dengan menggunakan bahan darah, untuk memperoleh informasi kadar gula darah yang sesungguhnya, karena pasien tidak dapat mengontrol hasil tes, dalam kurun waktu 2-3 bulan. Tes ini berguna untuk mengukur tingkat ikatan gula pada hemoglobin A(A1C) sepanjang umur sel darah merah (120 hari).

Semakin tinggi nilai A1C pada penderita DM semakin potensial beresiko terkena komplikasi. Pada penderita DM tipe II akan menunjukkan resiko komplikasi apabila A1C dapat dipertahankan di bawah 8 persen (hasil studi United Kingdom prospektif kencing manis). Setiap penurunan 1 persen saja akan menurunkan resiko gangguan pembuluh darah (mikrovaskuler) sebanyak 35 persen, kompikasi DM lain 21 persen dan menurunnya resiko kematian 21 persen.

Kenormalan A1C dapat diupayakan dengan mempertahankan kadar gula darah tetap normal sepanjang waktu, tidak hanya pada saat diperiksa kadar gulanya saja yang sudah dipersiapkan sebelumnya (kadar gula rekayasa penderita). Olahraga teratur, diet, dan taat obat adalah kuncinya.

Tes Lipid Serum

Kondisi hasil tes bisa normal atau abnormal.

Tes Keton urine

Kondisi hasil pemeriksaan laboratorium bisa negatif atau positif.

Tes Glukosa Sewaktu

Pemeriksaan glukosa darah tanpa persiapan persetujuan untuk melihat kadar gula darah sesaat tanpa puasa dan tanpa pertimbangan waktu setelah makan. Dilakukan untuk penjajagan awal pada penderita yang diduga DM sebelum dilakukan pemeriksaan yang sungguh-sungguh dipersiapkan misalnya nucther, setelah makan dan toleransi.

Tes Fruktosamin

Merupakan gula jenis lain yaitu fruktosa selain galaktosa, sakarosa, dan lain-lain. Fruktosa (peningkatan kadar fruktosa dalam darah) menggambarkan adanya defisiensi enzim yang juga berpengaruh pada berkurangnya kemampuan tubuh mensintesis glukosa dari gula jenis lain sehingga terjadi hipoglikemia. Pemeriksaan fruktosamin menggunakan metode enzymatic seperti pada pemeriksaan Glukosa.

Pencegahan dan Pengobatan Diabetes (Kencing Manis)

cara mengelola penyakit kencing manis
Wanita mendorong piring berisi donat yang bertabur lemak trans – freepik/shisuka

Pada zaman sekarang, penyakit kencing manis masih belum ditemukan obatnya. Namun kamu bisa menetapkan tujuan agar kencing manis kamu terjaga. Kamu sudah mencapai tujuan kamu ketika kamu sudah bisa melakukan hal berikut.

Pertama adalah menjaga gula darah di batas normal dengan makan makanan yang sehat juga menggunakan pengobatan diabetes untuk menjaga gula darah.

Kedua, menjaga kolesterol dengan menghindari makanan yang menggunakan gula yang sudah diproses juga mengurangi makanan yang punya kandungan lemak tidak baik.

Ketiga, menjaga tekanan darah. Maksimal adalah tidak lebih dari 130/80.

Terakhir, memperlambat atau mencegah akibat dari penyakit ini.

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mencapai itu semua. Contohnya seperti mengatur apa yang kamu makan dan mengikuti pola makan sehat, lalu kamu juga bisa berolahraga secara rutin, mengkonsumsi obat, melihat perkembangan gula darah di rumah, dan selalu datang ke sesi konsultasi dengan dokter yang dipercaya. Perlu diingat, semua pencegahan diabetes yang kamu lakukan dalam keseharian kamu akan sangat berdampak pada perkembangan gula darah yang kamu punya.

Paket Tes Kesehatan Medical Check Up Silver
Rentang Harga Mulai dari Rp. 445.500

Demikian artikel info sehat mengenai kesehatan tubuh perihal panduan dasar penyakit kencing manis. Untuk dapat mengetahui apakah terkena kencing manis, lakukan pemeriksaan lab secara berkala. Di Triasse, kami menyediakan tes untuk penyakit ini dengan harga yang bersaing.

Bagikan ke Teman:
Rinaldi Syahran
Homo Homini Lupus!