7 Darurat Medis Paling Umum yang Disebabkan oleh Diabetes

diabetes
Bagikan ke Teman:

Pengelolaan atau penanganan diabetes tipe 2 atau diabetes melitus pada umumnya fokus pada gaya hidup sehari-hari untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, seperti berolahraga dan menjaga diet sehat. Namun, penting juga bagi diabetesi untuk mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi darurat medis akibat kondisi ini.

Menjaga kadar gula darah menurunkan kemungkinan komplikasi medis (dengan pengecualian hipoglikemi). Anda juga harus memperhatikan kadar kolesterol dan tekanan darah untuk menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Melansir Health.com, berikut tujuh darurat medis yang bisa muncul akibat komplikasi dari diabetes:

1. Amputasi

Jika ada cidera apapun di kaki, tak peduli sekecil apapun, segera kabari dokter Anda. Bagi seorang diabetesi, luka kecil bisa berujung pada amputasi. Anda mungkin akan dikirim ke rumah sakit jika kondisinya serius. Beberapa rumah sakit dan klinik saat ini untuknya memiliki program untuk menangangani hal ini.

Jika Anda tidak tahu di mana dapat menemukan program ini, tanya pada dokter dan tenaga medis kepercayaan.

2. Serangan jantung

Angka kematian dari serangan jantung dua sampai empat kali lebih besar pada orang dewasa dengan diabetes dibanding mereka yang tidak memiliki kondisi ini. Anda harus mengetahui simtom-simtom serangan jantung, seperti nyeri dada, napas pendek, dan mual. Segera ke rumah sakit jika mengalami hal ini.

3. Hiperglikemi

Gula darah tinggi bisa terjadi akibat tidak mendapat cukup insulit, makan terlalu banyak, atau akibat sakit atau stres. Tanda-tandanya termasuk rasa haus yang teramat-sangat, buang air terus-menerus, dan pandangan kabur.

Hiperglikemi bisa berujung pada kondisi darurat yang disebut diabetic ketoacidosis, biasanya pada mereka yang memiliki diabetes tipe 1. Hal ini juga bisa menyebabkan kondisi yang disebut sindrom nonketotic hyperosmolar pada orang dengan diabetes tipe 2.

Anda bisa mengatasi hiperglikemi dengan berolahraga, menurut Asosiasi Diabetes Amerika. Jika gula darah di atas 240 mg/dL dan hasil tes positif untuk ketones, olahraga justru bisa membuat kadar gula darah semakin tinggi. Diskusikan dengan dokter untuk membuat rencana untuk menurunkan kadar glukosa dalam darah.

4. Hipoglikemi

Masalah ini terjadi ketika kadar gula darah drop di bawah 70. Hipoglikemi bisa terjadi karena insulin yang terlalu banyak, mengonsumsi obat makan tertentu, tidak cukup makan untuk mendampingi pengobatan, berolahraga terlalu berat, atau terlalu banyak minum alkohol.

Simtom-simtomnya termasuk kelaparan, gemetar, pusing, kebingungan, dan berkeringat. Perawatan paling umum untuk hal ini adalah untuk mengecek kadar gula darah (hanya untuk memastikan kadarnya terlalu rendah, bukan terlalu tinggi, karena kadang bisa timbul kerancuan), lalu mengonsumsi sesuatu yang mengandung gula.

Asosiasi Diabetes Amerika menyarankan untuk mengonsumsi 15 gram karbohidrat dalam bentuk tablet glukosa, permen, setengah gelas jus, atau segelas susu nonfat atau 1 persen.

Tunggu 15 menit lalu kembali cek kadar gula darah. Jika gula darah masih rendah dan Anda masih mengalami simtom-simtomnya, konsumsi lagi 15 gram karbohidrat. Ulangi proses ini sampai gula darah setidaknya 70.

Jika tidak ditangani, hipoglikemi bisa menyebabkan hilangnya kesadaran. Jika Anda pingsan karena hipoglikemi, Anda membutuhkan perawatan segera menggunakan suntikan glukagon atau perawatan darurat di rumah sakit.

5. Gagal ginjal

Diabetes adalah penyebab gagal ginjal tertinggi. Sekitar 10 persen sampai 40 persen orang dengan diabetes tipe 2 dan 30 persen dengan diabetes tipe 1 berujung mengalami gagal ginjal. Untuk mencegah permasalahan ginjal, Anda harus melakukan tes truin untuk protein pada urin, yang merupakan salah satu tanda awal gagal ginjal.

Gagal ginjal tingkat yang lebih memicu simtom lain, seperti bengkak pada tumit atau kaki, meningkatnya tekanan darah, berkemih di malam hari, dan berkurangnya kebutuhan insulin atau obat-obatan lain.

Obat penurun darah tinggi dan intervensi lain bisa memperlambat gagal ginjal. Satu-satunya pengobatan untuk penyakit renai tahap akhir, tingkat gagal ginjal yang paling parah, adalah dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal.

6. Stroke

Sekitar dua pertiga orang dengan diabetes meninggal karena penyakit jantung atau stroke. Pengobatan yang cepat dan langsung sangat penting jika Anda mengalami simtom-simtom stroke (ada kesempatan selama tiga jam setelah stroke terjadi yang bisa dimanfaatkan dokter untuk menggunakan obat pelarut penyumbatan darah).

Jika Anda menduga seseorang mengalami stroke, minta mereka untuk melakukan tiga hal ini: cobalah untuk senyum (satu sisi bisa jadi turun); mengangkat tangan ke atas kepala (mereka bisa mengalami kesulitan mengangkat salah satu tangan); dan mengucapkan kalimat (bisa jadi tidak bisa berbicara dengan lancar). Segera bawa ke rumah sakit jika salah satu gejala di atas muncul.

7. Hilang penglihatan

Diabetes adalah salah satu penyebab utama kebutaan pada orang dewasa yang berusia 20 sampai 74 tahun. Jika Anda memiliki diabetes, lakukan pemeriksaan mata secara rutin, karena retinopathy bisa jadi tidak memiliki simtom. Anda juga harus segera menghubungi dokter mata jika tiba-tiba ada perubahan pada penglihatan, seperti pandangan kabur atau munculnya bintik-bintik pada penglihatan. Tergantung separah apa retinopathy Anda, ada berbagai pengobatan operasi laser yang tersedia.

Untuk memastikan dan mengurangi risiko darurat medis akibat diabetes, pastikan Anda memeriksakan gula darah secara teratur. PesanLab.com menyediakan Paket Skrining Diabetes yang bisa membantu Anda mengontrol dan mengelola diabetes.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *