Apa Itu Infeksi Nosokomial dan Bagaimana Mengatasinya?

Bagikan ke Teman:

Infeksi nosokomial yang sekarang dikenal HAIs (Healthcare – Associated Infections) merupakan salah satu masalah utama dalam pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Menurut survei yang diadakan WHO pada tahun 2009, angka kejadian HAIs sebesar 5-15 persen di seluruh dunia dan diperkirakan meningkat setiap tahunnya sebesar 2 persen, terlebih di negara berkembang seperti Indonesia.

Menurut CDC (centers for diseases control and prevention) dan Departemen Kesehatan RI 2002, infeksi nosokomial adalah infeksi yang terjadi atau didapat pasien ketika dirawat dirumah sakit. Infeksi tersebut timbul setelah minimal 3×24 jam dirawat di rumah sakit. Sumber penyebaran berasal dari pasien sendiri, petugas kesehatan yang memiliki kontak langsung dengan pasien, pengunjung yang membawa sumber penyakit dari luar atau pun lingkungan sekitar rumah sakit. Menurut CDC, kebersihan tangan merupakan peran penting dalam menangani HAIs/infeksi nosokomial.

Kebersihan tangan yang dimaksud adalah kebersihan tangan dari pasien sendiri, dokter, perawat, petugas kesehatan lainnya, pengunjung atau pun keluarga pasien sendiri. Tangan yang tidak bersih dapat memindahkan kuman dari suatu tempat ke tempat yang lain. HAIs sangat merugikan pasien baik secara materi dan non-materi karena memperpanjang lama perawatan di rumah sakit dan bahkan dapat membahayakan nyawa pasien.

Jenis-Jenis Infeksi Nosokomial

  1. Infeksi saluran kencing (ISK)

Infeksi saluran kencing merupakan infeksi nosokomial yg paling sering terjadi. Sekitar 80 persen infeksi saluran kemih ini berhubungan dengan pemasangan kateter. Infeksi saluran kemih jarang menyebabkan kematian dibandingkan infeksi nosokomial lainnya. Tetapi terkadang dapat menyebabkan bakterimia dan kematian. Infeksi biasanya ditentukan oleh kriteria secara mikrobiologi. Bakteri dapat berasal dari flora normal saluran cerna, misalnya E. coli atau pun didapat dari rumah sakit, misalnya Klebsiella multiresisten.

  1. Infeksi luka operasi/infeksi daerah operasi (ILO / IDO)

Infeksi jenis ini merupakan infeksi nosokomial yang sering terjadi dalam insiden bervariasi, dari 0,5-15 persen, tergantung tipe operasi dan penyakit yang mendasarinya. Hal ini merupakan masalah yang signifikan karena memberikan dampak pada biaya rumah sakit yang semakin besar dan bertambah lamanya masa inap setelah operasi. Kriteria dari infeksi luka infeksi ditemukan discharge purulen disekitar luka atau insisi dari drain atau sellulitis yang meluas dari luka.

Infeksi biasanya didapat ketika operasi baik secara exogen (dari udara, dari alat kesehatan, dokter bedah dan petugas petugas lainnya), maupun endogen dari mikroorganisme pada kulit yang diinsisi. Infeksi mikroorganisme bervariasi, tergantung tipe dan lokasi dari operasi dan antimikroba yang diterima pasien.

  1. Pneumonia nosokomial (VAP)

Penggunaan ventilator pada pasien di ICU merupakan hal yang paling penting dalam menangani pneumonia nosokomial. Prevalensi terjadinya pneumonia sebesar 3 persen per hari, yang merupakan angka kejadian fatal yang tinggi yang dihubungkan dengan Ventilator associated Pneumonia.

Mikroorganisme berkolonisasi di saluran pernafasan bagian atas dan bronchus dan menyebabkan infeksi pada paru, atau disebut sebagai pneumonia. Diagnosa pneumonia berdasarkan gejala klinis dan radiologi, sputum purulen (dahak kental dan pekat) serta timbulnya demam.

  1. Bakteremia nosokomial (BSI)

Tipe infeksi nosokomial ini merupakan proporsi kecil dari infeksi nosokomial (sekitar 5 persen), tetapi angka kejadian fatal nya tertinggi. Infeksi mungkin dapat terlihat pada tempat masuknya alat intravaskular atau pada subkutaneus dari pemasangan kateter. Faktor resiko yang utama dalam mempangaruhi infeksi nosokomial ini adalah lamanya kateterisasi, level aseptik dan pemeliharaan yang kontiniu dari kateter.

  1. Infeksi nosokomial lainnya.

Jenis infeksi nosokomial yang disebutkan berikut merupakan dalam peringkat ke empat dalam frekuensi terjadinya di rumah sakit :

  • Infeksi pada kulit dan jaringan lunak, misalnya luka terbuka (luka bakar dan luka akibat berbaring lama).
  • Gastroenteritis merupakan infeksi nosokomial yang paling sering terjadi pada anak-anak, dimana penyebabnya terbanyak adalah rotavirus. Penyebab seringnya terjadi gastroenteritis pada orang dewasa adalah Clostridium difficile, sebuah bakteri yang sering terdapat pada negara berkembang.
  • Sinusitis dan infeksi saluran cerna lainnya seperti infeksi pada mata dan konjungtiva.
  • Endometritis dan infeksi lainnya dari organ reproduksi setelah melahirkan.

6 Langkah Cegah Infeksi Nosokomial

WHO menganjurkan cuci tangan dengan 6 langkah untuk memastikan bahwa seluruh permukaan tangan sudah bersih dan tidak ada kuman yang mungkin tertinggal.

  1. Basahi kedua telapak tangan setinggi pertengahan lengan memakai air yang mengalir, ambil sabun kemudian usap dan gosok kedua telapak tangan secara lembut.
  2. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian.
  3. Jangan lupa jari-jari tangan, gosok sela-sela jari hingga bersih.
  4. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan mengatupkan.
  5. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian.
  6. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan.

5 Waktu Penting Cuci Tangan

Cuci tangan harus dilakukan pada saat 5 hal tertentu yaitu,

  1. Sebelum bersentuhan dengan pasien
  2. Sebelum melakukan tindakan / prosedur medis
  3. Setelah bersentuhan dengan pasien
  4. Setelah terpapar dengan cairan tubuh pasien
  5. Setelah terpapar dengan area / lingkungan pasien.

Pasien & keluarga harus diberikan edukasi akan pentingnya cuci tangan saat sebelum dan setelah keluarga bersentuhan dengan pasien. Dapat juga menggunakan carian pencuci tangan yang mengandung desinfektan yang bertujuan untuk mematikan kuman.

Kemudian bagi Anda yang seketika khawatir akan kondisi kesehatan secara umum, alangkah lebih baik jika melakukan pemeriksaan Medical Checkup atau pemeriksaan tes darah lainnya seperti melakukan Pemeriksaan Fungsi GinjalFungsi Hati, dll maka pilihlah melakukan pemeriksaan melalui PesanLab.

Lakukan selalu pemeriksaan melalui PesanLab, karena banyak keunggulan dan keuntungan jika Anda melakukan pemeriksaan di PesanLab diantaranya: harga hemat, bisa home service, dan hasil lab online. Jadi tunggu apalagi ayo segera lakukan pemeriksaan.

 Ditulis oleh Final Medical Student Miria Noor Shintawati

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *