Penyakit Asam Lambung: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi

Penyakit Asam Lambung: Gejala, Penyebab, & Cara Mengatasi
Ada banyak faktor yang menyebabkan penyakit asam lambung, dan ada berbagai cara untuk mengobatinya, termasuk ramuan alami rumahan. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Penyakit asam lambung adalah munculnya rasa terbakar di dada akibat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejala penyakit ini biasanya muncul dalam dua kali selama seminggu. Asam lambung naik bisa dialami oleh setiap orang, baik orang tua, orang dewasa, hingga anak-anak.

Melalui artikel info sehat mengenai kesehatan tubuh ini, Triasse akan membahas tuntas mengenai penyakit asam lambung, seperti yang dikutip WebMD.

Penyebab Penyakit Asam Lambung

penyebab asam lambung
Penyebab munculnya sakit akibat asam lambung adalah mulai dari makanan hingga kehamilan. (Foto: Freepik)

Salah satu penyebab umum kondisi ini adalah kelainan lambung yang disebut hernia hiatal. Ini terjadi ketika bagian atas perut dan sfingter esofagus bagian bawah (LES) bergerak di atas diafragma, otot yang memisahkan perut Anda dari dada. Biasanya, diafragma membantu menjaga asam dalam perut kita. Namun, jika Anda menderita hernia hiatal, asam bisa naik ke kerongkongan dan menyebabkan gejala penyakit asam lambung (GERD).

Ini adalah faktor umum penyebab:

  • Makan dalam jumlah besar atau berbaring tepat setelah makan.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Makan makanan berat dan berbaring telentang atau membungkuk di pinggang.
  • Waktu tidur berdekatan ketika Anda memakan makanan ringan.
  • Makan makanan tertentu, seperti jeruk, tomat, cokelat, mint, bawang putih, bawang merah, makanan pedas, atau berlemak.
  • Minum minuman tertentu, seperti alkohol, minuman berkarbonasi, kopi atau teh.
  • Merokok.
  • Sedang hamil.
  • Minum aspirin, ibuprofen, pelemas otot tertentu, atau obat tekanan darah.

Gejala Penyakit Asam Lambung

gejala asam lambung
Mulas, mual, kembung, hingga cegukan adalah beberapa gejala penyakit asam lambung. (Foto: Freepik)

Gejala GERD biasanya adalah:

  • Mulas, rasa sakit yang membakar atau membuat tidak nyaman yang mungkin bergerak dari perut atau dada, sampai ke tenggorokan.
  • Kembung.
  • Kotoran berdarah atau hitam atau bisa mengalami muntah darah.
  • Bersendawa.
  • Disfagia, sensasi makanan tersangkut di tenggorakan Anda.
  • Cegukan yang tidak reda.
  • Mual.
  • Penuruan berat badan tanpa alasan yang tidak diketahui.
  • Mengi, batuk kering, suara serak, atau sakit tenggorokan yang kronis.

Diagnosisdiagnosis penyakit asam lambung

Gejala-gejala seperti mulas adalah kunci utama dari diagnosis penyakit asam lambung. (Foto: Freepik)Keluhan heartburn pada penderita kondisi ini akan dirasakan paling tidak 2 kali dalam seminggu. Bila pasien datang dengan keluhan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan serangkaian tes penunjang. Pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh dokter adalah gastroskopi, foto Rontgen, pemeriksaan pH kerongkongan, serta tes kekuatan otot kerongkongan (manometri).

Gejala-gejala seperti mulas adalah kunci utama dari diagnosis penyakit asam lambung. Jika gejala semakin parah, Anda sangat disarankan untuk segera ke dokter untuk mendapat perawatan medis. Anda perlu ke dokter karena bisa jadi memerlukan tes seperti ini:

  • Barium swallow (esophagram), yang bisa memeriksa borok atau penyempitan kerongkongan.
  • Pemantauan pH yang bisa memeriksa asal di kerongkongan Anda. Nantinya, dokter masukkan alat ke kerongkongan Anda dan membiarkannya selama satu hingga dua hari untuk mengukur jumlah asam di kerongkongan.
  • Endoskopi, yang bisa memeriksa masalah di kerongkongan atau perut Anda. Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan tabung panjang, fleksibel, dengan kamera di tenggorokan Anda. Nantinya, dokter akan menyemprotkan bagian belakang tenggorokan Anda dengan obat bius, kemudian Anda akan diberi obat penenang agar merasa nyaman.
  • Biopsi dapat dilakukan selama endoskopi untuk memeriksa sempel jaringan di bawah miktoskop yang mengalami infeksi atau kelainan.

Cara Mengobati

cara mengobati GERD
Pengobatan asam lambung cukup bervariasi mulai dari perubahan gaya hidup hingga langkah operasi, yang memerlukan biaya tidak sedikit. (Foto: Freepik)

GERD dapat diatasi dengan mengubah perilaku sehari-hari, seperti menurunkan berat badan, tidak langsung berbaring setelah makan, dan berhenti merokok. Dokter gastroenterologi juga dapat memberikan obat-obatan untuk mengatasi penyakit asam lambung.

Obat yang diberikan adalah obat yang dapat menetralkan asam lambung, menurunkan produksinya, dan mempercepat pengosongan lambung. Jika cara tersebut belum dapat mengatasi rasa sakitnya, perlu dilakukan operasi.

Pengobatan asam lambung cukup bervariasi mulai dari perubahan gaya hidup hingga langkah operasi, yang memerlukan biaya tidak sedikit. Oleh karena itu, memiliki asuransi kesehatan bisa menjadi solusi praktis untuk menghemat kemungkinan biaya pengobatan kondisi saat ini, maupun nanti.

Namun, ada cara yang paling efektif untuk mengobati asam lambung, yakni menghindari makanan dan minuman yang memicu gejala. Intinya, Anda harus mengubah gaya hidup dan pola makan. Ketika Anda, memilih cara ini, berikut langkah-langkah untuk mengobati asam lambung:

  • Berhenti merokok.
  • Letakkan balok di bawah kepala di tempat tidur Anda.
  • Makanlah setidaknya dua hingga tiga jam sebelum berbaring.
  • Cobalah tidur di kursi saat memutuskan untuk tidur siang.
  • Jangan mengenakan pakian ketat atau sabuk yang ketat.
  • Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, Anda harus menurunkan berat badan dengan olahraga dan program diet.

Kemudian, Anda terus bertanya, apakah asam lambung bisa disembuhkan dengan obat? Dalam banyak kasus, perubahan gaya hidup yang dikombinasikan dengan obat-obatan bebas. Obat yang biasaya digunakan untuk asam lambung adalah Antasida, seperti Alka-Seltzer, Maalox, Mylanta, Rolaids, atau Riopan, yang dapat menetralkan asam dari perut Anda.

Namun, obat-obat tersebut memiliki efek samping diare atau sembelit, terutama jika digunakan secara berlebihan. Yang terbaik adalah, menggunakan antasida yang mengandung magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida. Ketika dikombinasikan, mereka bisa membantu menangkal efek sampingnya.

Jika antasida tidak membantu sama sekali, dokter bisa mencarikan Anda obat lain dengan menggunakan resep. Dokter mungkin menyarankan Anda lebih dari satu jenis obat atau mengkobinasikan obat-obat seperti ini:

  • Agen berbusa (gaviscon), melapisi perut Anda untuk mencegah refluks.
  • H2 blocker (Pepcid, Tagamet, Zantac), yang bisa menurunkan produksi asam.
  • Inhibitor pompa proton (Aciphex, Nexium, Prilosec, Prevacid, Protonix), obat ini juga mengurangi jumlah asam yang dihasilkan lambung Anda.
  • Prokinetics (Reglan, Urecholine), obat ini dapat membantu memperkuat LES, mengosongkan perut Anda lebih cepat, dan mengurangi refluks asam.

Ingat, jangan gabungkan lebih dari satu jenis antasid atau obat lain tanpa bimbingan dokter Anda.

Mengobati dengan Ramuan Alami

mengobati GERD dengan ramuan alami
Di rumah, Anda juga dapat mencoba membuat ramuan alami sendiri untuk atasi asam lambung. (Foto: Freepik)

Di rumah, Anda juga dapat mencoba membuat ramuan alami sendiri. Inilah beberapa contoh ramuan alami untuk mengobati asam lambung:

  • Jahe
    Jahe memiliki sifat antiradang yang secara alami dapat mengatasi nyeri ulu hati dan masalah pencernaan lainnya. Penggunaan jahe untuk mengatasi gejala GERD atau refuks asam lambung adalah dengan mengolahnya sebagai minuman hangat. Selain jahe mentah, Anda bisa menikmati minuman jahe hangat dari produk jahe bubuk yang dijual di pasaran.
  • Licorice atau akar manis
    Licorice atau disebut juga akar manis, dipercaya dapat mengatasi masalah pada sistem pencernaan, seperti nyeri ulu hati atau heartburn. Bahan kimia yang terkandung di dalam tanaman ini disebut dapat mengurangi pembengkakan, dan menyembuhkan peradangan atau luka dalam tubuh.
  • Marshmallow
    Daun dan akar marshmallow biasa digunakan untuk mengobati sakit maag, diare, konstipasi, peradangan pada lapisan lambung, juga nyeri serta pembengkakan selaput lendir yang melapisi saluran pernapasan. Marshmallow mengandung bahan kimia yang dapat meredakan batuk dan membantu menyembuhkan luka, dengan mengurangi peradangan dan melawan mikroba tertentu. Marshmallow juga membentuk lapisan pelindung pada kulit dan lapisan saluran pencernaan.
Bagikan ke Teman:
Alexander Sitepu
Extremely motivated to constantly develop my skills and grow professionally. I am confident in my ability to come up with interesting ideas.