Alergi atau Pilek? Berikut 7 Perbedaannya

alergi atau pilek
Bagikan ke Teman:

Saat musim flu, wajar berasumsi bahwa hidung mampet, bersin-bersin dan hidung ingusan adalah tanda-tanda kamu mengalami pilek. Tapi saat pepohonan bermekaran dan daunnya berguguran, bagaimana cara membedakan alergi atau pilek biasa?

Menurut Purvi Parikh, MD, seorang pakar alergi dan immunologist dari Allergy & Asthma Network dan Allergy & Asthma Associates Murray Hill, New York City, bahkan untuk para dokter gejala keduanya sangat identik dan sulit untuk dibedakan.

Berikut adalah tanda-tanda pada kesehatan tubuh bahwa yang Anda alami adalah alergi musiman.

Lendir Anda Bening Setiap Alergi

Jika anda mengalami alergi, lendir hidung anda akan tetap bening.
“Seiring gejalanya berlanjut, jika Anda mengalami pilek maka lendir hidung/ingus Anda akan menjadi lebih kental dan berwarna kuning, sementara kalau alergi, lendir Anda akan tetap bening dan berair,” ujar Dr. Rosenstreich (foto: Freepik)

“Di awal, alergi dan pilek akan menyebabkan cairan lendir hidung yang bening,” ujar David Rosenstreich, MD, direktur divisi alergi dan immunologi departemen pengobatan Albert Einstein College of Medicine dan Montefiore Medical Center New York. “Seiring gejalanya berlanjut, jika Anda mengalami pilek maka lendir hidung/ingus Anda akan menjadi lebih kental dan berwarna kuning, sementara kalau alergi, lendir Anda akan tetap bening dan berair,” lanjutnya.

Batuk Kering/Tidak Berdahak Saat Alergi

Batuk saat alergi tidak akan mengeluarkan dahak
Kalau setiap Anda batuk selalu berdahak, Anda mungkin mengalami pilek. (foto: Freepik)

Gejala tenggorokan dapat jauh lebih sulit untuk dibedakan, tetapi biasanya ada satu perbedaan: Kalau setiap Anda batuk selalu berdahak, Anda mungkin mengalami pilek. “Meski lendir Anda bening, Anda kemungkinan besar hanya pilek,” jelas Dr. Parikh. “Biasanya alergi berbatuk kering,” lanjutnya.

Alergi juga dapat menyebabkan iritasi tenggorokan, namun biasanya tidak terlalu sakit. “Orang yang mengalami pilek biasanya juga terkena tenggorokan kering, dan hal tersebut hampir tidak pernah dialami kepada orang dengan alergi,” ucap Dean D. Metcalfe, MD, kepala laboratorium penyakit alergi di National Institute of Allergy dan Infectious Diseases.

Mata Gatal dan Berair

Gatal dan bengkak di sekitar mata adalah gejala alergi
Alergi dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar mata, tambah Dr. Parikh. (foto: Freepik)

Anda mungkin akan melihat kemerahan di sekitar mata Anda saat sedang pilek, namun alergi akan menyebabkan gejala mata berair dan gatal-gatal, menurut Dr. Rosenstreich. Menurut Dr. Metcalfe, hidung dan tenggorokan Anda akan terasa gatal saat mengalami pilek namun biasanya tidak memengaruhi mata Anda. Alergi dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar mata, tambah Dr. Parikh.

Gejala Tak Kunjung Hilang? Kemungkinan Alergi

Gejala pilek biasanya hanya akan hadir dalam beberapa hari saja
Gejala alergi akan menetap jauh lebih lama dibanding pilek (foto: Freepik)

Pilek biasanya akan pergi setelah tiga sampai lima hari pada umumnya, atau bisa juga sampai seminggu, jelas Dr. Parikh. Sementara gejala alergi, khususnya yang secara terus menerus terpapar oleh sumber alerginya dapat bertahan jauh lebih lama.

Di sisi lain, jika Anda dapat segera menghindari alergen (sumber alergi) yang memicu gejala Anda, contohnya peliharaan atau serbuk tumbuhan, maka Anda akan merasa jauh lebih baik. Hal tersebut tidak akan berlaku bagi pilek, menurut Dr. Metcalfe.

Adanya Pola Musiman

Ketahui pola dimana dan kapan anda mengalami gejala alergi
“Jika Anda memperhatikan pola pilek Anda dan setiap musim semi atau gugur Anda mendapatkan gejala tersebut, kemungkinan yang Anda alami adalah alergi,” jelas Dr. Parikh.(foto: Freepik)

Jika Anda selalu merasa pilek pada setiap bulan Maret atau bulan lainnya, mungkin Anda harus berfikir lagi. “Jika Anda memperhatikan pola pilek Anda dan setiap musim semi atau gugur Anda mendapatkan gejala tersebut, kemungkinan yang Anda alami adalah alergi,” jelas Dr. Parikh.

Hal itu tetap benar meskipun Anda merasa gejala Anda nampak lebih awal dari terjadinya musim tertentu, Dr. Rosentreich mengatakan “contohnya di negara bagian timur laut AS, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa pepohonan sudah dalam tahap penyerbukan bahkan jika masih ada salju di tanah. Tergantung cuaca, orang-orang dapat mengalami gejala alergi di bulan Februari.”

Anda Tidak Mengalami Demam Saat Alergi

Demam terjadi saat pilek
Alergi biasanya tidak disertai dengan demam (foto: Freepik)

Pilek lebih memungkinkan untuk mendatangkan demam daripada alergi, meski alergi yang parah dapat menaikan suhu tubuh, menurut Dr. Rosenstriech.
“Demam biasanya tidak terjadi saat alergi,” ujar Dr. Metcalfe.

Anda Masih Mampu Beraktifitas Saat Alergi

Tidak enak badan dan susah beraktifitas adalah salah satu gejala pilek
Alergi tidak akan membuat anda tidak bisa bangkit dari kasur (foto: Freepik)

Meskipun alergi dapat membuat Anda lelah, pilek lebih memungkinkan Anda menjadi tidak enak badan dan membuat Anda harus beristirahat di atas kasur, kata Dr. Parikh.

Bagaimana cara menangani pilek dan alergi

Pada akhirnya, membedakan antara pilek atau alergi tidak lebih penting daripada mengobatinya. “Gejala alergi dan pilek pada umumnya mempunyai penanganan yang sama, jadi tidak terlalu masalah jika Anda tidak bisa membedakan keduanya,” ujar Dr. Rosenstreich. “Kalau pilek, Anda mungkin lebih memilih untuk tidak masuk kerja dan menularkannya kepada semua orang, sementara dengan alergi, Anda mungkin akan disuruh untuk tidak mendekat pada siapapun, meskipun tidak menular,” lanjutnya.

Baik penanganan alergi maupun pilek, keduanya disebut symptomatic, yang berarti tidak bisa dihilangkan secara manual dan hanya bisa ditangani gejalanya saja. Para ahli menyarankan dekongestan oral dan antihistamin yang mudah ditemukan, juga semprotan hidung untuk mengurangi radang dan mampet.

Jika Anda mengalami pilek atau virus lain yang menyebabkan tubuh Anda sakit dan demam, Anda mungkin juga perlu obat pereda sakit dan penurun panas seperti asetaminofen atau aspirin, tambah Dr. Metcalfe. (Jika Anda mengalami asma, gunakanlah inhaler.)

Banyak istirahat mungkin dapat membantu Anda meredakan pilek, namun tidak terlalu efektif untuk alergi. Yang manapun yang Anda alami, hal paling penting adalah perbanyak minum air mineral. “Dehidrasi akan memperparah baik alergi maupun pilek, cairan mampu meringankan mampet,” jelas Dr. Parikh.

Nah, begitulah info sehat tentang perbedaan-perbedaan yang dapat Anda temukan antara pilek biasa dan alergi. Perhatikan terus kesehatan Anda dan pastikan Anda mampu mengidentifikasikan penyakit supaya dapat ditangani sebelum terlambat. Lakukan juga pemeriksaan kesehatan lainnya secara online di Triasse.

Bagikan ke Teman:
Rachmat Abbid Khairunnas
Rachmat Abbid Khairunnas
A young writer who eager to do something different.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *