Jaga Kesehatan Otak, Ini 7 Cara Cegah Demensia

Bagikan ke Teman:

Demensia merupakan sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti berkurangnya daya ingat, menurunnya kemampuan berpikir, memahami sesuatu, sampai memahami bahasa, serta menurunnya kecerdasan mental. Sindrom ini pada umumnya menyerang orang-orang berusia di atas 65 tahun.

Demensia sejatinya tidak dapat disembuhkan, namun Anda dapat melakukan pengobatan secara dini untuk membantu meredakan dan memperlambat perkembangan gejala, serta menghindari komplikasi lebih lanjut. Salah satu caranya adalah dengan menjaga kesehatan otak untuk cegah demensia.

Pada umumnya penderita demensia akan mengalami depresi, kesulitan bersosialisasi, perubahan prilaku dan suasana hati, sampai mengalami halusinasi. Biasanya juga penderita tidak mampu hidup mandiri dan akan memerlukan bantuan orang lain.

Yang perlu diketahui adalah tidak semua orang yang mengalami penurunan daya ingat atau fungsi otak dapat dikategorikan terkena demensia. Demensia disebabkan oleh kerusakan sel saraf otak pada bagian tertentu yang pada akhirnya menurunkan kemampuan komunikasi dengan saraf tubuh lainnya.

Gejala Demensia

Penderita demensia pada umumnya akan mengalami gejala yang sesuai dengan penyebabnya, dengan perubahan kognitif dan psikologis sebagai gejala yang utama.

1. Gejala kognitif

  • Perasaan bingung
  • Konsentrasi menurun
  • Sulit berkomunikasi, berbahasa, dan bertutur kata.
  • Hilang ingatan.
  • Sulit mengambil keputusan.
  • Sulit memecahkan masalah.
  • Sulit menilai sesuatu.
  • Sulit merencanakan sesuatu.

2. Gejala psikologis

  • Perubahan perilaku dan emosi.
  • Ketakutan atau paranoid.
  • Gelisah.
  • Depresi.
  • Agitasi.
  • Halusinasi.
  • Ketika demensia mengalami kondisi yang parah, penderita dapat mengalami gejala lanjutan lainnya seperti lumpuh di salah satu sisi tubuh, tidak mampu menahan kemih, penurunan nafsu makan, hingga kesulitan menelan.

Jaga Kesehatan Otak untuk Cegah Demensia

Tidak bisa dipungkiri, seiring dengan bertambahnya usia, berbagai aktivitas dan kebiasaan dapat menyebabkan penurunan kinerja otak seseorang.  Menurunnya daya ingat ringan seperti lupa menaruh barang dan lainnya, akan berujung pada demensia, bahkan alzheimer. Namun Anda dapat melakukan pengobatan secara dini untuk membantu meredakan dan memperlambat perkembangan.

Berikut ini beberapa aktivitas sederhana yang dapat membantu Anda melawan penurunan daya ingat dini pada otak, sekaligus mengurangi risiko dan cegah demensia.

1. Membaca Buku

Penelitian yang diterbitkan oleh sebuah badan jurnal medis Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang yang menonton televisi lebih dari tiga jam per hari memiliki kemampuan kognitif yang buruk. Oleh karena itu, membaca buku lebih dianjurkan sebagai alternatif bahan hiburan dibandingkan dengan menonton televisi.

Membaca buku merupakan salah satu cara untuk menjaga otak agar tetap sehat.

2. Menikmati Alam

Sebuah penelitian menyebutkan bahwa melakukan aktivitas sederhana yang berkaitan dengan alam, seperti berjalan kaki santai, dapat memberi manfaat bagi penderita demensia. Ini karena berada di tengah alam mampu menambah energi dan menjadi alternatif yang baik untuk relaksasi.

3. Mengubah Rutinitas

Mengubah rutinitas memang kadang terasa sulit dan dapat membuat seseorang tidak nyaman. Namun nyatanya mengubah rutinitas sehari-hari Anda dapat menstimulasi otak karena membuat terus berpikir dan tetap aktif. Anda dapat mencoba untuk mengubah rutinitas dengan hal yang paling sederhana, misalnya dengan mengganti rute perjalanan dari rumah ke kantor.

4. Mencoba Kidal ataupun Sebaliknya

Jika tangan dominan Anda adalah tangan kanan, maka Anda dianjurkan untuk melakukan aktivitas sederhana seperti menyisir rambut dan menyikat gigi menggunakan tangan kiri. Melakukan aktivitas dengan tidak menggunakan tangan dominan dapat membentuk jalur baru di dalam otak.

5. Kurangi Stres

Stres menjadi penyakit yang seringkali tidak bisa dihindari. Stres seringkali dianggap dapat menghilang seiring dengan berjalannya waktu. Namun nyatanya, stres jangka panjang mampu memicu alzheimer. Untuk mengurangi stres, Anda dianjurkan untuk melakukan meditasi, mendengarkan musik, berolahraga, bahkan bersosialisasi, sampai menceritakan masalah kepada orang-orang terdekat.

Demensia memang tidak dapat dicegah, namun Anda dapat melakukan beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menekan risikonya, salah satunya dengan tetap menjaga kesehatan otak.

Selain itu, hal-hal lain yang dapat Anda lakukan untuk cegah demensia adalah menjaga asupan nutrisi, kurangi asupan alkohol dan hindari rokok, menjaga berat badan, menghindari cedera di bagian kepala, serta menjaga kesehatan seperti mengontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol.

Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan apabila seseorang mengalami salah satu atau beberapa gejala demensia, guna mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau medical check-up untuk membantu mendiagnosis dan mencegah komplikasi kesehatan lain. 

Anda bisa melakukan pemeriksaan lab rutin dan medical check-up lewat PesanLab.com. PesanLab menyediakan paket pemeriksaan lab dengan harga yang terjangkau dan cara yang mudah dan praktis.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."