6 Pengaruh Status Jomblo untuk Kesehatan, Baik atau Buruk?

6 Pengaruh Status Jomblo untuk Kesehatan, Baik atau Buruk?
Status jomblo ternyata bisa berpengaruh bagi kesehatan, baik secara psikologis dan juga secara fisik. Kok bisa? Foto: Freepik
Bagikan ke Teman:

Memiliki status jomblo atau single seringkali dipandang kurang bahagia dan dikaitkan dengan perasaan yang merana karena pasangan hidup tidak kunjung datang. Perasaan kesepian dan kesedihan itu seolah-olah hanya bisa disembuhkan dengan mempunyai pacar atau menikah. Namun, itu tidak sepenuhnya benar dari kacamata kesehatan.

Memiliki pasangan tidak menjamin meningkatnya kualitas kesehatan pada tubuh, begitu pula dengan menjadi jomblo yang tidak selalu membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit. Menurut berbagai studi, menjadi single justru memiliki banyak keuntungan terutama dari segi kesehatan, walau ada juga kekurangannya.

Berikut ini info sehat mengenai kesehatan mental perihal pengaruh status jomblo bagi kesehatan yang perlu diketahui:

Berat Badan Lebih Terjaga

Berat Badan Terjaga
Pasangan yang sudah menikah lebih cenderung mempunyai peningkatan berat badan  (foto: Freepik)

Menurut sebuah studi yang diterbitkan oleh jurnal Health Psychology pada tahun 2013, pasangan yang sudah menikah lebih cenderung mempunyai peningkatan berat badan setelah 4 tahun menikah. Ini disebabkan pasangan yang sudah bersama untuk waktu yang cukup lama lebih percaya diri soal keadaan tubuh mereka, tanpa tekanan untuk melangsingkan badan seperti ketika mereka mencari pasangan sewaktu masih jomblo.

Sebuah studi di Australia juga membuktikan bahwa mempelai wanita yang tertekan untuk melangsingkan badan sebelum acara pernikahan mengalami kenaikan berat badan 6 bulan setelah acara pernikahan. Pria yang sudah menikah juga lebih cenderung menderita obesitas dibandingkan dengan pria yang masih single, pacaran atau yang sudah tunangan, menurut sebuah riset yang didirikan oleh University of Minnesota.

Lebih Aktif Berolahraga

Lebih Aktif Berolahraga
Individu yang belum memiliki pasangan lebih aktif berolahraga foto: Freepik)

Menurut pakar kesehatan, orang yang masih single lebih memperhatikan kesehatan mereka. Ini memotivasi mereka untuk memulai pola makan yang sehat, sering olahraga dan memiliki gaya hidup yang sehat. Riset yang didirikan pada tahun 2004 oleh University of Maryland menunjukkan bahwa individu yang belum memiliki pasangan lebih aktif berolahraga dibandingkan yang sudah menikah.

Sebuah survei yang didirikan di Inggris pada tahun 2011 juga membuktikan hal yang sama bahwa 76% pria yang sudah menikah dan 63% responden wanita yang sudah menikah tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik selama 150 menit per minggu. Sedangkan hanya 24% dan 33% pria dan wanita single yang tidak memenuhi rekomendasi tersebut.

Penyandang Jomblo Memiliki Lebih Banyak Sahabat

Penyandang Status Jomblo Memiliki Lebih Banyak Sahabat
orang dewasa yang masih single lebih aktif mengembangkan jaringannya (foto: Freepik)

Pada tahun 2006, University of Massachusetts menerbitkan sebuah studi yang membuktikan bahwa individu yang masih jomblo lebih baik dalam mempertahankan hubungan antara teman, tetangga dan keluarga dibandingkan mereka yang sudah menikah. Beberapa studi lainnya juga menunjukkan bahwa orang dewasa yang masih single lebih aktif mengembangkan jaringannya dan lebih dekat dengan saudara mereka.

Orang dewasa yang masih jomblo, terutama wanita, lebih cenderung memiliki lebih banyak jaringan orang-orang yang penting dan yang bisa diandalkan untuk mereka, tidak seperti orang yang berpasangan yang lebih mengandalkan satu orang yakni pasangannya.

Tak Stres Soal Keuangan & Pekerjaan Rumah Tangga

Tidak Stres Soal Keuangan dan Pekerjaan Rumah Tangga
Pasangan yang sudah menikah juga cenderung memiliki lebih banyak utang kartu kredit (foto: Freepik)

Umumnya, orang yang menyandang status jomblo selalu dianggap lebih depresi dan stres dalam segala hal karena selalu memikirkan bagaimana mendapatkan pasangan. Faktanya, tidak semua orang yang single merasakan serupa.

Sebuah studi tahun 2005 yang didirikan oleh University of Michigan membuktikan bahwa penyandang status jomblo cenderung tidak disibukkan oleh pekerjaan rumah. Menurut studi yang sama, pekerjaan rumah tangga merupakan salah satu faktor yang membuat pasangan stres, terutama ibu rumah tangga.

Orang yang masih jomblo juga cenderung tidak stres soal masalah keuangan tidak seperti orang yang sudah berpasangan. Buktinya, sebuah survei pada tahun 2014 terhadap 2000 orang dewasa yang sudah memiliki pasangan menunjukkan bahwa 1 dari 3 responden mengaku ‘curang’ secara finansial, yakni tidak jujur soal masalah keuangan terhadap pasangannya. Pasangan yang sudah menikah juga cenderung memiliki lebih banyak utang kartu kredit, yang tidak hanya merugikan secara finansial tetapi juga secara psikologis dan kesehatan emosional.

Tidak jarang orang dewasa yang masih menyandang status jomblo harus menerima tekanan dari teman atau keluarga untuk cepat-cepat mendapatkan pasangan hidup. Akibatnya, tekanan ini pun mempengaruhi orang dewasa secara psikologis dan kesehatan fisik. Orang yang memiliki status jomblo pun juga rentan akan penyakit berbahaya layaknya orang yang sudah menikah.

Bedah atau Operasi Lebih Cenderung Berbahaya

Bedah atau Operasi Lebih Cenderung Berbahaya
pasien yang masih jomblo memiliki resiko kematian tiga kali lipat setelah tiga bulan menjalani operasi jantung (foto: Freepik)

Setiap pasien memiliki resiko tersendiri ketika menjalani operasi tanpa memandang status sipil. Namun, sebuah studi tahun 2012 menunjukkan bahwa pasien yang masih jomblo memiliki resiko kematian tiga kali lipat setelah tiga bulan menjalani operasi jantung dan 71 persen dari pasien ini memiliki resiko kematian 5 tahun setelah operasi, dibandingkan pasien yang sudah memiliki pasangan.

Pasangan yang sudah menikah cenderung lebih optimis ketika menjalani operasi dan mereka memiliki tingkat merokok yang lebih rendah dibandingkan pasien yang tidak punya pasangan.

Walaupun begitu, beberapa pakar kesehatan mengatakan bahwa studi ini tidak begitu definitif. Pada tahun 2011, sebuah survei dari RAND Corporation menunjukkan bahwa veteran yang belum pernah menikah memiliki tingkat ketahanan atau daya tahan tubuh yang lebih tinggi daripada veteran yang sudah memiliki pasangan.

Resiko Penyakit Jantung Lebih Dominan pada Penyandang Status Jomblo

Resiko Penyakit Jantung Lebih Dominan pada Penyandang Status Jomblo
Orang dewasa yang masih single lebih cenderung terkena penyakit jantung dibandingkan orang yang sudah menikah (foto: Freepik)

Orang dewasa yang masih single lebih cenderung terkena penyakit jantung dibandingkan orang yang sudah menikah, menurut sebuah riset tahun 2014 pada lebih dari 3.3 juta orang di American College Cardiology, sedangkan orang dewasa yang bercerai atau yang menjadi janda/randa memiliki resiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Meskipun studi ini berkata demikian, ada sebuah riset lain yang menyatakan bahwa dengan menikah resiko penyakit jantung juga tidak akan berkurang. Pada tahun 2006, University of Texas menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan angka resiko penyakit jantung koroner antara responden yang memiliki pasangan dan responden yang masih jomblo.

Penyakit berbahaya bisa menyerang siapa saja tanpa memandang umur, status dan gender. Melihat fakta-fakta ini, menjaga kesehatan harus dijadikan kebiasaan di semua kalangan, baik yang sudah menikah maupun yang masih sendiri. Daripada tertekan dengan masalah tidak punya pasangan, lebih baik kita tertekan dengan fakta bahwa siapa saja dapat terkena penyakit dan kebiasaan kita menjalani hidup sehari-hari dapat mempengaruhi kesehatan tubuh kita.

Setiap orang pasti memiliki pasangan hidup di waktu yang sudah ditentukan, namun penyakit bisa datang kapan saja tanpa kita sadari. Yuk kita jalani hidup sehat dengan mulai olahraga teratur, mengatur pola makan yang sehat serta lebih giat beraktivitas. Jangan biarkan kebiasaan sehat ini berhenti ya ketika kamu sudah menemukan pasangan hidup.

Bagi Anda yang khawatir akan kondisi kesehatan secara umum, alangkah lebih baik jika melakukan pemeriksaan Medical Checkup atau mungkin jika Anda ingin melakukan tes darah contohnya seperti Pemeriksaan Gula Darah cobalah untuk melakukan pemeriksaan melalui Triasse.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."