Bagaimana Dampak Pasien Corona Pasca Dinyatakan Sembuh?

dampak corona setelah sembuh
Bagikan ke Teman:

Virus corona benar-benar merepotkan orang di seluruh dunia. Di Indonesia misalnya, ada 579 kasus, 49 di antaranya meninggal dunia. Bahkan, hingga Senin (23/3/2020) baru 30 orang yang dinyatakan pulih dari COVID-19. Ini belum mempertimbangkan dampak corona setelah sembuh.

Pasien dikatakan benar-benar pulih jika sudah tidak ada virus corona di dalam tubuhnya. Untuk menghilangkan COVID-19 di tubuh, seorang pasien virus corona direkomendasikan diisolasi selama 14 hari.

Namun, sebuah fakta mengejutkan diberitakan oleh Independent dilansir Triasse tentang dampak corona setelah sembuh. Menurut studi oleh jurnal medis, The Lancet, virus corona bisa menyimpan patogen di saluran pernapasan selama 37 hari. Artinya, seseorang masih bisa menularkan virus corona, selama berminggu-minggu, meski sudah dinyatakan pulih.

Perlu Anda ketahui, patogen adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya. Sebutan lain dari patogen adalah mikroorganisme parasit. Umumnya istilah ini diberikan untuk agen yang mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiselular. Berikut ini adalah info sehat mengenai kesehatan tubuh terkait dengan dampak pasien sembuh dari virus corona, bagaimana?

Bisakah Anda Terinfeksi Lagi

perbedaan: virus corona vs flu
Sebanyak 14 persen orang yang sudah pulih, bisa kembali positif virus corona. (Foto: Freepik)

Jika Anda sudah dinyatakan pulih, bisakah punya peluang terjangkit virus corona lagi? Dalam sebuah laporan terisolasi tentang dampak corona setelah sembuh dari orang yang terinfeksi ulang virus corona, data ini didapat dari pejabat kesehatan di Provinsi Guangdong, China, sebanyak 14 persen orang yang sudah pulih, bisa kembali positif virus corona.

Pada akhir Februari 2020, kantor berita Reuters melaporkan tentang seorang wanita di Osaka, Jepang dinyatakan positif virus corona, meski sudah pulih. Kasus serupa juga terjadi di Korea Selatan.

Namun, ada penjelasan lain dari dampak corona setelah sembuh ini. Ada kemungkinan COVID-19 ‘mati suri’ setelah serangan awal dengan gejala minimal, sebelum menyerang paru-paru. Atau bisa saja ada kesalahan dari manusia, dalam hal ini tim medis, seperti pengujian yang tidak akurat atau pasien dipulangkan secara prematur.

Biasanya, ketika sebuah virus dikalahkan oleh sistem kekebalan tubuh, virus tersebut bisa berevolusi dan tahu cara mengalahkannya lagi, mereka menjadi kebal. Terkecuali, jika pasien dalam beberapa hal imunodefisiensi.

Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular di Amerika Serikat, Anthony Fauci mengatakan, dalam rapat dengar di hadapan Komite Pengawasan dan Reformasi Dewan, dampak corona setelah sembuh tersebut belum terbukti. “Namun, sangat mungkin hal yang dijelaskan di atas terjadi. Sebab, jika virus corona bekerja seperti virus lain, setelah Anda pulih, Anda tidak akan terinfeksi ulang.”

Dampak Corona Setelah Sembuh, Efeknya Lama?

panduan rawat jalan
Biasanya, pasien akan diminta melakukan beberapa pengobatan seperti latihan fisioterapi dan kardiovaskular juga akan didorong untuk memperkuat paru-paru. (Foto: Freepik)

Otoritas Rumah Sakit di Hong Kong mempelajari gelombang pertama pasien yang pulih dari kasus positif virus dan dampak corona setelah sembuh. Kota ini memiliki 131 kasus yang terinfeksi virus corona, tiga di antaranya meninggal dunia. Sementara, 74 orang sudah dipulangkan.

Dr Owen Tsang Tak-yin, direktur medis dari Pusat Penyakit Menular di Rumah Sakit Princess Margaret, Kwai Chung, mengatakan, para dokter telah melihat selusin pasien yang pulang tapi tidak bisa melakukan aktivitas seperti sebelumnya. Biasanya, dua dari tiga orang tidak bisa melakukan hal-hal seperti sebelumnya.

“Mereka terengah-engah jika berjalan lebih cepat. Beberapa pasien mungkin memiliki sekitar 20 hingga 30 persen fungsi paru-paru setelah pemulihan,” kata Dr Tsang.

Sekarang, para pasien akan menjalani tes untuk menentukan berapa banyak fungsi paru-paru yang masih mereka miliki. Biasanya, pasien akan diminta melakukan beberapa pengobatan seperti latihan fisioterapi dan kardiovaskular juga akan didorong untuk memperkuat paru-paru.

Mengecek dampak corona setelah sembuh, pemindaian juga menunjukkan ada kerusakan organ pada paru-paru, tetapi sejauh ini masih belum pasti apakah bisa menyebabkan komplikasi di kemudian hari seperti fibrosis paru-paru.

Bagikan ke Teman:
Alexander Sitepu
Alexander Sitepu
Extremely motivated to constantly develop my skills and grow professionally. I am confident in my ability to come up with interesting ideas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *