Ayo Semangat, Ini 5 Cara Miliki Pikiran Positif

pikiran positif
Bagikan ke Teman:

Manusia tidak dirancang untuk memiliki pikiran positif. Kita tenggelam dalam hal buruk dan selalu mengasumsikan yang terburuk. Anda mungkin lebih mampu untuk mengingat saat atasan mengatakan Anda ceroboh satu kali dibandingkan saat atasan mengatakan bahwa pekerjaan Anda baik. Dan sebagaimanapun kita berusaha untuk melihat sisi positif dari gelas yang setengah kosong (penuh-!), manusia tidak dirancang untuk itu.

Otak manusia telah terbentuk berabad yang lalu, dimana mara bahaya masih bertebaran dan dapat menyerang serta membunuh kita kapan saja. Hal itu lah yang membuat Roy Baumeister, seorang profesor psikologi sosial di Florida State University, menyatakan bahwa “bias negatif” masih mengontrol cara berpikir.

Satu-satunya hal buruk, meski bias negatif membuat kita tetap hidup, adalah menjadi sumber banyaknya stres yang tidak penting. “Bias negatif memberikan kita pandangan yang terbatas mengenai dunia,” tulis John Tierney yang bekerja sama dengan Baumeister dalam buku The Power of Bad. Kita hanya berfokus pada apa yang salah (di masa ini) dan berasumsi bahwa hal terus akan tetap salah (di masa depan). Kita bersedih, merasa putus asa, dan menyimpulkan bahwa tidak akan ada yang berubah.

Jika itu belum cukup buruk, Twitter, Instagram dan media sosial lainnya memberikan kita krisis demi krisis. Tapi masih ada harapan: melalui penelitian mereka, Baumeister dan Tierney menemukan solusi nyata yang dapat melawan insting dan menjauhkan kita dari emosi sehari-hari.

Berikut lima cara untuk mendapatkan dan mempertahankan pikiran positif:

Memanfaatkan Kekuatan “Rules of Four”

Memanfaatkan Kekuatan "Rules of Four”
Dari setiap komentar negatif yang anda ingin lontarkan, buatlah empat komentar positif (foto: freepik)

Lima banding satu. Itulah rasio Gottman yang terkenal, formula prediksi yang menunjukan bahwa pasangan cenderung tetap bersama jika mereka memiliki pengalaman positif lima kali lebih banyak dari pengalaman negatif. Baumeister mengenalnya sebagai rasio kepositifan, dan ketika dihadapkan pada anak, istri atau suami, bawahan atau atasan anda, ia merekomendasikan rasio yang lebih terjangkau yaitu empat banding satu.

Dari setiap komentar negatif yang ingin Anda lontarkan, buatlah empat komentar positif. Baumeister bahkan percaya bahwa rasio ini dapat di gunakan pada aspek lain kehidupan anda. Contohnya, apabila Anda berhubungan intim dengan pasangan anda empat kali setiap satu kali berargumen, maka hubungan Anda bisa terhitung positif.

Mengingat Masa Bulan Madu

Mengingat Masa Bulan Madu
Beri waktu sebelum bekerja bagi anda untuk mengingat memori spesial yang pernah terjadi (foto: freepik)

Bernostalgia sering dianggap hal buruk. Orang-orang yang rentan untuk tenggelam dalam nostalgia lebih depresif dan tinggal di masa lalu, ucap Tierney. Namun penelitian terbaru membuktikan hal yang sebaliknya.

Alih-alih membuat Anda merasa sedih, nostalgia–kerinduan akan momen positif atau hubungan positif di masa lalu–dapat membuat Anda merasa lebih baik dan memiliki pikiran positif. Pada salah satu penelitian, orang-orang yang diminta untuk memikirkan sebuah pengalaman yang membuat mereka “merindukan masa lalu” sebelum bekerja dilaporkan merasa lebih termotivasi dan bekerja lebih giat dibandingkan mereka yang diminta untuk memikirkan momen keseharian yang biasa saja.

Penelitian lain bahkan membuktikan bahwa orang-orang yang mengalami nostalgia merasa bahwa ruangannya lebih hangat dibandingkan mengingat kegiatan sehari-hari. Yang bisa anda lakukan: beri waktu sebelum bekerja bagi Anda untuk mengingat memori spesial yang pernah terjadi. Kemudian perluas pikiran positif tersebut dengan menuliskan empat kata kunci yang paling menggambarkan ingatan tersebut.

Bersyukur

bersyukur
Mulailah berpikir hal apa yang bisa anda pelajari dari pengalaman negatif, bukan bagaimana pengalaman tersebut menahan anda untuk berkembang (foto: freepik)

Mungkin anda tidak suka untuk menyombongkan diri, namun cara yang telah terbukti bekerja untuk melawan negatifitas adalah untuk fokus pada pengalaman serta pikiran positif, dan menyoroti hal positif nya dapat memberikan kekuatan lebih. “Ketika hal baik terjadi, membagikan berita tersebut pada orang-orang yang Anda kasihi membuat hal tersebut menjadi lebih penting, memberikan dampak yang lebih besar dan membantu Anda dalam membentuk hubungan dengan orang yang mendengar kisah anda,” jelas Tierney.

Perhatikan dan ikutlah merayakan kesenangan orang lain. Jika mereka membagikan berita bagus, dengarkanlah dengan baik. Respons “Wah itu sangat hebat!”/”Luar biasa!”/ “Ceritakan detailnya!” akan meningkatkan kepositifan. Akan lebih baik jika Anda meletakkan ponsel anda dan memberikan respon yang baik dan tulus. Di lain sisi, Anda juga dapat menarik kekuatan dari pengalaman negatif.

Baumeister merujuk pada penelitain dari Shelley Taylor mengenai pasien kanker payudara. “Hal yang mengejutkan adalah kebanyakan dari mereka membicarakan pengalaman tersebut sebagai hal yang positif,” ucapnya. Mereka melihatnya sebagai kesempatan untuk membuat perubahan positif: untuk lebih menghargai hidup, fokus pada masa kini, dan mengatur stress. Mulailah berpikir hal apa yang bisa anda pelajari dari pengalaman negatif, bukan bagaimana pengalaman tersebut menahan anda untuk berkembang.

Periksa Diri Anda

Periksa Diri Anda
Karena hal buruk selalu mengalahkan hal baik, apa yang anda lakukan tidak lebih penting dari apa yang tidak anda lakukan (foto: freepik)

“Mengapa anda berpikir bahwa Anda adalah pasangan yang baik?” hal itu lah yang menjadi pertanyaan Baumeister pada muridnya di kelas fisika senior FSU. Banyak dari murid nya yang menuliskan apa yang dapat mereka lakukan dengan baik, seperti menjadi pendengar yang baik, atau partner seksual yang baik. Sebenarnya menjadi baik adalah hal yang baik.

“Namun yang memberikan dampak lebih adalah dengan tidak melakukan hal yang buruk,” ucap Baumeister. Karena hal buruk selalu mengalahkan hal baik, apa yang Anda lakukan tidak lebih penting dari apa yang tidak anda lakukan. Hal itu kadang berarti tidak sembarang berucap, dan berlaku sederhana untuk menghindari pelanggaran ringan.

Fokus pada Masa Kini

Fokus Pada Masa Kini
Fokuskan perhatian pada pada masa kini dan saat ini (foto: freepik)

Secara mayoritas, negatifitas terbesar adalah kecenderungan untuk berlarut – larut dalam kesalahan dan penyesalan masa lalu, menurut penilitan terbaru Baumeister. Masa depan juga membawa hal negatif: stres atas hasil dan potensi kegagalan. Masa kini, adalah masa keemasan. “Fokuskan perhatian pada masa kini dan saat ini,” ucap Baumeister.

Menyadari Anda sedang menyesali masa lalu? Tarik diri Anda kembali ke masa ini. Mengkhawatirkan hari esok/bulan depan/ saat makan malam ini? Tarik diri Anda kembali ke masa ini jika hal itu terlalu sulit, maka cobalah untuk menulis satu hal yang anda syukuri setiap hari. Kebiasaan tersebut akan menjauhkan hal negatif dan membantu mengembangkan hal positif.

Mengembangkan hal positif juga dapat mempengaruhi kesehatan tubuh. Riset lain membuktikan bahwa pikiran yang positif dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah.

Apabila anda masih tidak yakin dan ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kesehatan tubuh anda, lakukan medical check-up secara teratur dan berkala, setidaknya dua kali dalam satu tahun. Berbagai pemeriksaan kesehatan ini kini dapat Anda lakukan melalui Triasse.com yang menawarkan berbagai paket pemeriksaan sesuai kebutuhan. Cek paket Triasse & juga artikel info sehat mengenai kesehatan mental, sekarang.

Bagikan ke Teman:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *