6 Tanda Anda Konsumsi Gula Berlebihan

Bagikan ke Teman:

Tidak bisa dimungkiri, makanan manis memang lezat dan membuat ketagihan. Tapi, penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan bisa memicu berbagai penyakit kronis.

Penyakit yang muncul akibat konsumsi gula berlebihan tidak hanya diabetes, namun juga penyakit lain seperti dehidrasi dan dapat menyebabkan kerusakan organ. Sayangnya, gaya hidup zaman sekarang menyulitkan beberapa orang untuk membatasi asupan gula mereka. Tidak hanya dari makanan, tapi juga minuman.

Untuk menghindari efek buruk mengonsumsi gula terlalu banyak, harus dipahami efek, gejala, dan tanda mengatasinya. Ini dia info gaya hidup mengenai diet sehat yang membahas topik tersebut.

Tanda Konsumsi Gula Berlebihan

tanda konsumsi gula berlebihan
Saat Anda konsumsi gula berlebihan, beberapa tanda biasanya akan muncul. (Foto: Freepik)

Saat Anda konsumsi gula berlebihan, beberapa tanda akan muncul pada tubuh. Namun, biasanya tanda-tanda ini tidak disadari.

Untuk menghindari efek buruk konsumsi gula berlebihan, perhatikan enam tanda berikut ini:

1. Berat Badan Bertambah

Ini menjadi gejala yang ditakuti banyak orang, pasalnya konsumsi gula tinggi bisa menyebabkan penambahan berat badan. Tidak hanya itu, saat tubuh memproduksi terlalu banyak insulin untuk mengolah gula, dalam jangka waktu terlalu lama, imbas lainnya adalah diabetes.

2. Muncul Karang Gigi

Bukan hanya menimbulkan masalah kulit dan menambah berat badan, konsumsi gula terlalu banyak juga bisa menimbulkan karang gigi dan bisa menyebabkan gigi berlubang.

3. Selalu Ingin Makanan Manis

Semakin banyak gula yang Anda konsumsi, semakin banyak Anda menginginkannya. Hal ini terjadi bukan karena indera perasa di lidah sudah beradaptasi dengan rasa manis, tapi karena perasaan bahagia yang diberikan oleh makanan manis, sama kuatnya seperti seseorang yang kecanduan obat-obatan terlarang.

4. Gangguan Mood

Gula, di satu sisi memang membuat bersemangat, tapi saat gula darah turun, suasana hati pun bisa ikut murung. Selain itu, energi yang rendah juga bisa membuat mood semakin buruk.

5. Lemas

Saat tubuh menerima asupan gula, insulin akan mengubah gula menjadi energi yang memicu semangat dan menyebabkan gula darah meningkat. Namun, ketika gula habis diproduksi, perasaan bersemangat itu juga hilang. Tubuh pun terasa lemas. Jika hal itu terjadi, tubuh akan memerintah otak untuk mencari lebih banyak makanan manis. Padahal, jika hanya mengonsumsi gula, tubuh berarti kekurangan protein dan serat.

6. Masalah kulit

Kelebihan konsumsi gula bisa menimbulkan peningkatan hormon yang bisa memicu gangguan kulit, seperti ruam atau jerawat. Makan gula terlalu banyak juga dapat langsung terlihat pada kulit. Di antaranya, kulit tampak kusam, berminyak, bahkan jerawat.

Jalan Kaki dapat Jauhkan Risiko Diabetes

Jalan-kaki-dapat-jauhkan-risiko-diabetes

Penelitian dari Duke University, Carolina Utara, Amerika Serikat, menemukan bahwa berjalan kaki lebih ampuh untuk melindungi seseorang dari risiko terkena diabetes dibanding berlari.

Dalam studi yang dilakukan, para peneliti memengumpulkan beberapa orang yang terkena pre-diabetes, dan membagi mereka menjadi dua kelompok. Kelompok berjalan cepat dan berlari. Riset yang dilakukan selama 6 bulan ini memberikan hasil bahwa kelompok yang berjalan cepat mengalami toleransi glukosa enam kali lebih baik dan mempunyai sel darah yang lebih mampu menyerap gula darah, dibandingkan kelompok berlari.

Ada beberapa teori yang sangat mungkin menjadi jawaban. Ketika Anda melakukan latihan seperti berjalan kaki sejauh 4,8 kilometer, maka tubuh Anda akan menghasilkan asam lemak lebih banyak dibandingkan saat melakukan jogging. Asam lemak yang diproduksi dalam jumlah banyak dapat membuat tubuh Anda lebih sulit untuk memproses hormon insulin.

Jika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, sel-sel tubuh tidak akan mampu menyerap gula darah dari aliran darah. Akibatnya, tubuh akan mencari lebih dan lebih banyak insulin untuk mencoba mengimbangi. Pada akhirnya, tubuh tidak dapat menghasilkan cukup untuk secara efektif menghilangkan gula darah dari darah, yang memicu pradiabetes dan diabetes.

Teruslah jaga kadar gula darah anda dengan mengatur pola makanan yang tidak memicu melonjaknya kadar gula serta menjalankan pola hidup teratur. Alternatif lainnya adalah Anda dapat menggunakan stevia sebagai pengganti gula untuk pemanis makanan.

Untuk memastikan kadar gula dalam tubuh normal, dan terutama bagi Anda yang memiliki risiko tinggi diabetes, jangan lupa untuk memeriksakan diri secara teratur. Lakukan pengecekan gula darah secara berkala melalui Triasse.com. Untuk Anda yang memiliki risiko tinggi diabetes, atau berada pada kondisi pradiabetes, Triasse memiliki Paket Skrining Diabetes yang tepat untuk Anda.

Pengecekan diabetes ini bisa Anda lakukan dari rumah, melalui pilihan Home Service dari Triasse yang akan memudahkan Anda. Cek Triasse.com sekarang.

 

Bagikan ke Teman:
Rinaldi Syahran
Homo Homini Lupus!