Sayangi Tubuh, Hindari Roti Tawar Putih

Sayangi Tubuh, Hindari Roti Tawar Putih
Roti tawar putih sering jadi menu sarapan, sayangnya makanan ini kurang baik untuk kesehatan dibanding roti yang terbuat dari gandum utuh. (Foto: Freepik)
Bagikan ke Teman:

Roti tawar, terutama roti tawar putih, bisa dibilang salah satu menu yang paling sering dikonsumsi saat sarapan. Tak hanya praktis, roti yang terbuat dari tepung ini juga cukup lezat.

Namun, tahukah Anda bahwa sarapan praktis ini memiliki cukup banyak efek buruk bagi kesehatan?

Apakah Roti Gandum Lebih Sehat dari Roti Tawar Putih?

apakah roti gandum lebih sehat dibanding roti tawar putih
roti tawar putih memilih beberapa efek buruk bagi kesehatan tubuh. (Foto: Freepik)

Roti tawar putih terbuat dari tepung, yang sayangnya tidak memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Bahkan, roti tawar putih memilih beberapa efek buruk bagi kesehatan tubuh.

  1. Mengandung protein ‘jahat’

Gandum memiliki kadar protein ‘jahat’ (glutten) yang sangat tinggi. Jenis protein ini dapat menimbulkan penyakit seliaka, suatu penyakit yang menyebabkan perut terasa sakit setelah mengonsumsi makanan.

  1. Tinggi karbohidrat

Para ahli mengatakan bahwa semua makanan yang terbuat dari roti memiliki jumlah karbohidrat yang sangat tinggi. Jika Anda terus mengonsumsinya, bisa-bisa Anda mengalami overdosis karbohidrat. Hal ini akan menyebabkan Anda mengalami kabut otak yang dapat menurunkan fungsi kognitif.

  1. Tidak ada nutrisi

Ternyata, roti tidak mengandung nutrisi apa pun. Makanan ini hanya mengenyangkan perut, namun tidak memberikan asupan protein dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

  1. Membuat gemuk

Mengonsumsi roti dalam jadwal diet adalah pilihan yang salah. Sebab, di dalam roti mengandung banyak kalori yang dapat meningkatkan berat badan Anda.

  1. Meningkatkan kadar gula dalam darah

Pati dalam roti akan terpecah sangat cepat ketika memasuki saluran pencernaan dan akan memasuki aliran darah menjadi glukosa. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula dalam darah dan kadar insulin melonjak dengan cepat.

  1. Kadar sodium tinggi

Roti memiliki kandungan sodium/natrium yang sangat tinggi. Hal itu berkontribusi pada munculnya penyakit jantung. Jika Anda sering mengonsumsi roti tawar, kadar garam dalam tubuh akan meningkat. Sama saja menaruh diri Anda pada sebuah malapetaka.

  1. Mengandung sirup jagung fruktosa

Sebagian jenis roti pasti mengandung sirup jagung fruktosa dalam jumlah yang tinggi, seperti makanan olahan. Jenis gula ini memberi dampak buruk pada kesehatan Anda.

  1. Tidak membuat kenyang

Antara roti tawar dan roti gandum, mana yang akan Anda pilih? Mayoritas dari Anda pasti akan memilih roti tawar karena rasanya lebih enak. Ya, memang benar. Namun, ternyata roti tawar tidak dapat mengenyangkan. Anda harus mengambil beberapa buah roti, barulah Anda merasa kenyang.

Untuk alternatif, alihkan diet Anda ke roti yang terbuat dari gandum. Sekarang sudah banyak beredar di pasaran roti yang terbuat dari gandum. Untungnya lagi, roti gandum ini tidak lagi hanya bisa Anda temui di supermarket-supermarket besar. Hampir semua toko roti sekarang juga sudah menjual roti jenis ini.

Roti berwarna cokelat ini lebih tinggi serat, vitamin B6, vitamin E, dan juga kaya akan mineral seperti: magnesium, seng, asam folat, dan kromium. Menurut penelitian dari University of Washington, beralih ke roti gandum bisa menurunkan risiko penyakit jantung sampai 20 persen.

Manfaat Roti Gandum Dibanding Roti Tawar Putih

Dengan beralih ke roti gandum, Anda akan mendapatkan manfaat-manfaat di bawah ini:

  1. Kebutuhan serat terpenuhi

Roti yang terbuat dari gandum utuh kaya akan serat. Kandungan serat di dalamnya bisa mencapai dua kali lipat jumlah serat di dalam roti putih.

Serat menambah volume ke makanan Anda tanpa meningkatkan jumlah kalori. Hal ini akan membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga asupan kalori Anda dalam sehari bisa menurun.

Kebanyakan orang tak berhasil memenuhi kebutuhan serat harian mereka. Dietary Guidelines for Americans merekomendasikan untuk mengonsumsi 14 gram serat dari setiap 1000 kalori yang Anda makan.

Roti gandum utuh biasanya mengandung 1,5 gram serat dalam setiap potongnya. Dapatkan asupan serat lainnya dari buah-buahan, sayur, dan makanan gandum utuh lainnya seperti oatmeal.

  1. Membakar lemak perut

Memilih roti gandum utuh dibanding roti putih akan membantu Anda membakar lemak perut, demikian menurut sebuah jurnal yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2008.

Orang-orang yang melakukan dietnya dengan mengonsumsi roti gandum, lemak perut mereka berkurang lebih banyak dibanding mereka yang menurunkan berat badan dengan mengonsumsi makanan lain.

  1. Bernutrisi tinggi

Ketika Anda mengurangi asupan kalori untuk menurunkan berat badan. asupan vitamin dan mineral dalam tubuh biasanya juga berkurang. Hal ini bisa berbahaya untuk kesehatan Anda.

Karena itulah penting bagi Anda untuk memilih makanan yang bernutrisi tinggi saat sedang diet. Namun makanan tadi juga tidak boleh tinggi kalori. Inilah yang menjadikan rati gandum makanan diet yang sempurna.

Gandum utuh, seperti yang Anda dapatkan dari roti gandum, mengandung lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sumber karbohidrat lain. Hal ini membantu Anda mendapatkan semua nutrisi yang Anda perlukan sambil mengurangi jumlah kalori.

  1. Mencegah diabetes

Roti gandum juga bisa menurunkan risiko diabetes dibandingkan roti tawar putih. Ini karena roti gandum lebih kaya akan serat yang membantu mengontrol lonjakan gula darah dalam tubuh.

  1. Meningkatkan kesehatan rambut dan kulit

Tinggi nutrisi, roti gandum kaya akan vitamin B dan vitamin E. Vitamin ini memberikan manfaat lebih bagi kesehatan kulit dan rambut Anda.

Rajin mengonsumsi roti gandum akan membuat tubuh Anda lebih bugar, pencernaan lebih lancar, dan kulit dan rambut terlihat lebih cemerlang.

Tips Memilih Roti Sehat

tips memilih roti yang sehat
Roti boleh saja dimakan selama terbuat dari gandum. (Foto: Freepik)

Mengetahui roti putih ternyata tidak baik untuk tubuh, bukan berarti Anda harus berhenti makan roti. Masih banyak jenis roti lain yang bisa Anda jadikan pilihan.

Berikut beberapa cara untuk memilih roti yang sehat:

  1. 100 persen gandum utuh

Penulis The Small Change Diet, Keri Gans, R.D.N., C.D.N mengatakan, roti boleh saja dimakan selama terbuat dari gandum.

“Gandum ini kuncinya. Ketika ada roti lain dengan bahan  barley, beras merah atau rami untuk rasa yang berbeda, tapi semua nutrisi yang sama. Tapi intinya cari roti yang 100 persen gandum utuh,” katanya, seperti dikutip Menshealth.

  1. Bebas pemanis buatan

Roti yang baik adalah roti yang bebas dari zat pengawet, pewarna, dan pemanis. Untuk menjamin Anda bisa mendapatkan roti seperti ini, pastikan untuk selalu mengecek label makanan yang ada di bungkus roti Anda.

  1. Yang mengandung banyak serat

Kunci agar metabolisme Anda selalu lancar adalah mengonsumsi banyak serat. Serat ini bisa Anda dapatkan dari roti yang terbuat dari gandum.

“Lihat berapa banyak gram serat per potong roti. Dan idealnya, Anda akan menginginkan sesuatu yang lebih dari tiga gram,” kata Gans.

Serat berasal dari endosperm (jaringan cadangan makanan) yang tersisa utuh dalam biji-bijian. Menurut Dietary Guidelines AS, Anda bisa mengonsumsi sekitar 30 gram serat per hari, dan setengah dari asupan gandum harian.

Kenapa Harus Memilih Gandum Utuh

kenapa harus memilih gandum utuh
Dibanding mengonsumsi roti putih, akan lebih baik mengonsumsi roti gandum. (Foto: Freepik)

Dibanding mengonsumsi roti tawar putih, akan lebih baik mengonsumsi roti gandum. Selama ini, makanan yang dibuat dari gandum selalu digadang-gadang baik untuk kesehatan. Padahal, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Sekarang ini sangat banyak produk makanan yang beredar di pasaran yang terbuat dari gandum. Kebanyakan, makanan ini dibuat dari gandum yang sudah digiling.

Lantas, apakah makanan dari gandum giling ini sama baiknya dengan gandum utuh? Sayangnya tidak.

Profesor gizi dan psikologi di Cornell University, David A. Levitsky mengatakan, Justru dengan diolah, kandungan nutrisi yang ada pada gandum menjadi lebih mudah diserap tubuh karena sudah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Maka dari itu, sebaiknya sebelum Anda membeli produk makanan yang mengandung gandum, pastikan terdapat tulisan “gandum utuh” di kemasannya.”

Makanan yang dibuat dari olahan gandum, seperti misalnya smoothie, ketika tercampur dengan makanan lain akan membuat indeks glikemik dan kalori di dalamnya meningkat. Selain itu, makanan yang dibuat dari gandum yang digiling juga sudah berkurang jumlah seratnya.

Untuk mendapatkan makanan yang masih terbuat dari gandum utuh, pilihlah jenis makanan seperti ini: sereal gandum, pasta gandum, dan tentunya, roti gandum.

Jagalah selalu kesehatan dengan memperhatikan gaya hidup, pola makan, dibarengi dengan olahraga teratur, serta jangan segan-segan untuk melakukan pemeriksaan kolesterol Anda melalui Triasse.com. Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan lainnya di Triasse, cek berbagai paket pemeriksaan sesuai kebutuhan. Lebih mudah dan hemat dengan Triasse!

 

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Sebelum menjadi Content Manager di Triasse, Nilam bekerja di beberapa media terbesar di Indonesia dengan spesialisasi di bidang kesehatan, gaya hidup, dan hiburan. Lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia jurusan Cultural Studies dan Sastra Inggris.