4 Jenis Makanan untuk Atasi Masalah Pencernaan

Bagikan ke Teman:

Sebagian besar dari Anda pasti pernah mengalami masalah pencernaan yang diakibatkan oleh salah mengonsumsi makanan ataupun peradangan pada saluran pencernaan. Salah satu penyebab terjadinya masalah pencernaan pada umumnya adalah peradangan pada usus besar.

Biasanya banyak dari kita yang mengatasinya dengan cara mengonsumsi obat. Namun pengobatan seperti ini kadang membutuhkan biaya yang besar, bahkan ada juga yang memiliki efek samping. Padahal Anda bisa saja mengatasinya dengan makanan yang tepat. Mengonsumsi makanan untuk atasi masalah pencernaan lebih disarankan ketimbang langsung meminum obat.

World Journal of Gastrointestinal Surgery baru-baru ini menyebutkan bahwa kesehatan usus besar sedikit banyak dipengaruhi oleh makanan yang Anda konsumsi. Disebutkan bahwa mengonsumsi sayur, buah, daging tanpa lemak, dan ikan akan mencegah terjadinya peradangan usus besar. Nutrisi yang baik adalah kunci untuk tubuh yang sehat, termasuk saluran pencernaan, karena nutrisi dibutuhkan oleh tubuh untuk melawan penyakit, peradangan, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Pola makan dan jenis makanan yang Anda konsumsi akan membantu dalam mencegah peradangan yang terjadi pada usus besar. Merangkum berbagai sumber, berikut ini adalah jenis makanan untuk atasi masalah pencernaan.

1. Jahe dan kunyit

masalah pencernaan
Jahe bisa membantu menjaga kesehatan usus besar dan mengurangi risiko masalah pencernaan. (Foto: Freepik)

Rempah-rempah seperti jahe dan kunyit yang biasanya digunakan untuk menambah cita rasa makanan, ternyata dapat membantu mengurangi gejala peradangan pada usus besar. Peradangan yang terjadi pada usus besar nyatanya juga menimbulkan nyeri sendi.

Anda dapat mengonsumsi kunyit untuk mengurangi nyeri tersebut. Jahe juga dapat membantu mengurangi rasa mual, melancarkan pencernaan serta pernafasan yang akan mengurangi risiko peradangan pada usus besar.

2. Makanan fermentasi

Makanan hasil fermentasi seperti yoghurt, kefir, kombucha, dan asinan kubis mengandung probiotik aktif atau bakteri baik yang dapat membantu mengatasi masalah pencernaan.

3. Ikan yang mengandung Omega-3

Mengonsumsi makanan yang mengandung lemak Omega-3 akan membantu mengurangi peradangan pada usus besar. Lemak omega-3 tidak bisa diproduksi langsung oleh tubuh, oleh karena itu Anda perlu memasoknya dari luar tubuh dengan cara memakan makanan yang mengandung lemak omega-3.

Lemak omega-3 ini terkandung di dalam ikan seperti salmon dan sarden. Anda disarankan untuk tidak mengolah ikan dengan cara menggorengnya. Sebuah penelitian mengatakan bahwa cara memasak ikan dapat mengubah kandungan nutrisi di dalamnya. Lebih baik Anda mengolah ikan dengan cara memanggangnya, karena menggoreng ikan akan meningkatkan asam lemak jenuh dan kadar kolesterol.

4. Sayuran Cruciferous

Sayuran Cruciferous, seperti kubis atau kale, merupakan salah satu jenis sayuran yang kandungan nutrisinya dipercaya mampu mencegah kanker. Cruciferous ini kaya akan nutrisi seperti folat, beta-karoten, dan vitamin C, E, dan K, juga kaya akan mineral dan tinggi serat. Sebaiknya sebelum dikonsumsi, sayuran bergizi tinggi ini diolah dengan cara menumis, memanggang, atau mengukusnya.

Masalah pencernaan yang dibiarkan akan memarah, bahkan bisa saja menyebabkan Anda terkena diare. Fakta bahwa makanan yang dikonsumsi sangat berpengaruh terhadap kesehatan memang mengharuskan Anda untuk lebih teliti lagi dalam memilah makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Selain menjaga pola makan sehat, pastikan juga untuk mengecek kesehatan secara rutin, setidaknya dua kali dalam satu tahun. PesanLab.com bisa membantu Anda melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) tahunan. PesanLab menyediakan paket-paket sesuai kebutuhan Anda dan memberikan pelayanan yang akan memudahkan Anda melakukan pengecekan dan mendapatkan hasil terkait kesehatan. Cek PesanLab.com sekarang.

 

Bagikan ke Teman:
Triasse
Triasse
Platform pertama untuk Tes Laboratorium dan pemeriksaan kesehatan keluarga Indonesia. Triasse memberikan pelanggan kemampuan untuk membuat keputusan yang lebih baik bagi kesehatan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *