Berhenti Mengonsumsi Gula, Apa Efeknya bagi Tubuh?

Sehari-hari kita tanpa sadar mengonsumsi terlalu banyak gula
Bagikan ke Teman:

Sudah bukan menjadi rahasia lagi kalau gula membuat orang ketagihan. Maka tidak heran ketika seseorang mengonsumsi makanan gula yang dapat ditemukan dalam makanan atau minuman manis, akan muncul perasaan ingin mengonsumsinya lagi dan lagi. Para ahli mengungkapkan ini terjadi karena efek adiksi yang muncul dari gula yang dapat menstimulasi sistem “reward” dan rasa senang di dalam otak sehingga membuat seseorang ingin terus mengonsumsinya.

Rasa ketergantungan ini menyebabkan seseorang kadang tidak dapat mengontrol asupan gula yang masuk ke tubuhnya, sehingga gula yang dikonsumsi menjadi berlebihan. Gula yang terlalu banyak masuk ke dalam tubuh ini nantinya akan menimbulkan serentetan masalah kesehatan, mulai dari diabetes hingga kesehatan otak.

Namun, sekarang sudah banyak orang yang sadar akan hal ini. Bahkan ada yang rela menghentikan asupan gula ke dalam tubuhnya. Kira-kira apa jadinya jika seseorang berhenti mengonsumsi gula? Berikut penjelasan info gaya hidup diet sehat perihal konsumsi gula.

1. Memperkecil Risiko Diabetes

Hal pertama yang dapat terjadi apabila Anda mengurangi gula tentu saja memperkecil risiko diabetes (foto: Freepik)

Hal pertama yang dapat terjadi apabila Anda mengurangi gula tentu saja memperkecil risiko diabetes. Tingginya asupan gula dapat menyebabkan terganggunya fungsi insulin sehingga memicu penyakit diabetes. Menurut penelitian, ketika Anda berhenti mengonsumsi gula, tubuh akan secara alami membuang racun atau menjalankan detoksfikasi.

Dua jam pertama tanpa gula, pankreas akan mulai mengurangi produksi insulin dalam tubuh. Di samping itu, hati juga akan membuang lebih banyak racun tubuh. Proses ini akan berlangsung lebih lama apabila tubuhmu resisten terhadap insulin. Misalnya pada orang yang telah memasuki pradiabetes di mana tubuh tidak mampu menggunakan insulin dengan efektif.

2. Mood menjadi Lebih Baik

Mood menjadi Lebih Baik
Ketika Anda berhenti mengonsumsi gula selama satu sampai dua minggu, suasana hati Anda akan membaik (foto: Freepik)

Memasok makanan manis memang menyenangkan, tapi sebenarnya konsumsi gula sering dikaitkan dengan tingkat depresi yang lebih tinggi. Menurut seorang ahli gizi dari Amerika Serikat, sekaligus penulis No Excuses Detox: 100 Recipes to Help You Eat Healthy Every Day, gula dapat menyebabkan peradangan kronis yang berdampak pada sistem otak.

Ketika Anda berhenti mengonsumsi gula selama satu sampai dua minggu, suasana hati Anda akan membaik. Menurut sebuah penelitian, wanita yang mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, termasuk menambah gula ke dalam minuman atau makanan, cenderung rentan mengalami depresi daripada wanita yang lebih sedikit mengonsumsi gula.

3. Kulit menjadi Lebih Sehat

Kulit menjadi Lebih Sehat
Ketika Anda berhenti mengonsumsi gula, kulit akan menjadi lebih sehat, bahkan tampak lebih muda (foto: Freepik)

Salah satu hal yang dapat membantu Anda menjaga kesehatan kulit adalah dengan membatasi asupan gula. Melansir Step To Health, gula memiliki efek dehidrasi karena meningkatkan produksi minyak kulit. Ketika Anda berhenti mengonsumsi gula, kulit akan menjadi lebih sehat, bahkan tampak lebih muda.

Gula dapat mengurangi kolagen dan elastin pada kulit seseorang. Padahal kedua jenis zat protein ini berfungsi untuk memberi sifat elastis dan kekenyalan kulit.

Setelah satu minggu berhenti mengasup gula, akan ada serangkaian perubahan yang terjadi pada kulit. Misalnya, minyak kulit berkurang, kulit jadi lebih terhidrasi dan lembut, serta warna kulit akan menjadi lebih baik.

4. Meningkatkan Daya Ingat

Meningkatkan Daya Ingat
Kadar gula yang tinggi dalam tubuh ujung-ujungnya dapat merusak komunikasi di antara sel-sel otak (foto: Freepik)

Tingginya asupan gula nyatanya juga memengaruhi kesehatan otak, seperti menurunkan kemampuan kognitif. Kadar gula yang tinggi dalam tubuh ujung-ujungnya dapat merusak komunikasi di antara sel-sel otak. Menurut studi dari The University of California, Los Angeles (UCLA), mengurangi konsumsi gula dapat meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat.

5. Memperbaiki Sistem Imun

Memperbaiki Sistem Imun
Konsumsi gula berlebih juga dapat meningkatkan inflamasi dalam tubuh, sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit (foto: Freepik)

Berdasarkan studi yang dipublikasikan oleh American Journal of Clinical Nutrition, kemampuan sel darah putih melawan bakteri dapat menurun hingga 50 persen hanya karena 100 gram gula dalam darah. Efek ini dapat berlangsung selama lima jam. Konsumsi gula berlebih juga dapat meningkatkan inflamasi dalam tubuh, sehingga menurunkan kemampuan tubuh untuk melawan penyakit. Misalnya seperti batuk dan pilek.

Untuk kesehatan yang lebih baik, lakukan medical check-up secara teratur dan berkala, setidaknya dua kali dalam satu tahun. Berbagai pemeriksaan kesehatan ini kini dapat Anda lakukan melalui Triasse.com yang juga menawarkan berbagai paket pemeriksaan sesuai kebutuhan. Cek Triasse sekarang.

Bagikan ke Teman:
Nilam Suri
Nilam Suri
"Dance like no one is watching. Sing like no one is listening. Love like you've never been hurt and live like its heaven on Earth."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *